<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507</id><updated>2011-11-28T06:23:14.614+07:00</updated><category term='Renungan Harian'/><title type='text'>Dome of Tiberias</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>159</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2260627151501768562</id><published>2009-01-19T04:32:00.000+07:00</published><updated>2009-01-19T04:37:44.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Usia Pilihan</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini&lt;/strong&gt;:  Filipi 4:2-8&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Filipi 4:8&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/strong&gt;: Ayub 11-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Di sebuah kota hidup seorang wanita yang sudah sangat lanjut usianya, te­ta­pi ia masih sehat dan tetap berse­ma­ngat. Ia tinggal sendirian di rumahnya yang sederhana. Suaminya telah mening­gal du­nia belasan tahun lalu. Para pen­du­duk me­nge­­nalnya sebagai ibu yang murah se­nyum dan penuh perhatian kepada sia­pa sa­ja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Suatu hari, tepat di usianya yang ke-87, seorang wartawan dari surat kabar lo­kal mewawancarainya, “Apa rahasia Ibu se­­hingga bisa tetap sehat dan berse­ma­ngat?” tanya si wartawan. Ibu itu menja­wab, “Saya berusaha selalu berpikir positif dan melakukan kegiatan-kegiatan positif”. “Kegiatan seperti apa, Bu?” tanya si war­ta­­wan lagi. “Misalnya setiap hari saya me­ra­wat tetangga saya, seorang wanita berusia 70 tahun, menyediakan ma­kanan untuknya, mengajaknya jalan-jalan sore, atau sekadar me­ne­maninya minum teh dan menyulam.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Para ahli gerontologi, ilmu tentang warga usia lanjut, me­nga­ta­kan bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki tiga jenis usia, yaitu usia kronologis, usia biologis, dan usia psikologis. Usia kronologis dan usia biologis itu alamiah, tidak bisa dielakkan. Sedangkan usia psi­­kologis tergantung pada pilihan kita sendiri. Kalau kita, seperti yang di­nasihatkan Paulus hari ini, memiliki hati yang selalu ber­su­kacita (ayat 4), hidup yang bersyukur (ayat 6), dan pikiran yang ter­arah pa­da hal-hal yang positif dan membangun (ayat 8), maka usia ps­i­­ko­lo­gis kita akan sehat. Selanjutnya, hal itu akan berdampak po­sitif terhadap hidup ke­seharian kita. Dan dengan demikian, kita juga bi­sa menjadikan hi­dup kita senantiasa berguna serta bermakna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;USIA TUA BUKAN HALANGAN UnTUK BERKARYA KUNCINYA PADA HATI DAN PIKIRAN YANG SEHAT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2260627151501768562?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2260627151501768562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2260627151501768562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2260627151501768562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2260627151501768562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2009/01/usia-pilihan.html' title='Usia Pilihan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-155739984684455081</id><published>2009-01-17T06:54:00.000+07:00</published><updated>2009-01-17T06:55:18.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sahabat orang berdosa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Matius 9:9-13&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/strong&gt;Matius 9:12&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/strong&gt;: Ayub 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu kali saya bertanya kepada seo­rang ibu, “Apakah Ibu yakin masuk sur­ga kelak?” Ibu itu menjawab, “Yakin sih. Ah, tapi kadang masih ragu juga.” Yakin tetapi ra­gu? Artinya masih tidak yakin. Lalu saya bertanya lagi, “Mengapa begitu, Bu?” Si ibu menjawab, “Saya ini masih banyak dosa, masih suka ber­bohong, masih suka ma­rah-marah ter­ha­dap suami saya. Po­kok­nya saya merasa tidak la­yak masuk sur­ga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali perasaan dan kenyataan bah­­wa kita masih memiliki banyak dosa da­­pat membuat kita merasa enggan un­tuk datang kepada Tuhan. Na­mun, fir­man Tuhan hari ini memberikan sebuah kon­­­sep yang berbeda. Ketika Yesus te­ngah ber­kum­pul dan makan bersama pa­ra pemu­ngut cukai dan orang berdosa di rumah Matius, orang-orang Farisi yang ada di sekitar tempat itu mem­per­ta­nyakan apa yang dilakukan oleh Yesus. Akan tetapi, Yesus mem­berikan ja­wab­an yang hingga kini men­jadi pengharapan bagi semua orang ber­do­sa, yaitu bahwa Dia da­tang ke dunia untuk menjadi sahabat orang-orang yang ber­do­sa. Bu­kan untuk melakukan dosa ber­sama para pe­­mungut cukai, me­lain­kan untuk menghapuskan dosa-dosa me­re­ka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Anda adalah salah satu dari orang-orang berdosa yang diun­­dang untuk makan bersama Yesus di rumah Matius, res­pons apa yang akan Anda berikan? Menerima atau menolaknya ka­rena me­rasa tidak layak? Pilihan ada di tangan Anda. Anda mesti tahu bah­­wa Ye­­­sus ada­lah sahabat orang berdosa. Dia akan selalu me­ne­ri­ma orang ber­­do­sa; siapa pun yang mau datang kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;TAKUTLAH UNTUK BERBUAT DOSA TETAPI JANGAN TAKUT MEMBAWA DOSA KEPADA KRISTUS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-155739984684455081?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/155739984684455081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=155739984684455081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/155739984684455081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/155739984684455081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2009/01/sahabat-orang-berdosa.html' title='Sahabat orang berdosa'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7442678963579273225</id><published>2009-01-09T03:09:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T03:12:23.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Saat Iman Goyah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Kisah Para Rasul 7:54-60&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Kisah Para Rasul 5:41&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Kejadian 27-29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blandina adalah nama seorang perem­pu­an kristiani yang meninggal ka­re­na sebu­ah penganiayaan di Lyon, Pran­cis, pada tahun 177. Ia mengalami sik­sa­an be­gi­tu rupa, tetapi ia tetap mem­perta­hankan iman­nya kepada Tuhan Yesus. Sam­­pai-sam­pai, walaupun sang penyik­sa sudah ke­lelahan dan frustrasi menyik­sa­­nya, ia te­tap pada pendirian dan keya­kin­­an­nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Blandina ini mengikuti jejak ke­matian Stefanus, martir kristiani perta­ma yang kisahnya tercatat dalam Kisah Pa­­­ra Rasul 7. Saat itu penganiayaan ter­ha­­dap jemaat kristiani semakin nyata ter­ja­di. Aniaya itu di­mu­lai dengan ancaman kepada Rasul Petrus dan Rasul Yo­hanes da­­lam Kisah Para Rasul 4 dan 5. Kemu­dian disu­sul dengan hukuman mati bagi Stefa­nus. Namun, mereka semua rela dan bahkan ber­sukacita atas terja­di­nya pengania­ya­an tersebut (Kisah Para Rasul 5:41). Ini di­mung­kin­kan karena iman keyakinan mereka akan Yesus sangat te­guh. Ke­ya­kin­an ini dapat terbangun karena mereka sudah melihat sen­diri karya Tuhan Ye­sus dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup kita sebagai orang percaya, ada masa-masa ke­ti­ka iman kita menjadi goyah. Pada saat itu kita mungkin mem­per­ta­nyakan ten­tang keberadaan Allah, tentang kasih-Nya, tentang ke­hi­dup­an, tentang ke­matian, tentang kebangkitan Yesus, dan se­ba­gai­nya. Di saat-saat de­mikian, mari kita mengenang kisah para martir kris­tiani di masa lalu seperti Stefanus dan Blan­dina. Mung­kinkah me­reka rela mati jikalau mereka tidak sung­guh-sungguh yakin bah­wa iman yang mereka miliki, dan juga kita miliki ini, sung­guh-sungguh be­nar?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;KESETIAAN DAN PENGORBANAN PARA MARTIR KRISTIANI ADALAH SALAH SATU BUKTI KUAT TENTANG KEBENARAN IMAN KITA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7442678963579273225?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7442678963579273225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7442678963579273225' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7442678963579273225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7442678963579273225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2009/01/saat-iman-goyah.html' title='Saat Iman Goyah'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5783472681595427722</id><published>2009-01-07T05:30:00.000+07:00</published><updated>2009-01-07T05:31:18.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kacang lupa Kulitnya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Ulangan 15:12-18&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/strong&gt;Ulangan 15:15&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Kejadian 20-22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kacang lupa kulit adalah ungkapan ki­as­an untuk menyebut orang yang lu­pa akan masa lalunya dan menjadi som­bong. Misalnya, seorang gadis berasal da­­­ri desa, merantau ke kota, berhasil men­­­­ja­di artis terkenal, lalu sikap dan pe­ri­­­la­­kunya ber­ubah menjadi sok, jauh dari tata kra­ma. Ungkapan itu juga bisa dike­nakan pa­da orang yang tidak tahu ber­­te­ri­ma kasih, lu­pa akan jasa-jasa orang yang pernah me­­­­nolong dan membe­sar­kan­­nya. Seperti si Malin Kundang, tokoh dalam sa­lah satu ce­­rita rakyat dari Suma­tra Ba­rat. Malin Kun­­­dang adalah pe­mu­da yang me­raih ke­suk­­sesan di ran­tau, te­­tapi ke­mudian ia ti­dak mau meng­­a­kui ibu­­nya sen­diri, se­hing­ga di­ku­tuk men­jadi ba­­tu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sangat tidak berkenan dengan si­kap “kacang lupa kulit”. Itulah sebabnya berulang kali Dia meng­i­ngat­kan umat Israel tentang status mereka dulu, yaitu sebagai bu­dak-budak di Mesir, dan bahwa Tuhanlah yang telah mem­bebas­kan me­reka (a­yat 15). Tujuannya supaya mereka tetap me­ngan­dal­kan Tuhan, dan tidak berpaling kepada ilah-ilah lain. Sekaligus su­pa­ya mereka juga me­miliki empati dan kepekaan un­tuk membantu orang lain yang mem­butuhkan seperti mereka dulu (ayat 13,14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, baiklah kita terus mengingat karya kasih Tuhan dalam hi­­­dup kita, sehingga kita selalu terdorong untuk memakai segala yang ada pada kita untuk kemuliaan-Nya. Dan, baiklah kita juga ti­­­dak melupakan peran dan jasa orang lain dalam setiap kesuksesan yang kita raih, sehingga kita bisa tetap menunjukkan rasa terima ka­­sih kita ke­pada mereka. Bukan seperti kacang yang lupa pada ku­­litnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;KITA ADALAH ORANG BERUTANG KEPADA TUHAN DAN KEPADA ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5783472681595427722?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5783472681595427722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5783472681595427722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5783472681595427722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5783472681595427722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2009/01/kacang-lupa-kulitnya.html' title='Kacang lupa Kulitnya'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8433679619206680046</id><published>2009-01-05T04:17:00.000+07:00</published><updated>2009-01-05T04:21:10.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sekedar Bertahan Hidup</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/strong&gt;Kejadian 1:26-2:17&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Kejadian 2:15&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Kejadian 12-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebagian orang kristiani yang ber­pen­dapat bahwa pekerjaan yang di­ja­­lani sehari-hari sekadar untuk ber­tah­an hi­dup—tanpa ada makna spiri­tu­al. Me­­reka berpikir bahwa Tuhan lebih pe­du­li ke­pa­da doa, nyanyian, saat teduh, dan se­mua ke­giat­an rohani. Bagi mereka, pe­ker­ja­­an yang paling menyenangkan Tuhan ada­lah men­jadi pendeta atau misionaris. Akibat­nya, me­reka mengerjakan peker­jaan se­hari-ha­ri mereka dengan setengah ha­ti dan bah­kan kerap dihinggapi rasa ber­sa­lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini tidak sejalan dengan a­pa yang terdapat dalam firman Tuhan ha­ri ini. Dikisahkan bahwa setelah Adam di­cip­takan, Allah memberinya tugas. Tu­gas ini bukanlah untuk berdoa, membaca Alkitab, menyanyikan pujian, atau kegiat­an rohani yang lain. Tu­gasnya adalah untuk mengusahakan dan me­me­lihara taman Eden (Kejadian 2:15). Bahkan salah satu tujuan Adam diciptakan adalah untuk berkarya dan mengelola seluruh cip­ta­an (Kejadian 1:28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjelaskan konsep ini, Martin Luther, seorang tokoh reformasi gereja abad ke-16, pernah berkata, “Meskipun aku tahu bahwa besok dunia akan kiamat, aku akan tetap menanam pohon a­pelku.” Inti kalimat ini adalah bahwa pekerjaan sehari-hari kita (seperti bertani, berdagang, mengurus keluarga, belajar, dan seba­gai­nya) memiliki makna spiritual yang sama dalamnya dengan ke­gi­atan-kegiatan rohani kita (seperti berdoa, bersaat teduh, maupun ke­bak­tian). Bekerja merupakan salah satu hal penting yang Tuhan ingin kita lakukan dalam hidup ini. Karena itu, sudah sepantasnya ki­ta memperlakukan dan mengerjakan pekerjaan kita sama seriusnya de­ngan kegiatan rohani kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;PEKERJAAN KITA SAMA PENTING DAN BERHARGANYA DENGAN KEGIATAN ROHANI KITA &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8433679619206680046?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8433679619206680046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8433679619206680046' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8433679619206680046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8433679619206680046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2009/01/sekedar-bertahan-hidup.html' title='Sekedar Bertahan Hidup'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-3113696831572863282</id><published>2009-01-02T06:46:00.000+07:00</published><updated>2009-01-02T06:51:02.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>40</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Kisah Para Rasul 1:1-5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/strong&gt;Kisah Para Rasul 1:3&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/strong&gt;Kejadian 3-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Angka 40 kerap muncul di Alkitab. Mo­men-momen yang menentukan dalam hi­dup Musa sampai dengan saat ia me­ning­­gal ditandai dengan usia kelipatan 40. Sebelum masuk ke tanah Kanaan, umat Is­rael mengembara selama 40 tahun di pa­dang gurun. Setelah berpuasa 40 hari di gu­­run, Iblis datang untuk mencobai Yesus. Sesudah kebangkitan dan sebelum kenaik­an-Nya ke surga, Tuhan menam­pakkan diri kepada para murid selama 40 hari. A­da apa dengan angka 40 ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Rupanya angka ini senantiasa me­nan­dai masa persiapan sebelum da­tang­nya babak baru dalam kehidupan sese­orang, umat Tuhan, atau bahkan dunia ciptaan-Nya. Saat Yesus menam­pak­kan diri selama 40 hari kepada para murid-Nya, hal itu merupakan masa persiapan di mana kelak Yesus tidak akan lagi hadir di antara mereka dalam wujud fisik. Dia akan kembali surga. Dia akan hadir dalam wujud yang baru, yakni Pribadi Roh Kudus. Itulah yang menandai babak baru bagi pekabaran Injil ke seluruh dunia, melalui kemitraan antara Roh Yesus dengan “tubuh-Nya” (Gereja Tuhan). Jelas bahwa pada masa 40 hari itu, aktivitas begitu padat dengan pendi­dik­an yang disampaikan “berulang-ulang” kepada para murid demi mem­­per­siapkan datangnya babak baru tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Segala hal yang baik dalam kehidupan ini selalu memerlukan masa persiapan. Persiapan yang baik menentukan datangnya hasil yang baik. Semakin matang persiapan, semakin besar potensi sukses. Kalau Tuhan saja bekerja dengan persiapan, apalagi kita. Ma­rilah kita melakukan apa saja dengan persiapan yang memadai. Jangan asal-asalan atau seadanya. Jangan suka meremehkan. Per­si­ap­an itu penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;DATANGNYA KEBERHASILAN MASA DEPAN DITENTUKAN JUGA OLEH PERSIAPAN MASA SEKARANG &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-3113696831572863282?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/3113696831572863282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=3113696831572863282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3113696831572863282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3113696831572863282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2009/01/40.html' title='40'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7697321163349238606</id><published>2009-01-01T12:57:00.000+07:00</published><updated>2009-01-01T13:01:39.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mewujudkan Resolusi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt;Yakobus 4:13-17&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Roma 8:28&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/b&gt;: Kejadian 1-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyusun resolusi adalah hal yang ke­rap dilakukan orang di awal tahun. Na­­mun, banyak orang begitu semangat me­nyusun resolusi agar menjadi “lebih ba­ik”, kemudian lupa ketika waktu berlalu. Ada banyak hal membuat kita sulit mewu­jud­kan resolusi. Akan tetapi, ada satu hal penting yang bisa menjadi pangkal kega­gal­an kita, yakni saat kita menyusun reso­lusi dengan pertanyaan yang salah, “Apa yang ingin saya capai tahun ini?” atau “A­pa yang ingin saya lakukan tahun ini?” Sebagai orang-orang yang menjadikan Ye­sus se­ba­gai Raja atas hidup ini, bukankah seharusnya kita mendasarkan resolusi pada perta­nya­an, “Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan tahun ini? Apa yang Engkau ingin agar saya capai tahun ini?” Ada dua alas­an mengapa kita harus melibatkan Tuhan dalam menyusun resolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Yakobus mengingatkan agar kita tidak melupakan Tuhan dalam perencanaan, karena kita tidak tahu apa yang akan ter­jadi besok (ayat 14). Yakobus menasihati supaya kita berkata, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu” (ayat 15). Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di se­panjang tahun ke depan. Namun, Tuhan akan memimpin kita untuk membuat keputusan yang tepat, saat kita membuat rencana bersa­ma-Nya. Kedua, kita mesti ingat bahwa tujuan utama hidup kita adalah men­jadi serupa dengan Kristus (Roma 8:29). Karena itu, fokus re­so­lusi kita seharusnya adalah menjadi apa yang Tuhan mau, bukan se­kadar menjadi lebih baik menurut ukuran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari membuat dan menjalani resolusi bersama Tuhan. Pegang­lah janji Tuhan, bahwa Dia akan “turut bekerja dalam segala se­su­atu” di sepanjang tahun ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;JANGAN KATAKAN KEPADA TUHAN APA YANG BAIK MENURUT KITA TANYAKAN KEPADA TUHAN APA YANG DIA PIKIR BAIK BAGI KITA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7697321163349238606?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7697321163349238606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7697321163349238606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7697321163349238606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7697321163349238606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2009/01/mewujudkan-resolusi.html' title='Mewujudkan Resolusi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1264828767280834575</id><published>2008-12-27T06:54:00.002+07:00</published><updated>2008-12-27T07:02:06.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Allah yang berinisiatif</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Galatia 4:4-9&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Galatia 4:4,5&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Wahyu 5-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah 37 tahun bekerja di meja operasi, dokter Evan Kane sadar bahwa bius total berisiko tinggi. Menurutnya, pada operasi tertentu pasien cukup dibius lokal. Namun, praktik ini belum dikenal pada tahun 1921. Untuk membuktikan teorinya, dokter Kane mencari orang yang mau menjadi pasien percobaan, tetapi ia kesulitan. Tak seorang pun ingin tetap sadar ketika operasi tengah berlangsung dan merasakan sakit luar biasa. Akhirnya, dokter Kane berinisiatif—ia mengajukan diri untuk dioperasi, yaitu operasi usus buntu. Inilah operasi usus buntu pertama dengan bius lokal. Hasilnya sukses. Terobosan besar ini membuat operasi dengan bius lokal mulai dipakai di seluruh dunia dan meringankan derita pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan sebuah masalah, kerap diperlukan sosok yang berani mengambil inisiatif. Dan, Allah yang kita sembah itu penuh inisiatif! Melihat manusia tak berdaya di bawah kuasa dosa, Dia tidak tinggal diam. Dia tak membiarkan manusia terus menjadi hamba ilah-ilah, yang akhirnya akan membuat manusia binasa. Karena tak seorang pun dapat menjadi penebus dosa, Allah berinisiatif mengutus Anak-Nya sendiri untuk lahir sebagai manusia dan menebus kita (ayat 4). Bahkan, Roh Anak-Nya pun diutus untuk tinggal dalam hati kita (ayat 6). Solusi total itu membuat manusia kini bisa bebas dari kuasa dosa dan mengabdi pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal adalah saat untuk kita mensyukuri inisiatif Allah. Kehadiran-Nya di dunia telah membebaskan kita dari kebinasaan melalui karya penebusan Kristus. Karena itu, kita yang telah menerima anugerah tersebut mesti mengambil inisiatif untuk mengabdi hanya kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; SEBUAH INISIATIF MUNCUL BUKAN KARENA PAKSAAN MELAINKAN KARENA KASIH DAN KEPEDULIAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1264828767280834575?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1264828767280834575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1264828767280834575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1264828767280834575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1264828767280834575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/allah-yang-berinisiatif.html' title='Allah yang berinisiatif'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1760334770316745137</id><published>2008-12-25T07:08:00.000+07:00</published><updated>2008-12-25T07:15:40.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Ulang Tahun Yesus</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_1119596"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Yesaya 9:1-6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Yesaya 9:1&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 2 Yohanes; 3 Yohanes; Yudas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember? Tidak! Kita membaca bahwa saat Yesus lahir, para gembala “menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (Lukas 2:8). Dan, para gembala menggembalakan domba di padang saat malam hari hanya pada musim panas. Padahal, Desember adalah musim dingin. Artinya, kelahiran Yesus pasti terjadi pada bulan-bulan musim panas, meski tak ada yang mengetahui waktunya secara pasti. Tanggal 25 Desember dijadikan hari Natal karena hari itu merupakan perayaan berbaliknya matahari ke belahan bumi utara. Di tengah musim dingin yang gelap, terang muncul; Yesus lahir sebagai Terang Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal bukan perayaan ulang tahun Yesus, melainkan perayaan datangnya Yesus ke dunia sebagai Sang Terang. Kelahiran-Nya membuka babak baru: dunia yang dikuasai kegelapan dosa kini melihat Terang yang besar. Di mana terang hadir, di situ tak ada lagi kegelapan. Apa akibatnya? Pertama, umat manusia dilepaskan dari belenggu dosa yang menekan dan menindas (ayat 3). Kedua, ada damai sejahtera yang mampu mengenyahkan perang dan perseteruan (ayat 4) serta ketidakadilan (ayat 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ribu tahun sudah Yesus lahir. Mengapa penindasan, perang, dan ketidakadilan masih ada? Karena masih banyak orang belum membuka hati bagi Sang Terang. Manusia “melihat” Terang itu, tetapi tidak menyambut-Nya, sehingga hatinya masih dikuasai kegelapan. Tugas kita adalah memperkenalkan terang Kristus kepada sesama melalui tindakan kasih. Itulah inti perayaan Natal. Bukan sekadar menyalakan lilin atau pohon terang, melainkan hidup dalam terang dan membawa orang mengenal Sang Terang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KEGELAPAN HANYA BISA TERUSIR JIKA TERANG DIPERSILAKAN HADIR &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1760334770316745137?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1760334770316745137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1760334770316745137' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1760334770316745137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1760334770316745137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/ulang-tahun-yesus.html' title='Ulang Tahun Yesus'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4711513327628151384</id><published>2008-12-24T01:55:00.000+07:00</published><updated>2008-12-24T01:57:46.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mukjizat Natal</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/strong&gt;Lukas 2:8-20&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; 2 Korintus 5:17&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/strong&gt;1 Yohanes 1-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Natal 2004 adalah natal pertama saya di China (ketika studi di sana). Natal pertama tanpa keluarga; tanpa pohon Natal; tanpa kebaktian Natal; tanpa kartu Natal; tanpa lagu Natal; bahkan tanpa libur natal! Namun, di tengah keadaan demikian, saya justru menemukan makna Natal yang sejati. Pada tanggal 24 Desembersahabat saya dibaptis; dan saya berkesempatan melihat sebuah hidup yang sungguh diubahkan oleh Kristus. Sejak sahabat saya menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, ia telah banyak berubah—dari orang yang keras menjadi orang yang lembut hati; dari orang yang tak memiliki hubungan dengan Tuhan, menjadi orang yang bergaul erat dengan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu barulah saya sadar bahwa inilah arti Natal. Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa dan mengubah hidup mereka—menjadikan hidup yang tak berarti menjadi berarti. Demikian pula mukjizat Natal pertama yang dialami para gembala. Mereka hidup biasa-biasa saja, tetapi sebuah berita dari malaikat mengubahkan hidup mereka. “Telah lahir bagimu Juru Selamat” (ayat 11). Bukan bagi orang lain, tetapi bagimu. Mereka pun menemui bayi Yesus lalu pulang sambil memuji-muji Allah (ayat 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal tak akan berarti sebelum kita bertemu dengan Kristus. Dan, mukjizat natal adalah ketika seseorang tersesat dapat bertemu dengan Sang Juru Selamat—Juru Selamat yang lahir baginya. Sudahkah Anda mengalami Kristus lahir di hati Anda? Sudahkah Anda mengalami perubahan hidup karena-Nya? Jika belum, Dia rindu mela-kukannya hari ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;NATAL TERINDAH TERJADI KETIKA YESUS LAHIR DI HATI YANG HANCUR &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4711513327628151384?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4711513327628151384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4711513327628151384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4711513327628151384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4711513327628151384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/mukjizat-natal.html' title='Mukjizat Natal'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7799532495792602798</id><published>2008-12-23T05:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-23T05:28:51.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Fokus Natal</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_246439"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Matius 2:1-12&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini&lt;/b&gt;: Matius 2:11&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;2 Petrus 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu tengah menyusun daftar hadiah Natal buat para kerabat dan sahabat keluarga. Anaknya yang berumur tujuh tahun duduk di sampingnya dan asyik memerhatikan. “Nak, Ibu sudah menyusun daftar nama penerima hadiah Natal kita. Coba kamu lihat, apakah ada nama yang lupa Ibu tulis?” tanyanya. Si anak menyimak daftar nama yang ditulis ibunya dengan teliti. “Ibu lupa mencatumkan nama Yesus,” sahutnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya sangat ironis ketika Natal tidak lagi berfokus pada Kristus. Bukankah Natal adalah peringatan akan hari kedatangan-Nya? Sayangnya, yang kerap terjadi sekarang adalah orang-orang malah sibuk dengan kepentingan dan kesenangannya sendiri, sehingga pertanyaan yang muncul bukan, “Apa yang bisa aku berikan buat Sang Bayi Kudus?”, melainkan, “Hadiah apa yang akan aku dapat? Mau shopping ke mana? Bisnis apa lagi yang bisa aku garap?”. Fokusnya adalah “aku”, bukan Kristus.Di gereja pun demikian. Orang begitu sibuk dengan berbagai persiapan acara, hingga tidak jarang orang saling berkelahi. Kita lupa untuk duduk tenang dan bertanya, “Apakah memang ini yang Kristus inginkan sebagai peringatan atas kelahiran-Nya?” Tidak heran kalau kemudian Natal berlalu tanpa makna. Hanya sebuah rutinitas. Tidak mengubah atau memperbarui apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita kembali membaca kisah para Majus. Mereka datang ke Betlehem dari negeri yang jauh; melewati berbagai rintangan dan bahaya; membawa hadiah-hadiah bermakna untuk Kristus. Fokus mereka adalah: menyembah Kristus, bukan menuruti keinginan atau kepentingan sendiri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;NATAL HARUS BERFOKUS PADA KRISTUS SEBAB NATAL ADALAH PESTA-NYA, BUKAN PESTA KITA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7799532495792602798?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7799532495792602798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7799532495792602798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7799532495792602798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7799532495792602798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/fokus-natal.html' title='Fokus Natal'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5075693180842028861</id><published>2008-12-22T05:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-22T05:41:13.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Bangku Natal</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_360510"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Roma 15:1-6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Markus 10:45&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 1 Petrus 1-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tengah menempuh studi di China, seorang sahabat menceritakan sebuah pengalaman malam Natal di suatu gereja rumah. Sebelum Natal, pendeta di ge-reja itu mengingatkan jemaat untuk mengundang sebanyak mungkin keluarga dan teman yang belum percaya, agar hadir dalam kebaktian malam Natal. Saat Natal tiba, rumah tempat mereka mengadakan ibadah dibanjiri banyak orang. Sebagian besar dari mereka baru pertama kali beribadah di gereja. Karena banyak sekali yang datang, bangku yang tersedia tidak mencukupi. Tanpa perlu dikomando, beberapa jemaat yang melihat hal itu segera memberikan bangku mereka. Lalu mereka masuk ke kamar dan berdoa supaya orang yang duduk di bangku mereka mendengar Injil dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kisah itu, saya ingat kata Paulus dalam surat Filipi. Bahwa Kristus, sekalipun setara dengan Allah, rela mengosongkan diri-Nya (Filipi 2:7) ketika datang ke dunia ini. Dia merelakan hak yang sesungguhnya patut Dia nikmati. Dia tidak hendak dilayani, tetapi hendak melayani dan memberikan nyawa-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Kerap kali Natal kita buat semegah dan semeriah mungkin demi kepuasan diri. Mungkin kita menyisihkan uang untuk kegiatan sosial, tetapi terkadang itu hanya embel-embel dan bukan inti acara Natal. Ini saatnya kita kembali ke berita Natal, yaitu meneladani Allah yang memberi. Merelakan hak-hak kita, agar orang lain dimudahkan untuk mengenal Tuhan. Kita dapat segera memulainya, bahkan dari hal kecil seperti berbagi bangku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;ANTARKAN SESAMA UNTUK MENGENAL ALLAH LEWAT SEGALA CARA YANG DAPAT KITA UPAYAKAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5075693180842028861?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5075693180842028861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5075693180842028861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5075693180842028861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5075693180842028861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/bangku-natal.html' title='Bangku Natal'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4817908471263582964</id><published>2008-12-19T05:05:00.000+07:00</published><updated>2008-12-19T05:09:24.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>”Setrum” yang Menyenangka</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_245607"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Lukas 1:39-45&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Lukas 1:44&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Ibrani 11-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesedihan dan kegembiraan itu menular. Apabila Anda sedih, orang di sekitar Anda dapat merasakannya. Bahkan mereka bisa ikut sedih. Sebaliknya, jika Anda bergembira, suasana hati Anda akan memendar hangat, sehingga terasa oleh orang lain. Bahkan bisa menghangatkan hati mereka juga. Jadi bukan hanya penyakit, pengalaman rasa dalam diri manusia dapat menular. Lalu, bagaimana dengan pengalaman batin? Bisakah itu menular? Tentu saja! Bila batin seseorang damai, maka kedamaian itu akan memancar lembut di mata, wajah, dan seluruh tubuhnya. Siapa pun yang berhubungan dengannya, sedikit banyak akan “tersetrum” damainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu ketika, Maria mengunjungi Elisabet untuk meneguhkan hatinya sehubungan dengan pernyataan malaikat Gabriel (ayat 36). Saat mereka berjumpa, Elisabet merasa-kan “setrum”—anak dalam rahimnya melonjak dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus (ayat 41). Bahkan ia dapat berkata, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (ayat 43). Padahal Kitab Suci tidak mengatakan bahwa malaikat juga menyampaikan pesan itu kepada Elisabet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi juga bisa terasa seperti “setrum” yang menyenangkan. Dan itu bisa Anda bagikan kepada dunia. Namun, tak usah merasa gagal bila tak ada orang yang menyatakannya, sebab hal ini memang tak menuntut pengakuan. Rasakan, hayati, dan nikmati setrum perjumpaan dengan Tuhan sebagai penguatan bagi diri Anda. Dan orang-orang yang murni hatinya, seperti Maria dan Elisabet, dengan sendirinya akan “saling setrum”. Semoga kita juga&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;ALLAH MENYALURKAN KEHANGATAN KASIH-NYA AGAR KITA MENERUSKANNYA KEPADA DUNIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4817908471263582964?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4817908471263582964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4817908471263582964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4817908471263582964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4817908471263582964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/setrum-yang-menyenangka.html' title='”Setrum” yang Menyenangka'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2956087404325987815</id><published>2008-12-18T05:46:00.000+07:00</published><updated>2008-12-18T05:49:12.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Inkarnasi, Sumber Inspira</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Filipi 2:1-11&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Filipi 2:7&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Ibrani 8-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; Apa kesamaan Fransiskus Asisi, Ibu Teresa, dan Romo Mangun? Salah satu hal yang paling menonjol dari ketiganya adalah mereka rela meninggalkan kenyamanan hidup untuk tinggal dan melayani orang-orang miskin; baik di Eropa berabad-abad yang lalu, di India, maupun di Indonesia. Kita percaya mereka melakukannya karena iman kepada Kristus. Kita pun percaya inspirasi mereka datang dari peristiwa dua ribu tahun lalu, pada suatu malam di Betlehem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malam itu, Allah Pencipta dan Penguasa semesta meninggalkan segala kemuliaan-Nya, berinkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Bukan dalam rupa seorang raja, bangsawan, atau orang terhormat, melainkan sebagai anak dari sepasang wong cilik (rakyat jelata), yang bahkan tak sanggup menyewa tempat untuk melahirkan bayi dengan layak (Lukas 2:7). Paulus menggambarkan peristiwa ini dengan kalimat: “Dia mengosongkan diri-Nya” (ayat 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peristiwa inkarnasi Allah menjadi manusia biasa memang patut dikagumi dan disyukuri. Namun tak hanya itu, peristiwa ini mesti menginspirasi dan menggerakkan kita untuk melayani orang lain, seperti ketiga tokoh di atas. Mereka bersedia keluar dari kenyamanan; untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Ada begitu banyak orang di sekitar kita dan di dunia ini yang menderita; baik secara fisik, mental, atau spiritual. Mereka memerlukan makanan, pakaian, dan perawatan. Mereka perlu dihibur, ditemani, dan dikasihi. Terlebih mereka perlu mendengar Injil. Tuhan telah memulai. Kini giliran kita yang hidup pada zaman ini untuk meneruskannya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;ALLAH TELAH MENELADANKAN PENGOSONGAN DIRI AGAR KITA PUN MENGOSONGKAN DIRI UNTUK MELAYANI &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2956087404325987815?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2956087404325987815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2956087404325987815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2956087404325987815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2956087404325987815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/inkarnasi-sumber-inspira.html' title='Inkarnasi, Sumber Inspira'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-894406130227150317</id><published>2008-12-17T06:19:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T06:22:06.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Obat dalam Luka</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_245158"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  2 Korintus 1:3-11&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini&lt;/b&gt;: 2 Korintus 1:6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/b&gt;: Ibrani 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang memiliki ilmu kebal; yang tak mem-pan ditembus senjata tajam, bahkan peluru? Mungkin pernah. Namun, adakah orang yang kebal terhadap penderitaan? Selama punya rasa dan hati, orang tidak dapat kebal dari kesesakan hidup. Akan tetapi, penderitaan yang berat belum tentu “menggilas” manusia. Mari cermati pesan Paulus tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengawali suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus berkata bahwa Allah telah menghiburnya dalam penderitaan. Ya, ia memang sedang harus menanggung keseng-saraan Kristus ketika surat ini ditulis (ayat 5). Namun, saat ia mengalami penderitaan berat, ada juga penghiburan yang besar. Bahkan penderitaan itu pada gilirannya justru menjadi penghiburan. Inilah pesannya; di tengah impitan beban hidup, kita mesti membuka hati untuk merasakan penguatan Allah. Dan ada satu kenyataan ilahi yang memampukan kita untuk menghadapi segala beban hidup, yakni bahwa Allah kita sungguh berkuasa, bahkan dapat membangkitkan orang mati (ayat 9). Hal ini terbukti melalui peristiwa kebangkitan Kristus. Dan itulah pengharapan Paulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika kita menghadapi beban hidup bersama-sama dengan Allah, maka sebuah “luka” pun dapat berubah menjadi “obat”. Bagaimana tidak? Penderitaan yang kita alami akan membuat kita memiliki pengalaman iman dengan Tuhan. Melalui hal itu, kita pun dikuatkan untuk tetap tegar di tengah badai. Dan pada gilirannya, orang yang kuat akan dapat meneguhkan orang lain. Bukan dengan penghiburan yang klise, tetapi penghiburan yang berdasarkan pengalaman nyata&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PENDERITAAN BERAT YANG DIOLAH DENGAN TEPAT DAPAT MENJADI OBAT ROHANI YANG MANTAP &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-894406130227150317?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/894406130227150317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=894406130227150317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/894406130227150317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/894406130227150317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/obat-dalam-luka.html' title='Obat dalam Luka'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4071276662964276985</id><published>2008-12-16T06:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-16T06:40:18.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kejutan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  1 Samuel 17:40-50&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; 1 Samuel 17:50&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Ibrani 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kejutan sesuatu yang tidak terduga; diduga tidak terjadi malah itu yang terjadi, disangka terjadi malah tidak terjadi. Dalam permainan sepak bola kejutan kerap terjadi; di mana kesebelasan yang semula dianggap lemah, tidak punya peluang menang, tetapi malah keluar sebagai pemenang. Salah satu contoh adalah ketika Piala Eropa tahun 2004. Sejak awal yang dijagokan menjadi juara adalah negara raksasa sepak bola macam Jerman, Italia, Prancis, dan Belanda. Namun, yang kemudian menjadi juara justru Yunani, negara yang sama sekali tidak diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peristiwa Daud mengalahkan Goliat juga kejutan. Betapa tidak, siapa yang men-duga si penjaga ternak, “anak ingusan”, sanggup mengalahkan prajurit profesional yang sangat ditakuti seperti Goliat. Namun itulah yang terjadi. Sejarah mencatat demikian. Kita bisa membayangkan ketika tubuh raksasa Goliat itu tumbang dihantam “ketapel” Daud, para prajurit kedua pihak yang menyaksikan hanya bisa melongo. Terhenyak dan terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fenomena kejutan ini kiranya mengingatkan kita; kalau kita sedang berada “di atas angin”, hidup bergelimang sukses dan kejayaan, hati-hati, jangan lupa diri. Jangan takabur. Sebab bisa saja dalam sekejap semua itu amblas tak berbekas. Maka mawas diri itu penting. Bagaimana pun kita tetaplah makhluk yang terbatas. Sebaliknya, kalau kita berada “di bawah angin”, hidup kita terus berkubang kegagalan dan diremehkan, jangan putus asa, teruslah berusaha. Lakukan yang terbaik. Kejutan selalu bisa terjadi kapan saja, dan dengan cara apa saja. Seperti Daud ketika mengalahkan Goliat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Mawas dirilah di tengah kegembiraan dan jangan kecil hati di tengah kepedihan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4071276662964276985?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4071276662964276985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4071276662964276985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4071276662964276985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4071276662964276985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/kejutan.html' title='Kejutan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1749522447440569224</id><published>2008-12-15T08:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T08:32:53.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Buah Ketekunan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Yakobus 1:1-8&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Amsal 24:16&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Titus 1-3; Filemon 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pada tahun 1850-an, Levi Strauss mengadu nasib ke Kalifornia untuk menambang emas. Hasilnya tak seberapa banyak, tetapi ia tidak putus asa. Ia lantas mencari usaha sampingan dengan membuat bahan kain keras (jeans) untuk tenda atau penutup mobil. Teman kerjanya berkomentar: “Mengapa kamu tidak membuat celana dari bahan ini?” orang itu menjelaskan bahwa para penambang perlu celana dari bahan kain yang kuat. Strauss setuju. Ia pun membuat celana bagi para penambang emas. Hal ini menjadi langkah awal ia mendapatkan “emas”. Celana berbahan jeans itu disukai banyak orang, bahkan menjadi populer sampai ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam hidup ini, kita tidak dapat menghindari kegagalan, kesusahan, pencobaan, atau ujian. Namun, kita dapat menyikapinya secara berbeda. Jika disikapi dengan keputusasaan, masa sulit akan melumpuhkan semangat hidup. Membuat kita menjadi pecundang. Sebaliknya, jika disikapi dengan ketekunan, masa sulit bisa dianggap sebagai “suatu kebahagiaan” (ayat 2). Mengapa? Karena melaluinya kita ditempa menjadi lebih dewasa dan berpengalaman. Apakah ketekunan itu? Sikap pantang menyerah dan terus berusaha melakukan yang terbaik di saat terburuk. Ketekunan membentuk orang menjadi tahan banting; pandai melihat peluang di tengah penghalang. Dan, buahnya adalah keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apakah Anda tengah melalui masa sulit? Kegagalan bisnis, keretakan hubungan, sakit-penyakit, sampai ujian iman. Apakah pencobaan dan kegagalan membuat Anda patah semangat atau pesimis? Ayo bangkit lagi! Mintalah hikmat kepada Tuhan agar bisa tetap bertahan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;KEPUTUSASAAN MELUMPUHKAN KETEKUNAN MEMAMPUKAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1749522447440569224?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1749522447440569224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1749522447440569224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1749522447440569224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1749522447440569224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/buah-ketekunan.html' title='Buah Ketekunan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-3742656784517439304</id><published>2008-12-14T10:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T10:33:32.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Melampaui Hukum</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_357716"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Galatia 2:15-21&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Galatia 2:16&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 2 Timotius 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Saat sekolah, kita mungkin pernah dihukum karena melanggar aturan. Aturan me-mang diperlukan, tetapi juga mengandung bahaya, yakni jika diterapkan menjadi pemu-tlakan yang kaku. Jika hidup beriman hanya berisi aturan dan hukuman, dapatkah kita merasakan indahnya pengampunan dan cinta kasih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam Galatia 2:15-21, Paulus hendak meluruskan pemahaman yang keliru, yang memaksa orang kristiani non-Yahudi untuk menerima hukum Taurat sebagai syarat mengikut Yesus. Paulus menyatakan bahwa Taurat tidak dapat membenarkan orang. Sebaliknya, Taurat cenderung mengungkung dan membebani manusia karena tak mungkin mampu memenuhinya. Sementara itu, iman kepada Kristus justru membenarkan orang berdosa. Siapa pun dapat dibenarkan oleh karya Kristus (ayat 16). Lantas, ada yang mengatakan bahwa manusia boleh terus berkubang dalam dosa karena toh Kristus akan memberi pembenaran. Paulus menolak pendapat ini, sebab dibenarkan dalam iman berarti dijadikan benar, bukan dipersilakan berbuat yang tidak benar. Dan, siapa pun yang beriman mesti menunjukkan gaya hidup yang berpadanan dengan pembenaran yang telah ia terima dari Tuhan. Orang yang terus berbuat dosa berarti belum sungguh-sungguh memahami makna pembenaran. Ia hanya mau memetik manfaat dari Kristus, tetapi tak beriman kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beriman bukan sekadar ucapan mulut. Beriman adalah soal hidup yang nyata. Karena itu Paulus berkata: “Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku”. Itulah sebabnya kita perlu menjaga hidup batin dan bersukacita senantiasa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;BILA KRISTUS TELAH MEMERDEKAKAN JANGAN LAGI MENYENTUH BELENGGU YANG TELAH DILEPASKAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-3742656784517439304?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/3742656784517439304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=3742656784517439304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3742656784517439304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3742656784517439304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/melampaui-hukum.html' title='Melampaui Hukum'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4286026459462901879</id><published>2008-12-12T05:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T05:18:27.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mengenali SuaraNya</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_357027"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Yohanes 10:1-10&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Yohanes 10:4&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 1 Timotius 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Para murid sekolah di Inggris dilarang menyalakan nada dering telepon genggam di kelas. Namun, mereka tidak habis akal. Mereka memasang ringtone yang disebut “suara nyamuk”, yaitu nada dengan frekuensi tinggi yang tidak bisa didengar oleh telinga orang dewasa. Para guru pun tak bisa mendengar suaranya. Namun, para murid dapat mendengarnya, sehingga bisa berkirim SMS dengan leluasa. Rupanya setelah berusia 25 tahun ke atas, ada bulu-bulu halus di dalam telinga manusia yang menua atau rusak. Itu sebabnya telinga orang dewasa tak lagi dapat mendengar suara dengan frekuensi tinggi (di atas 16 KHz) seperti telinga anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai gembala yang baik dan para murid adalah domba milik-Nya. Ada ikatan batin antara gembala dan domba. Gembala di Israel biasanya memberi nama tiap dombanya dan memanggil nama mereka dengan nada khas. Jika malam tiba, setelah semua domba masuk kandang, sang gembala tidur di pintu masuk. Ia menjadi pintu—tameng untuk melindungi domba dari serangan musuh. Kedekatan ini membuahkan kepekaan. Domba-domba mampu mengenali dan membedakan suara gembalanya. Jika gembala asing memanggil, mereka tak bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar kita ada banyak suara. Kadang sulit membedakan mana suara yang benar dan mana yang sesat; mana kehendak Tuhan, mana bukan kehendak Tuhan. Untuk melatih kepekaan, kita perlu membangun persekutuan dengan Tuhan melalui disiplin doa dan firman. Kalau kita ingin terus mengenali suara-Nya, jangan mengabaikan disiplin rohani ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;TANPA DOA DAN FIRMAN ANDA AKAN KEHILANGAN KEPEKAAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4286026459462901879?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4286026459462901879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4286026459462901879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4286026459462901879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4286026459462901879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/mengenali-suaranya.html' title='Mengenali SuaraNya'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6673827612076119791</id><published>2008-12-11T06:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T06:32:10.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tanggung jawab pribadi</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_243437"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; 1 Samuel 24:1-14&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Mazmur 119:30&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;2 Tesalonika 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Salah satu kejahatan paling berbahaya di dunia ini adalah mengabsahkan sebuah tindakan atas nama Tuhan. Termasuk jika tindakan itu memperdaya, melukai, meneror, atau bahkan menghabisi nyawa sesama. Orang suka menyembunyikan keinginan dan ambisi pribadinya di balik topeng “kehendak Tuhan” atau “perintah suci agama”, sambil menghalalkan cara-cara tak bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Daud di En-Gedi menerangi pemahaman kita. Kesempatan dan semua faktor pendukung begitu terbuka untuk menghentikan sumber ancaman bagi dirinya. Saat itu Saul sedang lengah. Dengan satu kali kibasan pedang, selesai! Tak ada penghalang. Daud benar-benar bebas melakukannya. Bahkan keyakinan imannya sendiri mengatakan, “Tuhan sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku” (ayat 11). Artinya, jika Daud melakukannya pun, ia dapat membenarkan diri dengan alasan “Tuhan memang berkenan”. Tetapi, ia memilih untuk tidak melakukannya. Ia memilih untuk tidak mencemari tangannya dengan darah orang yang diurapi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk dengan kehendak-bebas, tetapi sekaligus juga dengan tanggung jawab yang menyertai. Jadi, jangan gampang-gampang mengatakan “ini kehendak Tuhan”. Sebab andaikan bagi kita tampaknya Tuhan memang menghendaki, karena kesempatannya begitu terbuka, keputusan untuk melakukannya atau tidak masih tetap ada di tangan kita. Pertimbangan dan keputusan moralnya ada di pundak kita. Tuhan tidak menghendaki kita melepaskan diri dari tanggung jawab pribadi atas keputusan moral kita. Apalagi dengan cara “melemparkan” tanggung jawab itu kepada-Nya, dengan dalih “Tuhan menghendaki”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JANGAN MENGGUNAKAN DALIH KEHENDAK TUHAN UNTUK MENGHINDARI TANGGUNG JAWAB PRIBADI KITA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6673827612076119791?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6673827612076119791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6673827612076119791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6673827612076119791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6673827612076119791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/tanggung-jawab-pribadi.html' title='Tanggung jawab pribadi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4978938344936774851</id><published>2008-12-10T01:18:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T02:25:34.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Upah yang adil</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_243103"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Matius 20:1-16&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Matius 20:16&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 1 Tesalonika 4-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Umumnya orang berpendapat bahwa banyak bekerja tentu akan banyak mendapat; banyak berprestasi pasti juga banyak mendapat. Firman Tuhan hari ini barangkali akan membuat kita bertanya, “Apakah Tuhan adil?” Dia memberi upah yang sama untuk jerih payah yang berbeda. Mengapa Yesus berkata demikian? Apakah pantas? Sebuah pernyataan yang sulit dipahami secara konkret, meski kalimatnya jelas dan lugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada dua penjelasan mengenai hal ini. Pertama, itu tak adil menurut kita karena kita berfokus pada upah—bukan Sang Tuan yang kita layani. Bukankah motivasi kita dalam melayani semestinya untuk Sang Tuan? Fokusnya tak boleh pada diri sendiri, tetapi pada Sang Tuan. Sama seperti saat kita punya kesempatan melayani seorang raja, bukankah itu merupakan suatu kebanggaan yang tak ternilai? Berpijak pada pandangan tersebut, kita akan memahami bahwa upah bukanlah hal yang terutama; bukan pada apa yang kita dapat, tetapi pada yang bisa kita beri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, apabila kita protes, bukankah itu tandanya kita merasa iri hati? (ayat 15). Seperti perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32)—ketika si sulung memprotes kemurahan hati sang ayah kepada adiknya. Si sulung merasa ayahnya berlaku tidak adil karena ia sudah setia dan bekerja keras. Kita adalah manusia berdosa yang telah diselamatkan Tuhan dari sengat maut. Itu sebabnya Tuhan berhak atas hidup kita sepenuhnya, berhak memberikan apa pun yang pantas dan perlu kita peroleh. Baiklah kita fokus pada apa yang harus kita kerjakan dan berikan, bukan pada apa yang bisa kita peroleh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;BERIKANLAH YANG TERBAIK KEPADA TUHAN DAN SESAMA TANPA IRI HATI, TETAPI ATAS DASAR KASIH &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4978938344936774851?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4978938344936774851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4978938344936774851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4978938344936774851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4978938344936774851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/upah-yang-adil.html' title='Upah yang adil'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4925592117062970816</id><published>2008-12-07T06:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-07T06:47:13.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Terima Kasih</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Lukas 17:11-19&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Lukas 17:17&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Filipi 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Terima kasih adalah kata-kata yang sederhana, tetapi betapa kerap orang sulit mengucapkannya. Mari kita hitung, selama seminggu ini berapa banyak kita menerima kebaikan orang lain? Tidak hanya untuk hal-hal besar, tetapi juga untuk hal-hal sederhana. Misalnya, istri yang menyeduhkan kopi, suami yang pulang dari kantor membawakan makanan kesukaan, anak yang telah menolong mengambilkan sesuatu. Atau juga orang-orang yang dengan pekerjaannya telah membantu kita; tukang sampah yang setiap hari mengangkut sampah dari rumah kita, sopir taksi yang mengantarkan kita ke tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bandingkan dengan berapa kali dalam minggu yang sama kita mengucapkan “terima kasih”. Jangan-jangan cuma “sembilan berbanding satu”. Artinya, dari sepuluh kali kita menerima kebaikan orang lain, hanya satu kali kita menyatakan rasa terima kasih. Seperti yang ditunjukkan dalam bacaan kita; dari sepuluh orang kusta yang Tuhan Yesus sembuhkan, hanya satu yang kembali untuk berterima kasih. Secara jelas Lukas menyebut orang yang tahu berterima kasih itu adalah orang Samaria (ayat 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Waktu itu orang Samaria dipandang masyarakat sebagai kalangan rendah, kaum sepele, kelompok yang tidak berbudaya, bukan bangsa pilihan. Dengan sengaja menyebut orang Samaria yang kembali untuk menyatakan rasa terima kasihnya kepada Tuhan Yesus, Lukas seolah-olah hendak mengatakan bahwa justru orang yang dianggap rendah oleh kebanyakan orang itulah yang tahu berterima kasih. Semoga kita termasuk orang yang tahu berterima kasih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;TAHU BERTERIMA KASIH ITU BAGIAN DARI KARAKTER ORANG BERIMAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4925592117062970816?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4925592117062970816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4925592117062970816' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4925592117062970816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4925592117062970816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/terima-kasih.html' title='Terima Kasih'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8863206183335828032</id><published>2008-12-04T04:02:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T04:38:30.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Rp 3.000,-</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_354447"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Matius 18:21-35&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini&lt;/b&gt;: Matius 18:27&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Galatia 4-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu siang yang panas, saya pulang dari mengajar. Mulanya saya berencana naik angkot, tetapi tak ada yang lewat. Akhirnya saya memilih naik bajaj. Begitu saya turun, tukang bajaj meminta ongkos dua kali lipat dari biasa. Saya bersikeras membayar dengan harga biasa, tetapi ia juga bersikeras. Jadi saya mesti membayar Rp3.000,00 lebih mahal. Saya kesal karena merasa ditipu. Namun Tuhan mengingatkan, “Pantaskah kamu kesal karena uang Rp3.000,00?” Saya pikir rugi juga marah karena hal sepele. Namun, tak berhenti di situ. Tuhan mengingatkan saya lagi untuk mengampuni orang tadi. Dalam hati saya tidak terima, karena saya yang dirugikan. Orang itu juga tidak minta maaf. Apa saya mesti mengampuninya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 18:21-35 mencatat pengajaran Yesus mengenai pengampunan. Seorang hamba tak mampu membayar utangnya yang besar kepada raja dan meminta waktu untuk melunasinya (ayat 26). Sang raja, dengan penuh belas kasihan membebaskan dan menghapus utangnya (ayat 27). Sayang, si hamba—yang sudah menerima belas kasihan, tidak menunjukkan belas kasihan pada sesamanya. Karena itu raja murka dan menghukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebetulnya seperti hamba yang berutang banyak. Bapa tidak menuntut kita membayar utang dosa kita yang begitu besar. Dia justru membebaskan kita. Akan tetapi, kita kerap tidak menyadari pengampunan yang sudah kita terima. Kita masih sering tak mau mengampuni saat ada orang yang bersalah, menipu, dan menyakiti kita. Sekalipun orang lain tak pernah meminta maaf, ingatlah Allah sudah menyatakan belas kasih-Nya kepada kita. Mari tunjukkan belas kasih pula kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;DOSA TERBESAR PUN SUDAH TUHAN HAPUSKAN KESALAHAN SEBESAR APAKAH YANG TAK DAPAT SAYA MAAFKAN? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8863206183335828032?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8863206183335828032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8863206183335828032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8863206183335828032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8863206183335828032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/rp-3000.html' title='Rp 3.000,-'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4440721619285036273</id><published>2008-12-03T05:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T05:18:07.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Anak Tuhan Petak Umpet</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini: &lt;/strong&gt; Matius 5:14-16&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Matius 5:16&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Galatia 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Hampir semua dari kita mengenal sebuah permainan anak-anak yang namanya petak umpet. Dalam permainan tersebut, setiap pemain harus bersembunyi sedemikian rupa hingga tak bisa ditemukan oleh pemain yang lainnya. Semakin pintar ia bersembunyi maka semakin hebatlah si pemain. Namun, tidak demikian dengan kekris-tenan. Orang kristiani tidak dipanggil untuk sembunyi, tetapi untuk tampil. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita adalah terang dunia. Terang itu harus tampak atau tampil, tidak boleh disembunyikan. Masalahnya apa yang harus ditampilkan? Tuhan Yesus men-jelaskan lebih lanjut bahwa yang harus ditampilkan oleh orang kristiani bukan perhiasan salib yang menempel di kalung, mobil mewah, atau hal-hal yang berkenaan dengan materi, melainkan kebaikan hati atau perbuatan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Menampilkan perbuatan baik bukanlah untuk pamer supaya orang lain melihat kita baik dan dermawan, melainkan kemuliaan Tuhanlah tujuannya. Dalam ayat 16 dikatakan dengan jelas “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga”. Perkataan ini dengan jelas menyatakan bahwa kita melakukan perbuatan baik bukan untuk kemuliaan diri, melainkan untuk kemuliaan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Banyak orang kristiani dikenal baik hanya ketika ia di gereja. Namun, tidak demikian jikalau ia berada di luar gereja. Itulah sebabnya mengapa golongan ini disebut golongan anak Tuhan petak umpet. Kehadirannya sebagai terang tidak tampak karena ia bersem-bunyi dengan baik. Padahal yang Tuhan Yesus inginkan adalah terang itu tampak dan diketahui banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan letakkan terang di bawah gantang Tetapi di atas kaki dian &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4440721619285036273?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4440721619285036273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4440721619285036273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4440721619285036273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4440721619285036273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/anak-tuhan-petak-umpet.html' title='Anak Tuhan Petak Umpet'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2573007573822013156</id><published>2008-12-02T00:55:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T00:57:44.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Penggorengan</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_352785"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini&lt;/b&gt;:  Yohanes 14:11-14&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini&lt;/b&gt;: Yohanes 14:12&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 2 Korintus 11-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seseorang memerhatikan nelayan yang menangkap ikan besar, tetapi membu-angnya lagi ke air. Ia mendekati si nelayan dan bertanya, “Mengapa ikan-ikan itu engkau buang lagi?” Orang itu mengeluarkan sebuah penggorengan di perahunya dan berkata, “Lihat, penggorengan saya terlalu kecil, jadi yang saya perlukan ikan kecil saja.” Tak ter-bayangkan oleh si nelayan bahwa ia akan mendapat “ikan-ikan” besar, sehingga tidak disiapkannya sesuatu yang istimewa. Mungkin ia berpikir, mendapat ikan kecil saja sudah cukup, mengapa harus mengharap ikan besar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan itu, kita juga kerap membatasi karya Tuhan dengan pola pikir kita yang sempit. Kadang Tuhan ingin melakukan perkara besar dan dahsyat dalam hidup kita. Namun, kita berkata, “Ah, tidak mungkin saya bisa melakukannya. Mana mungkin Allah mau memakai orang sederhana seperti saya?” Dan masih banyak kalimat pesimis lain yang kita ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar murid Tuhan Yesus adalah orang sederhana. Namun, Allah bisa bekerja lewat mereka dengan dahsyat. Mungkin tak pernah terlintas di benak Petrus, Yohanes, dan Yakobus, bahwa mereka dapat mengadakan banyak mukjizat, seperti Tuhan Yesus. Tuhan pernah berkata, barangsiapa percaya kepada-Nya, ia juga akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan lebih besar dari itu! Namun, mengapa sampai kini kita belum pernah melakukan perkara yang besar? Mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri, seberapa besar “penggorengan” yang kita siapkan. Kalau kita benar-benar percaya dan tidak membatasi karya Tuhan, kita akan segera melihat perkara-perkara besar dalam hidup kita. Gantilah “penggorengan” kita yang kecil. Jangan batasi kuasa Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;BESAR KECILNYA PERKARA YANG AKAN KITA ALAMI TERGANTUNG PADA BESAR KECILNYA ”PENGGORENGAN” YANG KITA SIAPKAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2573007573822013156?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2573007573822013156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2573007573822013156' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2573007573822013156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2573007573822013156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/penggorengan.html' title='Penggorengan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8397299298879821470</id><published>2008-12-01T04:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-01T05:03:40.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Usah Kau Lara Sendiri</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Ayub 2:11-13&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Roma 12:15&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; 2 Korintus 8-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Letakkanlah tanganmu di atas bahuku, biar terbagi beban itu dan tegar dirimu, di depan sana cahya kecil ‘tuk memandu, tak hilang arah kita berjalan menghadapinya ....” Demikian sepenggal syair lagu Usah Kau Lara Sendiri yang dinyanyikan Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya. Syair itu ditulis untuk para penderita AIDS. Menurut data Departemen Kesehatan, jumlah penderita AIDS di Indonesia saat ini telah lebih dari 11.000 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Uluran simpati dan empati bagi seseorang yang tengah menanggung beban hidup sangat berat ibarat secangkir air di padang gersang; sangat menyejukkan dan menguatkan. Ayub tentunya merasakan hal demikian. Ketika berada di tengah pende-ritaan yang begitu hebat, para sahabatnya—Elifas, Bildad, dan Zofar—datang memberi penghiburan (ayat 11). Mereka duduk bersamanya dan berkabung atas apa yang diala-minya (ayat 13). Sebaliknya, jika rasa simpati dan empati itu hilang, beban hidup terasa berat berkali-kali lipat. Pada 1993, seorang pria pengidap HIV di Kalifornia meninggal. Namun, ternyata bukan virus itu yang menyebabkan kematiannya. Ia meninggal gara-gara gangguan syaraf akibat perasaan tertekan karena teman-teman dan keluarga menjauhi-nya. Ia merasa sangat kesepian; tak punya tempat untuk mengadu dan berbagi beban. Rasa tidak diperhatikan dan ditinggalkan ternyata jauh lebih berbahaya dari virus HIV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Kita diingatkan bahwa masih banyak saudara kita yang memerlukan uluran simpati dan empati. Mereka mendambakan bahu sebagai tempat berbagi beban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;DUNIA YANG SURAM DAN MURAM AKAN MENJADI CERAH jika SETIAP KITA MAU BERBAGI SIMPATI DAN EMPATI &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8397299298879821470?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8397299298879821470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8397299298879821470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8397299298879821470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8397299298879821470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/12/usah-kau-lara-sendiri.html' title='Usah Kau Lara Sendiri'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-567993653691120820</id><published>2008-11-29T04:18:00.000+07:00</published><updated>2008-11-29T04:19:40.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tujuan Berpakaian</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_351046"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Kejadian 3:9-21&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Kejadian 3:21&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;2 Korintus 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pakaian adalah bagian dari budaya manusia di seluruh dunia. Tak heran bila pameran model baju menjadi industri yang luar biasa besar. Cara manusia berpakaian pun berevolusi. Khususnya sejak abad ke-20. Sebelumnya, hampir tak ada orang yang berani memakai bikini. Namun sesudah masa itu, khususnya setelah filosofi kebebasan dikumandangkan di Barat, cara orang berpakaian berubah total. Banyak orang berpakaian “seadanya” dan menyebutnya mode. Orang kristiani pun tidak luput menggunakan pakaian seadanya ketika pergi ke gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mungkin kita tak pernah merenungkan, apa tujuan Tuhan memberi kita pakaian. Kejadian 3:21 memberikan dasar penting tentang alasan adanya pakaian. Tuhan mengorbankan binatang, dan memberikan kulitnya untuk menutupi ketelanjangan manusia. Ketika manusia berdosa, Tuhan berinisiatif menolong. Sekilas, hal pakaian mungkin merupakan topik yang terlalu biasa dalam hidup sehari-hari. Namun, cara kita berpakaian secara tak langsung menunjukkan apresiasi kita kepada Allah yang penuh kasih, yang tak mau kita dipermalukan karena dosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai orang kristiani, kebanyakan kita tidak terlalu memusingkan cara berpakaian di zaman ini, karena budaya populer seakan-akan lebih menguasai kita. Mari perhatikan bagaimana kita berpakaian. Adakah Anda merasa rendah diri karena pakaian yang sederhana? Tidak perlu. Apakah Anda menjadi sombong karena bisa membeli pakaian mahal? Jangan lupakan tujuan Tuhan memberi kita pakaian. Berpakaianlah secara pantas, sehingga melaluinya kita te-rus diingatkan bahwa Tuhan memberikannya demi menutupi keberdosaan kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;BERPAKAIANLAH DENGAN PANTAS SEBAGAI RASA SYUKUR BAHWA TUHAN TELAH MENUTUPI SALAH DAN BOBROKNYA KITA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-567993653691120820?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/567993653691120820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=567993653691120820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/567993653691120820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/567993653691120820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/tujuan-berpakaian.html' title='Tujuan Berpakaian'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2551781241944041830</id><published>2008-11-28T04:40:00.000+07:00</published><updated>2008-11-28T04:43:31.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Keong Mas</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_1068804"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Lukas 19:1-10&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Lukas 19:5&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;1 Korintus 14-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Keong mas adalah salah satu jenis hama padi yang sering merugikan para petani di Indonesia. Tak heran binatang ini dibenci banyak orang. Namun ternyata jika diolah dengan benar, keong mas punya potensi untuk diubah dari hama yang merugikan menjadi bahan makanan berprotein tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hampir seperti keong mas yang dibenci para petani, Zakheus adalah seseo-rang yang tidak disukai masyarakat. Ia dianggap telah merugikan masyarakat dengan cukai yang ia tarik. Tak heran orang-orang menjauhi Zakheus, bahkan mengecapnya sebagai seorang pendosa (ayat 7). Akan tetapi bagi Yesus, Zakheus adalah seseorang yang berpotensi untuk menjadi berkat bagi banyak orang jika “diolah” dengan benar. Karena itu Dia menyempatkan diri untuk mengunjungi Zakheus (ayat 5). Dan sentuhan Yesus ini berhasil mengubah Za-kheus secara drastis, sehingga ia berubah menjadi berkat bagi masyarakat (ayat 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam bergereja dan bermasyarakat, terkadang ada orang-orang yang seperti Zakheus. Sebetulnya mungkin mereka tidak pernah bermusuhan secara pribadi dengan kita. Hanya, cara hidup, cara berpikir, tingkah laku, karakter, atau sifat mereka sangat berbeda dengan kebanyakan orang. Jadi terkesan nyentrik dan menjengkelkan. Namun, acap kali orang-orang semacam ini memiliki potensi istimewa untuk menjadi berkat seperti Zakheus. Sebagai sesama mereka, yang perlu kita lakukan adalah melihat potensi itu dan menolong mereka untuk memunculkannya. Dan akhirnya, membimbing mereka untuk bertemu dengan Allah, yang berkuasa mengubahkan hidup&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGENALAN AKAN TUHAN SECARA PRIBADI MEMBUAT ORANG MENEMUKAN MAKNA DAN TUJUAN DIRI &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2551781241944041830?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2551781241944041830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2551781241944041830' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2551781241944041830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2551781241944041830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/keong-mas.html' title='Keong Mas'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2733368900987336942</id><published>2008-11-27T04:18:00.000+07:00</published><updated>2008-11-27T04:19:13.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Jangan Menindas</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_1067212"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  1 Raja-raja 21:1-19&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Mazmur 140:13&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 1 Korintus 11-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Theodor Seuss Geisel, pengarang buku cerita anak-anak terkenal, pernah menulis cerita tentang seekor kura-kura bernama Yertle. Yertle adalah raja kura-kura di sebuah kolam yang aman dan damai. Setiap hari ia duduk di takhtanya, yakni sebuah batu di tengah kolam. Suatu saat ia berpikir, andai takhtanya lebih tinggi, tentu ia dapat melihat banyak hal yang indah di luar kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yertle mendapat akal. Ia memerintahkan sembilan ekor kura-kura untuk saling menaiki punggung, sehingga tersusun tinggi ke atas. Lalu ia naik ke punggung kura-kura paling atas dan melihat pemandangan yang luas dari tempat tinggi. Mack, kura-kura yang berada paling bawah, mengeluh kesakitan. Namun, Yertle tidak peduli. Ia terus memerintah supaya jumlah tumpukan kura-kura ditambah. Sampai akhirnya, jumlah kura-kura yang bertumpuk adalah 5.816 ekor. Ketika itulah Mack bersendawa. Lalu bergoyanglah kura-kura lain di atasnya. Akibatnya, Yertle yang berada di ketinggian jatuh terperosok ke dalam lumpur dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah cerita di atas adalah, apabila kita memiliki kekuasaan; entah sebagai majikan di rumah, atasan di kantor, ataupun pejabat di pemerintahan—jangan mempergunakannya untuk menindas orang lain. Bisa-bisa kita sendiri yang menanggung akibatnya. Kekuasaan bukan warisan yang dapat digunakan seenaknya, tetapi titipan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Tuhan tidak suka dengan sikap para pemegang kekuasaan yang sewenang-wenang. Ingatlah bagaimana Dia sangat marah kepada Raja Ahab yang dengan kekuasaannya berbuat sewenang-wenang terhadap Nabot (ayat 19)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PARA PENINDAS AKAN MENUAI APA YANG DITABURNYA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2733368900987336942?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2733368900987336942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2733368900987336942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2733368900987336942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2733368900987336942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/jangan-menindas.html' title='Jangan Menindas'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-3191178365632815615</id><published>2008-11-26T04:44:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T05:00:29.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Diam dan tenanglah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini: &lt;/strong&gt; Markus 4:35-41&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Markus 4:41&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/strong&gt;1 Korintus 8-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angin topan merupakan salah satu peristiwa dahsyat di bumi kita. Siapa yang tidak takut jika angin topan terjadi? Perbedaan tekanan udara yang ekstrem menjadi penyebab munculnya angin topan. Bahkan para pengamat topan me-ngatakan bahwa energi dalam sebuah angin topan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan tenaga listrik di Amerika Serikat selama tiga sampai empat tahun. Begitu kuat dan dahsyat. Namun, kekuatan yang kita pandang begitu dahsyat itu nyatanya tak ada apa-apanya di hadapan Allah kita. Lihatlah, bagaimana Yesus cukup berkata, “Diam! Tenanglah!” (ayat 39), maka badai itu segera reda, air pun segera menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada “angin topan” masalah yang seolah-olah juga begitu besar menyerang kita, dan rasanya tak ada cukup daya yang kita miliki untuk menahannya. Barangkali berupa masalah kesehatan, pengkhianatan, impian yang hancur, dan sebagainya. Dalam kondisi demikian, kita mesti berhati-hati su-paya jangan dibutakan oleh kekecewaan hingga memercayai naluri atau ramalan. Kita juga harus menguatkan diri agar tidak terpaku dalam ketakutan, dan mengingat bahwa Yesus ada dalam perahu hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana topan tunduk kepada Allah kita, demikian pula setiap topan masalah kita pun pasti mampu Dia taklukkan. Berlindunglah di dalam Yesus. Dia akan memberi Anda kekuatan, sehingga Anda dapat bertahan di tengah badai sampai Dia meredakannya. Ketika Anda memercayai kuasa Allah, damai sejahtera-Nya akan menjauhkan Anda dari rasa panik; dan kuasa-Nya akan menyelamatkan Anda&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;DI HADAPAN ALLAH YANG BESAR TOPAN DAHSYAT PUN GENTAR&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-3191178365632815615?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/3191178365632815615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=3191178365632815615' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3191178365632815615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3191178365632815615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/diam-dan-tenanglah.html' title='Diam dan tenanglah'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2060460379219867117</id><published>2008-11-24T20:39:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T05:12:00.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Hadiah yang unik</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_348786"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  1 Korintus 12:1-11&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; 1 Korintus 12:4-6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; 1 KORINTUS 4-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Saya pernah mendapat hadiah unik berupa lima ratus keping puzzle. Tentu saja kado ini tidak siap pakai. Supaya bisa membentuk gambar yang indah, saya harus menyusun lima ratus kepingan itu di tempat yang tepat. Menyusunnya tidaklah mudah dan memakan waktu lama, sebab setiap keping itu tampak serupa walau sesungguhnya masing-masing unik. Baru setelah tersusun rapi, saya puas melihat gambar indah yang terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh Kudus memberi kita karunia. Kata “karunia” berarti kado atau hadiah. Kado itu “tidak siap pakai”. Roh Kudus sengaja memberi karunia yang berbeda-beda kepada setiap orang; yang satu diberi karunia bermain musik, yang lain diberi karunia mengajar, karunia berorganisasi, karunia kemurahan hati, dan sebagainya. Tak seorang pun punya karunia yang lengkap. Karunia itu tak dapat dipakai sendiri karena ia diberikan “untuk kepentingan bersama” (ayat 7). Jadi, setiap kita ini bagaikan sekeping puzzle. Tanpa orang lain, karunia yang kita da-patkan menjadi sia-sia. Karunia-karunia itu baru berfungsi ketika tiap-tiap orang mau hidup saling berbagi, saling mengisi, dan saling melayani di tengah jemaat. Pada saat itulah, jemaat akan disusun dengan rapi oleh Roh Kudus—dan membentuk gambar Kristus yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak dapat memaksa Roh Kudus untuk memberi karunia tertentu. Dia memberikannya “seperti yang dikehendaki-Nya” (ayat 11). Jadi, bersyukurlah atas karunia yang kita miliki. Lebih penting lagi, relakan diri untuk dibentuk dan ditempatkan Roh Kudus pada posisi yang tepat dalam jemaat. Izinkan Dia menguasai hidup kita—dan hal biasa pun bisa Dia buat menjadi luar biasa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KARUNIA ROH KUDUS TIDAK SIAP PAKAI SAMPAI KITA MEMBERI DIRI DIPAKAI OLEH-NYA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2060460379219867117?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2060460379219867117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2060460379219867117' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2060460379219867117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2060460379219867117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/hadiah-yang-unik.html' title='Hadiah yang unik'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4214996934684667911</id><published>2008-11-22T11:47:00.000+07:00</published><updated>2008-11-22T13:59:59.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Merosot</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_239013"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  2 Korintus 4:16-5:10&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; 2 Korintus 4:16&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; ROMA 10-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Usia tua tidak membuat semangat William Franklin Graham Jr. alias Billy Graham, surut. Di usia 70 tahun, ia masih melakukan perjalanan ke China dan Korea untuk berkhotbah. Ia juga terus menulis buku dan tampil di berbagai kegiatan pela-yanan. Padahal saat itu ia sudah mulai terserang penyakit Parkinson. Seiring waktu, penyakit lain seperti cairan dalam otak dan kanker prostat juga menyerangnya. Di usianya yang hampir 90 tahun sekarang, ia mengisi hidupnya dengan berdoa dan sesekali terlibat dalam kegiatan yayasan-nya. Menurutnya, usia tua dan penyakit bukanlah halangan bagi seseorang untuk berkarya dan bersyukur kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak selalu berada dalam kondisi tubuh yang sehat dan kuat. Akan ada saatnya di mana kondisi tubuh kita merosot, menjadi ringkih dan lemah. Bisa jadi penyakit yang mendera membuat kita tidak dapat melakukan aktivitas dengan maksimal. Atau, bisa juga usia yang beranjak tua membatasi kita untuk melakukan berbagai kegiatan. Dan, kita tidak dapat mengelak atau menolak proses alamiah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian, yang bisa kita lakukan adalah menjaga agar “tubuh batiniah” kita tidak ikut-ikutan merosot. Itulah yang Paulus lakukan. Walaupun manusia lahiriahnya semakin merosot, tetapi manusia batiniahnya terus diperbarui (ayat 16). Caranya adalah dengan selalu bersyukur dan berpengharapan; dengan memfokuskan hati dan pikiran pada hal-hal yang indah dalam hidup ini (ayat 18). Di dalam iman kepada Tuhan Yesus, selalu ada alasan untuk bersyukur dan berpengharapan. Bagaimanapun keadaan kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TUBUH JASMANIAH BOLEH MEROSOT NAMUN TUBUH BATINIAH HARUS TERUS MENANJAK &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4214996934684667911?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4214996934684667911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4214996934684667911' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4214996934684667911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4214996934684667911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/merosot.html' title='Merosot'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4233751941971785412</id><published>2008-11-19T05:10:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T05:11:40.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Makanan Busuk</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_345404"&gt;        &lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Bilangan 13:25-33; 14:1-10&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Amsal 15:30&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; ROMA 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dunia kita adalah dunia berita. Kabar bertebaran setiap hari. Lewat koran, ta-yangan televisi, situs internet, papan iklan, majalah, tabloid, dan penyampaian dari mulut ke mulut. Melalui kata, suara, gerak, gambar dan warna. Sayang, sedikit saja yang netral. Lebih banyak berita yang tersebar mengusung kepentingan-kepentingan dagang atau politik. Dan, masyarakat adalah sasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menjelang masuk ke Kanaan, umat Israel terpengaruh oleh kabar yang dibawa oleh para pengintai utusan Musa. Sebagian besar pengintai membawa kabar miring, sehingga umat menjadi takut. Berita yang mereka sampaikan bernada negatif dan umat menjadi korbannya. Ibarat makanan, mereka membawa “makanan busuk” yang bikin “diare”. Umat Israel jadi resah, takut, panik, lalu memberontak. Syukurlah, di antara para pengintai itu ada Yosua dan Kaleb. Mereka tampil menyampaikan berita yang membesarkan hati. Menghantar “makanan sehat” dengan “gizi” iman yang tinggi. Mengajak umat untuk berpaling kepada Tuhan dan bersandar penuh kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penelitian di negeri kita membuktikan bahwa berita yang paling banyak dikonsumsi masyarakat saat ini adalah infotainment yang gencar “menjual” gosip kehidupan para selebriti. Kedua, sinetron yang berbau dunia gaib. Itukah “makanan” kita sehari-hari? Sebagai anak Tuhan, mari perhatikan “makanan berita” yang kita santap. Saringlah berita yang kita dengar dan baca. Cermatilah tayangan yang kita tonton. Jangan menyantap “makanan basi” berupa kabar busuk yang merusak iman dan moral. Utamakan untuk menyantap “kabar baik” (Injil) sebagai “nutrisi bergizi” bagi jiwa kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KESEHATAN IMAN KITA TERGANTUNG PADA “MAKANAN” YANG KITA BERIKAN KEPADA JIWA KITA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4233751941971785412?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4233751941971785412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4233751941971785412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4233751941971785412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4233751941971785412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/makanan-busuk.html' title='Makanan Busuk'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-317354595794673573</id><published>2008-11-18T04:59:00.000+07:00</published><updated>2008-11-18T05:00:56.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Hanya Bisa Terima</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Yeremia 20:7-18&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Yeremia 20:9&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Kisah Para Rasul 25-28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Soe Hok Gie adalah tokoh muda penulis buku “Catatan Harian Seorang De-monstran”. Ia meninggal dunia dalam usia 27 tahun di puncak Gunung Semeru. Riwayat hidupnya pernah dibukukan dan difilmkan. Dalam puisinya berjudul “Mandalawangi Pangrango”, ia menulis demikian: “Hidup adalah soal keberanian, menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah.” Yah, dalam hidup ini kerap kita tidak dapat memilih. Seumpama makanan, seolah-olah semuanya sudah disediakan dari “sononya”. Kita hanya bisa “makan” tanpa protes. Kita, misalnya, tidak pernah memilih untuk terbaring sakit, melahirkan anak yang dengan kebutuhan khusus, menjalani kehidupan yang tidak kita inginkan. Kita hanya bisa menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pergumulan itu juga dialami Yeremia. Ia tidak pernah memilih menjadi nabi (ayat 7). Bahkan, sebetulnya ia ingin menolak jabatan itu. Namun kenyataannya, ia tak dapat mengelak (ayat 9). Keadaan itu membuatnya merasa tertekan dan terus didera peperangan batin. Sampai-sampai ia berkata, “Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!” (ayat 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika menghadapi situasi demikian, tak ada cara lain yang lebih tepat selain menerimanya dengan rela. Kalaupun kita terus memberontak, tidak akan ada gunanya; hanya melelahkan bahkan menambah masalah baru. Ketika kita tak dapat mengubah keadaan di luar, yang bisa kita lakukan adalah mengubah sikap dan pandangan kita terhadap keadaan itu. Kuncinya ada pada keyakinan bahwa hidup kita selalu dalam kendali kasih dan kuasa Tuhan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; BERDAMAI DENGAN KENYATAAN ITU INDAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-317354595794673573?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/317354595794673573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=317354595794673573' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/317354595794673573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/317354595794673573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/hanya-bisa-terima.html' title='Hanya Bisa Terima'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4100519483214067402</id><published>2008-11-17T05:35:00.000+07:00</published><updated>2008-11-17T05:37:28.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Peka</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_237999"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Efesus 5:6-14&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Efesus 5:10&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Kisah Para Rasul 21-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam bukunya The Gospel According to Starbucks, Leonard Sweet menulis-kan kisah Ed Faubert, seorang ahli pencicip kopi (coffee-taster) ternama. Ia sa-ngat peka pada cita rasa kopi. Berikanlah kepadanya secangkir kopi dan ia akan segera bisa menjelaskan segala hal tentang kopi itu secara perinci. Bahkan dengan mata tertutup, ia bisa tahu kopi yang dicicipinya berasal dari negara mana, ditanam di ketinggian berapa, dan di gunung apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepekaan dibentuk oleh latihan dan pengalaman terus-menerus. Kepekaan rohani pun demikian. Untuk dapat menguji apa yang berkenan kepada Tuhan (ayat 10), Paulus meminta jemaat Efesus untuk terus-menerus belajar hidup sebagai anak terang. Maksudnya, hidup sesuai dengan firman Tuhan. Dengan mempraktikkan firman setiap hari, semakin lama mereka akan menjadi semakin peka. Hasilnya? Mereka dapat membedakan mana yang berkenan kepada Tuhan dan mana yang tidak. Mereka takkan mudah disesatkan, sekalipun tiap hari hidup berbaur dengan orang-orang yang memiliki cara pikir dan gaya hidup duniawi. Bukannya terpengaruh, mereka bahkan bisa “menelanjangi perbuatan kegelapan” itu. Artinya, bisa menyadarkan orang lain akan perbuatannya yang berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita hidup pada zaman di mana penyesatan terjadi di mana-mana: lewat buku-buku, media massa, dan aneka tawaran dunia yang menggiurkan. Sudahkah kita memiliki kepekaan rohani? Banyak orang kristiani masih belum “bangun dari tidur” (ayat 14), bahkan ikut terbius dalam keduniawian. Tidak ada cara lain: kita harus belajar hidup taat sesuai firman Tuhan. Hanya dari situ kita bisa semakin peka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;CARA UNTUK MENGUSIR KEGELAPAN SANGAT SEDERHANA: BAWALAH PELITA YANG MENYALA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4100519483214067402?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4100519483214067402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4100519483214067402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4100519483214067402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4100519483214067402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/peka.html' title='Peka'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4301538221886675882</id><published>2008-11-15T06:17:00.000+07:00</published><updated>2008-11-15T06:20:37.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Harimau Jawa</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Kejadian 6:13-22&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Kejadian 6:19&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Kisah Para Rasul 15-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Harimau Jawa adalah salah satu dari sekian spesies harimau yang pernah hidup di Pulau Jawa. Namun sayang, pada tahun 1980-an spesies ini dikabarkan telah punah. Para ahli lingkungan menduga kepunahan binatang ini disebabkan oleh aktivitas manusia yang terus mendesak habitat mereka. Kini, daftar binatang yang punah atau terancam punah semakin panjang. Di antaranya harimau Sumatra, badak Jawa, jalak Bali, orang utan, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hari ini kita membaca tentang bagaimana Allah marah kepada ciptaan-Nya dan bermaksud mengakhiri hidup segala makhluk (ayat 13); yakni dengan men-datangkan air bah (ayat 17). Walaupun demikian, di tengah maksud itu pun Allah ingat untuk melakukan penyelamatan: Dia memilih Nuh serta keluarganya untuk diselamatkan. Dia juga ingat untuk menyelamatkan binatang-binatang, masing-masing sepasang. Apa yang Dia sebut “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31) terus ingin Dia lestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagaimana yang Allah lakukan, demikian pula kita. Kita mesti sungguh-sungguh bertindak menyikapi krisis lingkungan hidup yang tengah terjadi, khususnya dalam hal kepunahan berbagai jenis makhluk hidup. Kita mesti turut menjaga kelestarian alam; antara lain dengan tidak merusak cagar alam, tidak memburu binatang-binatang langka, tidak membeli barang-barang—seperti obat-obatan, makanan, pakaian, dan sebagainya—yang terbuat dari bagian tubuh binatang langka, atau mendukung organisasi pelestarian lingkungan. Biarlah kita selalu berusaha mengembalikan asrinya alam yang sejak mulanya Allah ciptakan dengan “sungguh amat baik”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;b&gt;ALLAH MEMBERI ALAM SEBAGAI ANUGERAH BAGI BUMI MARI JAGAI ANUGERAH ITU AGAR TETAP LESTARI &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4301538221886675882?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4301538221886675882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4301538221886675882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4301538221886675882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4301538221886675882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/harimau-jawa.html' title='Harimau Jawa'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2517269789827911159</id><published>2008-11-14T03:40:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T03:41:52.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kasih yang Semesta</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_3819245"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Matius 8:5-13&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Matius 8:6,7&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Kisah Para Rasul 11-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dulu saya bersekolah di SD milik gereja. Mayoritas murid beragama kristiani, namun suasananya tidak selalu “kristiani”. Anak orang kaya cenderung bergaul dengan yang “setara”. Jika ada anak orang miskin di antara mereka; maka ia hanya akan sering disuruh-suruh atau dijadikan semacam bodyguard. Sementara itu saya, karena malas disuruh-suruh dan tak berbakat jadi bodyguard, hanya bisa berteman dengan mereka yang juga berkantong “tipis”. Ya, orang cenderung aman dengan yang “setara”, sehingga tali kasih yang terja-lin bukan kasih semesta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih semesta adalah kasih yang melampaui batas-batas sosial, ekonomi, budaya, agama, dan “kotak-kotak” buatan manusia lainnya. Yesus menunjukkan kasih-Nya yang semesta saat menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum. Yang Dia tolong adalah hamba orang Romawi. Ia orang Romawi—yang tentu tak karib dengan orang Yahudi, masih pula statusnya hanya seorang hamba! Akan tetapi, dua “batasan” ini tidak menghalangi Yesus untuk mengasihi dan menolong! Bahkan sang perwira Romawi—tuan dari hamba yang sakit itu, juga menunjukkan kasih semesta, kasih yang lintas batas. Ia memperjuangkan kesembuhan orang yang berbeda status sosial dengannya (hamba). Kedua, ia mengusahakan kesembuhan hambanya dengan memercayai bahwa Yesus yang adalah orang Yahudi itu sangat berkuasa untuk menolong. Inilah yang membuat Yesus heran sehingga berkata, “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun [bahkan] di antara orang Israel” (ayat 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih yang semesta menembus berbagai batas dan membuka banyak kemungkinan tak terduga. Bagaimana kasih kita?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KASIH TUHAN LAKSANA MENTARI YANG DIMILIKI SEMUA ORANG KIRANYA KASIHKU PUN TAK MEMILIH ORANG &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2517269789827911159?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2517269789827911159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2517269789827911159' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2517269789827911159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2517269789827911159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/kasih-yang-semesta.html' title='Kasih yang Semesta'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7263917760252924203</id><published>2008-11-12T21:06:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T21:08:01.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kekuatan Iman</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_237074"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Lukas 17:5,6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;IBRANI 11:30&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Kisah Para Rasul 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seberapa besar iman yang harus kita miliki? Bisa jadi inilah pertanyaan yang mendorong para murid untuk meminta kepada Tuhan Yesus, “Tambahkanlah iman kami!” Dan, jawaban yang mereka terima sangat mengejutkan, “Sekiranya kamu mempunyai iman sekecil biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada po-hon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu” (Lukas 17:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji sesawi tergolong biji-bijian yang sangat kecil. Diameter biji ini kurang lebih satu milimeter, bahkan ada yang lebih kecil dari itu. Ada yang berwarna kekuningan, ada yang kecoklatan, ada juga yang berwarna hitam. Begitu kecil ukuran biji sesawi ini, sehingga orang bisa sangat sulit memegangnya. Dan biji sesawi yang sangat kecil ini justru dijadikan “ukuran” oleh Tuhan untuk menunjukkan kekuatan iman yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman melewati batas-batas perhitungan akal. Apa yang menurut akal sulit, bahkan tidak mungkin, bisa terjadi di dalam iman. Tembok Yerikho menjadi bukti betapa kekuatan iman mampu meruntuhkan tembok (Yosua 6:1-27). Akal sehat kita tentu akan sangat sulit membayangkan tembok yang kokoh dan kuat itu runtuh, tetapi iman memungkinkan segala sesuatu terjadi. Karena itu, jangan berkecil hati jika kita tengah menghadapi “jalan buntu”; kesulitan dan hambatan bertumpuk di depan kita seolah-olah mustahil dilampaui. Jangan undur. Tetaplah berpaut pada iman, sebab di dalam iman selalu ada pengharapan akan adanya jalan keluar. Kadang-kadang hal itu dapat terwujud dengan cara dan waktu yang sama sekali tidak terduga. Sungguh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;APA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI AKAL MUNGKIN BAGI IMAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7263917760252924203?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7263917760252924203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7263917760252924203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7263917760252924203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7263917760252924203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/kekuatan-iman.html' title='Kekuatan Iman'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4391987918844263099</id><published>2008-11-11T05:20:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T05:26:16.427+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tabur Benih Pagi - Pagi</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_236626"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Pengkhotbah 11:1-6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Pengkhotbah 11:6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Kisah Para Rasul 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hidup ini penuh misteri—banyak hal tidak kita ketahui (ayat 5). Dan justru karena hidup mengandung banyak misteri, Pengkhotbah mendorong para pembaca tulisannya agar berani mengambil tindakan yang punya banyak kemungkinan hasil. “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik” (ayat 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengkhotbah tidak meminta kita agar menjadi orang-orang yang gila kerja. Ia hanya mengingatkan bahwa kita ini sungguh tidak tahu apa-apa dan tak dapat memastikan hasil dari setiap pekerjaan yang kita lakukan. Kita juga tak tahu bagaimana Allah akan berkarya. Walaupun demikian, ketidaktahuan itu tak boleh membuat kita santai saja lalu masuk ke “tempurung” masing-masing; tak bersemangat, tak rajin, dan loyo menghadapi hidup. Sebaliknya, justru karena “ketidaktahuan” itu, kita digugah untuk menjadi rajin—”menabur benih pagi-pagi ... janganlah memberi istirahat pada tanganmu”. Dan dengan hati teguh (meskipun kita tidak tahu pasti tentang semua hal) serta rendah hati (karena kita beriman pada Allah yang memahami segala misteri) kita harus terus tekun berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengkhotbah mendorong kita untuk sungguh-sungguh berjuang dalam hidup sekarang ini, dan tidak terjatuh dalam perangkap lamunan ataupun penjara penyesalan yang hanya membuang waktu kita. Dan kita tidak pernah berjuang sendiri, karena kita selalu ada dalam pengawasan dan pemeliharaan Allah, Sang Jawaban dari semua ketidaktahuan kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;APABILA ORANG BERIMAN TAK MAU BERJERIH LELAH BAGAIMANA IMANNYA AKAN BERBUAH? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4391987918844263099?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4391987918844263099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4391987918844263099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4391987918844263099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4391987918844263099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/tabur-benih-pagi-pagi.html' title='Tabur Benih Pagi - Pagi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6350439585939906734</id><published>2008-11-10T06:17:00.000+07:00</published><updated>2008-11-10T06:19:01.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sampai ke ujung bumi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Roma 15:14-21&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Roma 10:14&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Yohanes 19-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kubilai Khan adalah kaisar terbesar dalam sejarah Mongolia setelah Jenghis Khan, kakeknya. Pada abad ke-13, Kubilai Khan menerima kedatangan para pedagang Eropa. Setelah berbincang, kaisar tertarik dengan iman kristiani. Jadi, ia meminta agar ada seratus misionaris yang dikirim ke Mongolia untuk mengajar tentang Yesus. Namun, gereja di Eropa tak merespons. Mereka terlalu sibuk dengan urusan internal gereja, sehingga hanya ada dua misionaris yang dikirim, yaitu Nicholas dan William. Mereka pun tidak sampai ke Mongolia karena tak tahan menghadapi situasi perang yang sedang terjadi di Asia Tengah. Mongolia pun gagal dimenangkan bagi Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelalaian gereja pada masa lampau juga masih kerap terjadi pada zaman ini. Orang kristiani terlalu sibuk dengan urusan internal gereja. Akibatnya, gereja makin tertutup terhadap dunia di sekelilingnya karena “temboknya” semakin tinggi. Dan “tembok” itu membuat kita lupa bahwa semestinya kita ini menjadi pembawa berita baik bagi mereka yang masih banyak berdiri “di luar tembok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mesti meneladani semangat pemberitaan Injil yang dilakukan Paulus. Ia berusaha membagikan Injil di tempat-tempat yang belum pernah mendengar nama Yesus (ayat 20). Inilah yang semestinya menjadi kerinduan setiap gereja. Kiranya setiap gereja kita terus setia melakukan hal ini. Urusan internal gereja memang tak dapat diabaikan, tetapi jika itu membuat gereja berhenti memberita-kan Injil, perlahan-lahan gereja akan “mati” karena tak memenuhi tugas yang diembannya. Apakah gereja tempat Anda beribadah adalah gereja yang memberitakan Injil Kristus?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;JIKA TEMBOK GEREJA MAKIN TINGGI BERARTI GEREJA GAGAL MENJADI SAKSI &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6350439585939906734?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6350439585939906734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6350439585939906734' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6350439585939906734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6350439585939906734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/sampai-ke-ujung-bumi.html' title='Sampai ke ujung bumi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7319124292191458366</id><published>2008-11-08T14:51:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T14:52:13.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Keluhan Bukan Solusi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Keluaran 17:1-7&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Keluaran 17:7&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Yohanes 11-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pada tahun delapan puluhan, pemerintah Indonesia mencanangkan program Listrik Masuk Desa. Tujuannya supaya semua rakyat Indonesia, termasuk yang ada di pelosok, bisa menikmati manfaatnya. Namun, ternyata bagi penduduk di sebuah desa di Jember, Jawa Timur, harapan itu tinggal harapan. Sampai tahun dua ribuan awal, mereka masih belum menikmati listrik. Adalah Sunarya yang mengubah semuanya. Dengan peralatan seadanya, ia memanfaatkan sungai kecil yang melintasi desa itu untuk menggerakkan turbin sederhana hasil rakitannya. Dari situ ia berhasil membuat sumber listrik alternatif yang kemudian dipakai untuk menerangi rumah-rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunarya memilih untuk tidak mengeluh. Daripada bersungut-sungut dan melancarkan protes pada pemerintah, ia memilih mencari jalan keluar. Mandiri guna menemukan solusi. Sayangnya, sikap demikian tidak dimiliki oleh bangsa Israel. Ketika mereka tidak mendapatkan air saat berkemah di Rafidim, mereka datang kepada Musa; berkeluh kesah, memprotes, dan marah. Dalam sekejap mereka lupa pada semua hal baik yang pernah Tuhan lakukan bagi mereka. Lupa pada peristiwa Laut Teberau (Keluaran 14:15-31); lupa pada peristiwa di Mara dan Elim (Keluaran 15:22-27); lupa pada peristiwa manna dan burung puyuh (Keluaran 16:1-36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluh dan bersungut-sungut tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan masalah baru yang tidak perlu. Lebih dari itu, keluhan dan sungut-sungut membuat mata rohani kita buta. Kita tidak lagi dapat melihat hal-hal baik yang telah Tuhan berikan, sehingga kita lupa bersyukur dan mengabaikan potensi diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; JANGAN MENGELUH JIKA SAMPAH BERSERAKAN DI DEPAN KITA AMBIL SAMPAH TERDEKAT DAN BUANGLAH KE TEMPATNYA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7319124292191458366?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7319124292191458366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7319124292191458366' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7319124292191458366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7319124292191458366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/keluhan-bukan-solusi.html' title='Keluhan Bukan Solusi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8671857095630607757</id><published>2008-11-06T09:45:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T09:46:18.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Apanya yang jahat ?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/strong&gt;Matius 25:14-30&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Matius 25:26&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Yohanes 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang gadis Jepang bermaksud bunuh diri dengan cara terjun dari gedung yang tinggi. Anehnya, sebelum bunuh diri ia menelepon seorang reporter televisi. Sang reporter diminta merekam adegan bunuh diri tersebut dan menayangkannya di siaran berita. Celakanya, reporter itu setuju. Bersama seorang juru kamera, ia merekam dan menayangkan adegan bunuh diri tersebut. Tentu saja masyarakat heboh! Kedua orang itu dikecam karena tidak mencoba mencegah sang gadis untuk bunuh diri. Namun, keduanya berkelit. “Apa salah kami? Kami tidak melakukan apa-apa,” kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kedua orang ini bersalah justru karena tidak berbuat apa-apa! Mereka punya kesempatan untuk menyelamatkan nyawa, tetapi diam saja. Sama seperti perumpamaan hamba yang diberi satu talenta. Ia dikecam tuannya bukan hanya karena ia malas, melainkan juga karena ia “hamba yang jahat”. Padahal ia tidak melakukan tindak kriminal, misalnya mencuri talenta itu. Sepeser pun tidak. Ia diberi satu talenta, lalu dikembalikannya juga satu talenta. Lantas, di mana letak kejahatannya? Ia jahat justru karena tidak berbuat apa-apa. Dengan berdiam diri, ia telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh tuannya. Ia potensial, tetapi tidak produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, Tuhan memberi kita kesempatan untuk berbuat sesuatu; mengembangkan bakat, mengasihi sesama, melayani Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama. Sudahkah kita berbuat sesuatu, melakukan bagian kita? Ataukah kita diam saja, membiarkan kesempatan berlalu hari demi hari? Jangan abaikan setiap kesempatan. Itu adalah sebuah kejahatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KITA BERDOSA BUKAN HANYA SAAT MELAKUKAN YANG SALAH TETAPI JUGA SAAT TIDAK MELAKUKAN YANG BENAR &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8671857095630607757?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8671857095630607757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8671857095630607757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8671857095630607757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8671857095630607757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/apanya-yang-jahat.html' title='Apanya yang jahat ?'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2304526734247732199</id><published>2008-11-05T05:09:00.000+07:00</published><updated>2008-11-05T05:10:51.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Menjawab Zaman</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_235267"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Daniel 1&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Daniel 1:8&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Yohanes 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Apakah arti sebuah nama?” demikian Shakespeare berkata. Namun, semes-tinya pertanyaan itu bisa dijawab; betapapun sederhana, sebuah nama pasti me-miliki makna. Nama menjadi sebuah tanda, harapan, janji, atau yang lain. Nama “Daniel” berarti “Tuhan adalah hakimku”. Dan pemuda Yahudi yang turut diangkut ke pembuangan di Babel ini, telah sungguh-sungguh hidup sesuai makna namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejak muda ia telah begitu karib dengan Tuhan. Jadi, bersama beberapa orang, ia terpilih menjadi pegawai raja. Sebuah status elite bagi orang buangan. Meskipun demikian, ini tidak membuat Daniel “besar kepala”. Ia tetap sadar siapa dirinya. Sebagai pegawai raja, ia perlu menganalisa keadaan dan membuat banyak pilihan (ayat 8) sambil tetap membuka diri pada kemungkinan-kemungkinan bahwa pilihannya bisa jadi keliru (ayat 12-18). Di situlah ia me-ngandalkan Allah yang adalah hakimnya, yang dapat menolongnya mengambil keputusan yang benar. Ya, ia kerap dihadapkan pada situasi-situasi pelik di mana ia harus memilih dan memutuskan sikap—memilih makanan, mengartikan mimpi, membaca tulisan di dinding, menyerahkan diri pada keadilan Allah ketika di gua singa. Dan dalam segala situasi itu, ia membuat pilihan-pilihan yang penuh integritas dan berdasarkan petunjuk Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Daniel mengajar kita bahwa integritas kita akan lulus uji jika kita memiliki iman yang terus membuka diri kepada Allah dalam segala aspek kehidupan. Jika seluruh hidup dan hati kita terarah kepada Allah, maka hidup kita akan semakin mantap dan pasti dapat menjawab segala tantangan zaman&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;APABILA TUHAN ADALAH HAKIMKU SEGALA KEPUTUSAN DAPAT KUAMBIL DENGAN HATI TEGUH &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2304526734247732199?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2304526734247732199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2304526734247732199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2304526734247732199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2304526734247732199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/menjawab-zaman.html' title='Menjawab Zaman'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5432083521808053714</id><published>2008-11-04T05:28:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T05:31:15.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Lari dengan Telanjang</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/strong&gt;Markus 14:43-52&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Markus 14:52&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Lukas 22-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Memberikan kritik kepada orang lain selalu lebih mudah dilakukan daripada mengkritik diri sendiri. Yah, “selumbar” di mata orang lain mudah terlihat, semen-tara “balok” di mata sendiri tidak. Oleh sebab itu, orang yang mampu melakukan otokritik (kritik atas diri sendiri) pastilah seorang yang berjiwa besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Injil Markus ditulis dengan semangat otokritik yang berani. Dialamatkan kepada orang kristiani, tetapi juga ditulis untuk mengkritik para pemimpin kristiani. Kita dapat melihatnya dari bagaimana Injil ini menceritakan murid-murid Yesus, yang notabene adalah para rasul, yaitu pemimpin Gereja. Kelemahan para pemimpin itu “ditelanjangi” dengan sangat jujur. Termasuk tatkala mereka semua “melarikan diri” waktu Yesus ditangkap di Taman Getsemani. Memalukan, tetapi nyata. Markus benar, tindakan memalukan para pemimpin—termasuk para pemimpin kristiani—masih terus ada dan terjadi sampai sekarang. Untuk itu, harus ada yang berani mengkritiknya demi perbaikan. Namun, yang luar biasa adalah Markus bukan hanya mengkritik para seniornya, tetapi juga mengkritik dirinya sendiri. Bahkan lebih tajam! Jika para murid “melarikan diri”, ia adalah pemuda yang “lari dengan telanjang”. Sebenarnya pemuda itu adalah dirinya sendiri! Jadi, di sini seolah-olah Markus berkata, “Mereka semua lari meninggalkan Yesus, lebih-lebih aku sendiri!” Sebuah otokritik yang pantas dihargai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Apakah kita adalah orang kristiani yang bertumbuh dewasa? Salah satu takaran untuk mengukur kedewasaan iman kita adalah kesediaan diri untuk melakukan otokritik. Maukah kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;JUJUR ARTINYA BERSEDIA MENGAKUI KEBENARAN DAN KESALAHAN BAIK PADA ORANG LAIN MAUPUN PADA DIRI SENDIRI &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5432083521808053714?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5432083521808053714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5432083521808053714' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5432083521808053714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5432083521808053714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/lari-dengan-telanjang.html' title='Lari dengan Telanjang'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-486759838003045450</id><published>2008-11-02T01:09:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T01:15:21.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sikat Gigi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini: &lt;/strong&gt; Matius 21:18-22&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/strong&gt;Matius 21:19&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/strong&gt;Lukas 15-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang teman bercerita bahwa selama ini ia rajin menyikat gigi. Sejak kecil ibunya telah membiasakan dirinya untuk menyikat gigi paling sedikit dua kali sehari. Namun suatu hari, tiba-tiba giginya terasa ngilu dan berdarah. Ia pun pergi ke dokter dan dari pemeriksaan ia baru tahu bahwa selama ini caranya menyikat gigi salah. Sekilas dari luar giginya memang sehat, tetapi di dalam ternyata ada beberapa bagian yang keropos. Itu berarti, rajin saja tidak cukup, tetapi perlu diiringi dengan cara-cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam kehidupan rohani kita. Selama ini kita mungkin rajin beri-badah di gereja, rajin berdoa, rajin berpuasa, dan sebagainya. Namun, kita tetap merasa “kosong”, tidak merasakan sukacita dan damai sejahtera di dalam hati. Orang-orang lain yang melihat hidup kita dari luar mungkin mengenal kita sebagai “orang baik”. Sayangnya, kita sendiri malah merasakan yang sebaliknya. Jika ini yang terjadi, berarti ada sesuatu yang salah dalam cara kita menjalani kehidupan rohani. Mungkin motivasi kita selama ini sudah keliru, atau pema-haman dan cara-cara kita melaksanakannya yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi pada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka rajin melaksanakan kewajiban keagamaan, bahkan aturan demi aturan mereka jalankan dengan sangat ketat, sehingga dari luar mereka tampak sebagai orang-orang saleh. Namun, di mata Tuhan Yesus ternyata kondisi mereka sebenarnya tidak demikian. Mereka tidak lebih seperti pohon ara yang berdaun lebat, tetapi tidak berbuah. Kerajinan mereka tidak ada artinya. Bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;KERAJINAN DALAM BERIBADAH TANPA DIIRINGI KETULUSAN DAN KERENDAHAN HATI ADALAH NOL BESAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-486759838003045450?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/486759838003045450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=486759838003045450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/486759838003045450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/486759838003045450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/11/sikat-gigi.html' title='Sikat Gigi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6802370885045400258</id><published>2008-10-31T05:27:00.000+07:00</published><updated>2008-10-31T05:29:11.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Penyertaan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_3794857"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini&lt;/b&gt;:  Bilangan 9:15-23&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Mazmur 37:23,24&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Lukas 8-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kompas adalah penunjuk arah yang telah sangat menolong para penjelajah dunia. Namun sekarang banyak orang lebih suka menggunakan GPS (Global Positioning System), yakni sebuah instrumen interaktif yang dioperasikan lewat satelit dan berisi informasi peta perjalanan. Jika kita mengerti cara membaca petunjuk GPS tersebut, kita tidak mungkin tersesat. Alat canggih ini akan memberi tahu kita ke mana arah yang harus dituju. Betapa indahnya bila kita memiliki sebuah “GPS kehidupan” di sepanjang perjalanan kita di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Umat Tuhan mengalami kehadiran dan penyertaan Tuhan lewat “GPS istimewa” yang tak akan terulang dalam sejarah manusia—tiang awan (ayat 16). Melebihi akal. Tuhan menjamin bahwa mereka takkan pernah tersesat saat menuju tanah perjanjian. Syaratnya hanyalah mengikuti jadwal perjalanan tiang awan yang Tuhan sediakan. Saat itu, umat pilihan tidak tahu apa yang terjadi di luar lingkup perkemahan mereka. Namun, Tuhan Allah tahu benar kapan mereka harus berangkat dan berjalan. Jadi, umat Tuhan menempuh perjalanan dengan iman bahwa petunjuk tiang awan pasti benar, sebab itu berasal dari Tuhan (ayat 22, 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sampai sekarang pun, sebetulnya Tuhan senantiasa memberi penunjuk arah bagi kita. Ada sebuah “GPS rohani” bagi setiap kita dalam menjalani hidup. Masalahnya, apakah kita peka terhadapnya, hingga kita cukup cakap untuk “membacanya”? Agar kita memiliki kepekaan atas arah yang ditunjukkan, kita perlu memiliki kedekatan pribadi dengan Tuhan. Hanya dengan demikian “GPS rohani” kita tetap berjalan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HIDUP ADALAH PERJALANAN PANJANG TANPA PENUNJUK ARAH YANG PASTI KITA SANGAT MUDAH TERSESAT &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6802370885045400258?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6802370885045400258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6802370885045400258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6802370885045400258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6802370885045400258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/penyertaan-tuhan.html' title='Penyertaan Tuhan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-935978828719380003</id><published>2008-10-30T01:51:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T01:52:02.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Salah jalan ?</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_233741"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Keluaran 3:1-6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Keluaran 3:4&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Lukas 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Henri Dunant adalah bankir kaya. Suatu hari, pemerintah Swiss mengutusnya menemui Napoleon di Paris untuk urusan bisnis. Namun, Napoleon sedang berperang di Italia. Jadi, Dunant menyusulnya ke medan perang. Di situ ia terhenyak melihat kekejaman perang. Mayat manusia berserakan di ladang. Gereja penuh orang yang luka berat. Berminggu-minggu Dunant ikut membantu dokter merawat mereka. Sepulangnya ke Swiss, ia depresi. Bayangan kekejaman perang terus menghantui. Ia yakin Tuhan ingin dirinya berbuat sesuatu. Lalu Dunant mendirikan Palang Merah Internasional, yang sampai kini telah menolong jutaan orang di medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perjalanan Dunant ke Italia sepertinya salah jalan. Menyimpang dari rencana semula. Namun, justru di situ Tuhan menyatakan kehendak-Nya. Sama seperti pengalaman Musa. Tiap hari ia mengikuti rute yang sama ketika menggembalakan domba-domba. Namun suatu hari, ketika melihat semak duri yang menyala, ia memutuskan untuk berhenti sejenak. Keluar dari jalur rutin. “Menyimpang ke sana untuk memeriksanya.” Di situlah ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang mengubah arah hidupnya. Saat itulah Tuhan menyatakan kehendak-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang bilang, hidup harus terencana. Jadi, kita pun membuat rencana tahunan, bulanan, sampai jadwal harian, dan berusaha menurutinya. Tak ada yang salah dengan itu. Namun, jika situasi membuat kita harus menyimpang dari rencana semula, jangan panik atau marah. Bisa jadi saat itu Tuhan ingin menyatakan kehendak dan rencana-Nya yang berbeda dengan rencana kita. Belajarlah untuk peka!&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI ORANG BERIMAN TAK ADA ISTILAH ”SALAH JALAN” SEBAB KE MANA PUN IA PERGI, TUHAN ADA DI DEPAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-935978828719380003?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/935978828719380003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=935978828719380003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/935978828719380003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/935978828719380003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/salah-jalan.html' title='Salah jalan ?'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2217229472082270004</id><published>2008-10-29T04:08:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T04:09:05.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Menyongsong Kematian</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_233434"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Mazmur 90:1-12&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Mazmur 90:12&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Lukas 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pak Permana meninggal dunia,” kata teman saya di telepon. Saya terkesiap. Dua hari lalu saya sempat bertemu dengan Pak Permana. Masih segar bugar. Kami ngobrol ngalor-ngidul, sambil bersenda gurau dan tertawa-tawa. Tidak ada tanda-tanda sedikit pun hidup Pak Permana akan sesingkat itu. Rupanya, Pak Permana terkena serangan jantung. Sehabis bermain tenis, ia mengeluh dadanya sakit. Lalu, tidak lama sesudah itu ia pingsan. Dalam perjalanan ke rumah sakit, ia mengembuskan napasnya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitulah hidup. Sangat ringkih. Bisa dibilang, kita ini berada di bawah bayang-bayang kematian. Setiap saat kita bisa dijemput oleh kematian. Kapan saja dan di mana saja. Tidak saja ketika usia kita sudah uzur atau ketika tubuh sakit-sakitan. Namun juga saat kita “masih” di usia muda, berada di puncak karier, dan di saat tubuh kita sehat. Kematian tidak pandang bulu; tidak pandang usia; tidak pandang situasi dan kondisi kita. Pemazmur bahkan mengibaratkan hidup kita ini seperti rumput; yang di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, akan tetapi di waktu petang ia sudah lisut dan layu (ayat 5,6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lalu bagaimana? Apakah kita pasrah dan pasif saja menjalani hari-hari, sekadar untuk menunggu kematian datang? Tidak. Kesadaran bahwa kita bisa kapan saja dijemput kematian seharusnya mendorong kita untuk hidup dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Soal kapan pun kematian itu datang menjemput, kalau kita sudah berusaha hidup bijak dan bajik di dalam Tuhan, kita akan menghadapinya dengan tenang. Untuk itu, kuncinya adalah berjaga-jaga senantiasa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;YANG PENTING BUKAN KAPAN KITA MATI TETAPI BAGAIMANA KITA HIDUP &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2217229472082270004?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2217229472082270004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2217229472082270004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2217229472082270004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2217229472082270004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/menyongsong-kematian.html' title='Menyongsong Kematian'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-3357218177776664290</id><published>2008-10-28T01:48:00.001+07:00</published><updated>2008-10-28T01:48:50.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Meminta Pendapat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Yeremia 42:1-22, 43:1-7&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Yeremia 42:3&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Markus 14-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Banyak dari kita yang sering meminta pendapat dari orang lain ketika sedang bingung. Namun, harus diakui, terkadang sebelum mendengar pendapat mereka pun, kita sudah punya rencana sendiri. Dengan demikian, yang terjadi adalah kita sekadar mencari persetujuan atas rencana kita. Dalam beberapa kasus, sikap ini mungkin dapat dipahami mengingat semua penda-pat tersebut adalah pendapat manusia yang bisa salah. Namun, kalau sikap ini kita bawa juga ketika meminta pendapat dari Tuhan, seperti yang kita temukan dalam bacaan Alkitab hari ini, tentu menjadi salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat itu Yohanan, Azarya, dan sisa rakyat Kerajaan Yehuda berencana pergi ke Mesir untuk lari dari tentara Babel (41:17). Akan tetapi, sebelum berangkat, mereka meminta petunjuk Tuhan tentang rencana ini. Ternyata Tuhan berpendapat lain dan menyuruh mereka untuk tidak pergi. Sulit bagi mereka untuk menerima petunjuk Tuhan, yakni agar mereka tetap di Yehuda, sehingga mereka tidak mau mendengarkan suara Tuhan dan tetap pergi ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita boleh datang kepada Tuhan dengan rencana kita dan meminta pendapat-Nya. Namun, kita harus siap kalau Tuhan menyatakan bahwa rencana tersebut harus diubah sesuai kehendak-Nya. Hal ini kerap kali memang tidak mudah, sebab rencana-Nya kadang tampak berat. Kadang kita bisa lihat bahwa akan ada pengorbanan yang akan kita tanggung. Mungkin itu berbentuk tak tergapainya ambisi pribadi, cibiran dari orang lain, dan sebagainya. Akan tetapi, kalau kita mau yang terbaik, tidak bisa tidak, rencana-Nya itulah yang harus kita ikuti&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BILA KITA MEMINTA PETUNJUK DARI TUHAN BERSIAPLAH UNTUK MENAATINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-3357218177776664290?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/3357218177776664290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=3357218177776664290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3357218177776664290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3357218177776664290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/meminta-pendapat.html' title='Meminta Pendapat'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6184253151137035793</id><published>2008-10-27T05:06:00.000+07:00</published><updated>2008-10-27T05:07:51.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Jangan diungkit lagi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Filemon 8-19&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Filemon 11&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Markus 11-13&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suami istri itu hampir bercerai karena cekcok terus. Kepada pendeta, sang suami menyatakan kekesalannya. “Saya jengkel sekali! Setiap kali bertengkar, istri saya selalu mengungkit lagi kesalahan saya di masa lalu. Satu per satu. Akibatnya pertengkaran menjadi semakin seru. Kami meributkan kembali masalah yang sudah diselesaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengungkit kesalahan masa lalu adalah kebiasaan buruk. Itu tandanya kita tidak mau memandang orang lain secara baru. Kita memberi stempel: “sekali begitu, tetap begitu.” Ini membuat orang frustrasi. Bacaan kita hari ini mengisahkan ada seorang tuan bernama Filemon. Ia mempunyai budak bernama Onesimus. Budak ini pernah mencuri barang tuannya lalu lari dari rumah. Tentu saja Filemon sangat marah. Di tengah pelariannya, Onesimus berjumpa dengan Paulus. Tuhan bekerja. Budak ini bertobat dan menerima Kristus. Hidupnya diubahkan. Paulus lantas meminta Onesimus balik kepada tuannya. Karena Paulus kenal dekat dengan Filemon, ia mengirim sepucuk surat. Isinya meminta agar Filemon bisa memandang Onesimus se-cara baru, menerimanya bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai saudara seiman. Jangan ungkit lagi kesalahannya, sebab Onesimus sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tampaknya, kita harus belajar mengampuni seperti Kristus. Dia mengampuni secara tuntas. Dia tak pernah mengungkit lagi dosa kita di masa lalu. Ketika mengampuni, Yesus membuang atau mengubur dosa kita. Di hadapan-Nya kita menjadi manusia baru. Bukankah kita harus mengampuni orang lain, sama seperti Kristus meng-ampuni kita?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; ORANG YANG TERUS MENGUNGKIT KESALAHAN MASA LALU MEMPERSULIT TERJADINYA PEMBARUAN DI MASA DEPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6184253151137035793?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6184253151137035793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6184253151137035793' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6184253151137035793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6184253151137035793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/jangan-diungkit-lagi.html' title='Jangan diungkit lagi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6523050499126476477</id><published>2008-10-26T05:56:00.000+07:00</published><updated>2008-10-26T06:01:10.116+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Berhati Hati</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini: &lt;/strong&gt; Galatia 1:6-10&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Galatia 1:6,7&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Markus 8-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara orientasi di sebuah universitas, para peserta terpaksa menahan haus karena dilarang minum selama kegiatan berlangsung. Namun, panitia telah menyediakan seember air di sana. Karena itu, begitu acara selesai, para peserta segera menyerbu ember tersebut dan meminumnya tanpa memeriksa apakah air itu layak untuk diminum. Akibatnya, para senior memarahi mereka karena tidak berhati-hati. Ternyata, ini adalah cara panitia untuk mengajarkan tentang sikap berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap berhati-hati semacam ini pula yang dinasihatkan Rasul Paulus. Saat itu, jemaat Galatia sedang menghadapi isu pengajaran sesat. Banyak pihak berusaha mengacaukan atau memutarbalikkan Injil (ayat 7). Jadi, Paulus menasihati mereka untuk tidak menerima begitu saja segala pengajaran baru yang mereka terima. Caranya dengan membandingkan hal baru tersebut dengan pengajaran yang telah mereka terima dari Paulus (ayat 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang percaya zaman ini, berbagai “pengajaran baru” juga menggempur kita. Isunya mungkin seputar ketuhanan Yesus, kebangkitan Yesus, mukjizat, keselamatan, Alkitab, dan lain-lain. Sumbernya bisa melalui buku yang kita baca, media massa yang membawa banyak berita, atau bahkan dari khotbah di gereja. Dan itu membuat kita ragu atau goyah. Dalam kondisi demikian, ingatlah nasihat Paulus: periksalah setiap ajaran tersebut dengan membandingkannya pada pengajaran mula-mula (yang sekarang tertulis di Alkitab). Itu sebabnya kita wajib mempelajari Alkitab dan mengerti segala kebenarannya, agar sanggup menguji setiap ajaran yang datang dan tak tersesat dalam perjalanan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;ALKITAB ADALAH SATU-SATUNYA STANDAR KEBENARAN AJARAN IMAN KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6523050499126476477?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6523050499126476477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6523050499126476477' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6523050499126476477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6523050499126476477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/berhati-hati.html' title='Berhati Hati'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6749634006535484282</id><published>2008-10-25T10:30:00.000+07:00</published><updated>2008-10-25T10:45:10.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sene Cere</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Markus 12:41-44&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/strong&gt;Markus 12:41&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Markus 4-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Kata tulus (dalam bahasa Inggris sincere) berasal dari dua kata Latin: sine (tanpa) dan cere (lilin). Dulu, para tukang kayu biasa melapisi akhir perabot yang hendak dijual. Jika ada lubang atau pekerjaan si tukang yang kurang halus, cacat itu ditutupi dengan lilin, sehingga tampak halus dan layak dijual. Namun selang beberapa waktu, panas matahari akan melelehkan lilin itu dan menampakkan kondisi sesungguhnya. Itu sebabnya tukang kayu yang hendak menjaga integritasnya dalam melayani pelanggan akan memberi tanda SINE CERE (tanpa lilin) pada produknya. Ia hendak menjamin pro-duk buatannya asli dan tanpa tipuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Orang-orang kaya memberi banyak persembahan di Bait Suci (ayat 41); dan sangat mungkin itu membuat mereka tampak penting dan berjasa. Akan tetapi itu tak membuat Yesus terkesan. Ya, bukankah Dia terlalu kaya, sehingga sesungguhnya Dia tak membutuhkan uang atau pelayanan manusia? Tak ada gunanya manusia memberi banyak, jika di dalam hati tak ada kasih kepada Allah. Itu sebabnya nilai terbesar justru diberikan kepada dua peser seduit yang dibawa si janda miskin, ketika tanpa banyak bicara ia membawa seluruhnya yang ia punya kepada Allah (ayat 44)!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Sia-sialah kita memberi banyak dalam pelayanan—memberi persembahan, menjadi aktivis gereja, mengambil banyak porsi dalam pelayanan—jika di dalam hati kita ingin dilihat atau dianggap penting atau hebat. Cahaya kemuliaan Allah bersinar seperti mata-hari yang melelehkan lilin, sehingga apa pun kondisi hati kita, dapat Dia ketahui. Adakah hati kita sudah bertanda SINE CERE saat melayani Dia—tanpa motivasi yang salah atau tipuan apa pun?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;LAKUKANLAH SETIAP PELAYANAN DENGAN TULUS DAN SETIA INGATLAH, YESUS MEMERHATIKAN HATI KITA &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6749634006535484282?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6749634006535484282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6749634006535484282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6749634006535484282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6749634006535484282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/sene-cere.html' title='Sene Cere'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7406969094735811856</id><published>2008-10-24T05:50:00.000+07:00</published><updated>2008-10-24T05:51:02.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Serba Salah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Keluaran 14:9-14&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Keluaran 14:13&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Markus 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ada saat kita mengalami situasi “maju kena mundur kena”. Jalan yang ada di depan seolah buntu, tetapi untuk mundur juga tidak bisa. Jadinya serbasalah. Misalnya, bertetangga dengan orang sulit dan terus mencari-cari masalah. Capek hati rasanya. Namun, mau pindah rumah juga tidak gampang. Atau, teman-teman di kantor yang menjengkelkan. Kita merasa sangat tertekan. Sudah mencoba mencari tempat kerja baru, tetapi tidak kunjung dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Umat Israel dalam bacaan kita juga mengalami hal yang serupa. Mereka baru keluar dari perbudakan di negeri Mesir. Akan tetapi, rupanya Firaun tidak rela melepas mereka (Keluaran 14:5). Lalu mengejar dengan bala tentaranya. Keadaan umat Israel terjepit. Di depan Laut Teberau, sedangkan di belakang tentara Mesir. Mereka ketakutan (ayat 11). Musa mengingatkan mereka agar jangan takut, berdiri tetap, dan berfokus pada penyertaan Tuhan (ayat 13). Akhirnya mereka selamat sampai di seberang (Keluaran 14:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Langkah pertama menghadapi keadaan sulit adalah: jangan takut. Sebab bukan saja tidak akan menolong, rasa takut juga malah bisa melumpuhkan; membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kedua, berdiri tetap dalam iman. Biasanya dalam keadaan tertekan orang mudah sekali tergoda mengambil jalan pintas; asal segera keluar dari masalah, lalu menghalalkan segala cara. Padahal sikap demikian biasanya malah semakin menjerumuskan. Ketiga, berfokus pada kasih dan penyertaan Tuhan. Jalani hidup ini seberat apa pun dengan penyerahan diri dan pengharapan. Tuhan akan bertindak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;TUHAN AKAN BUKA JALAN, SAAT TIADA JALAN KUNCINYA TETAP BERFOKUS KEPADA-NYA DAN TEGUH DALAM IMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7406969094735811856?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7406969094735811856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7406969094735811856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7406969094735811856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7406969094735811856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/serba-salah.html' title='Serba Salah'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6522088409751500863</id><published>2008-10-23T05:36:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T05:43:45.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Syukurlah bukan saya</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Lukas 18:9-14&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Roma 12:15&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Matius 25-28&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika muridnya bertanya tentang ucapan yang paling disesalinya, sang guru yang bijaksana menjawab, “Saat saya berkata: Syukurlah bukan saya!”. “Mengapa begitu, Guru?” tanya muridnya lagi. Sang guru lalu bercerita, “Suatu hari, seorang tetangga mengabarkan bahwa terjadi kebakaran hebat di desa saya. Sebagian besar rumah di sana habis terbakar. Rumah saya selamat. Saat itulah saya spontan berkata, ’Syukurlah!’ Itulah kalimat yang paling saya sesali, sebab bagaimana mungkin saya bisa mensyukuri keuntungan diri sendiri di atas kesusahan orang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak salah kita bersyukur karena terhindar dari sebuah kejadian buruk. Akan tetapi, menjadi salah kalau kemudian kita mengabaikan orang lain yang tertimpa kejadian buruk itu. Tidak bersimpati kepada orang yang mendapat kemalangan, karena sibuk mensyukuri keberuntungan diri sendiri. Dalam kasus lain, hal ini mirip dengan sikap orang Farisi dalam perumpamaan Tuhan Yesus. Ia bersyukur karena “tidak seperti orang-orang lain yang berdosa” (ayat 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai orang kristiani kita dipanggil untuk hidup dalam kasih Kristus. Salah satu aspek dari kasih Kristus adalah simpati. Simpati berasal dari kata Yunani syn artinya bersama dengan (together with), dan paskhein artinya mengalami, menderita (to experience, to suffer). Jadi, simpati adalah kesediaan untuk keluar dari perhatian ter-hadap kesenangan diri sendiri dengan turut merasakan kesusahan orang lain. Lawan dari simpati adalah antipati. Senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang. Itu bukan sikap kristiani&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; JANGAN BERGEMBIRA DI ATAS KEBURUKAN DAN KESUSAHAN ORANG LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6522088409751500863?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6522088409751500863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6522088409751500863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6522088409751500863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6522088409751500863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/syukurlah-bukan-saya.html' title='Syukurlah bukan saya'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8675601741924303699</id><published>2008-10-22T06:30:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T06:32:29.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Jembatan Emily</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Ayub 42:1-6&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Ayub 42:5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Matius 22-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Emily hanyalah wanita biasa. Ketika mertuanya meninggal, suaminya diminta melan-jutkan sebuah proyek raksasa pembangunan jembatan. Namun, di tengah proses pembangunan itu, suaminya sakit—lumpuh, tuli, dan sulit berkomunikasi. Saat itulah, sang suami, dalam keterbatasannya, mengajarkan berbagai hal mengenai pembangunan jembatan. Emily pun menjadi asisten utama suaminya dan berusaha belajar teknik pembangunan sendiri. Pada 1870, sebuah jembatan sepanjang 1.825 meter terbentang kokoh di atas East River. Jembatan tersebut menghubungkan Brooklyn dan Manhattan di Amerika Serikat. Itulah Brooklyn Bridge, yang berhasil dituntaskan pembangunannya oleh Emily Warren Roebling. Pencobaan kerap membawa kita naik satu tingkat lebih tinggi. Melalui masalah, tidak jarang kita bertemu dengan kemampuan-kemampuan kita yang tidak terduga; belajar tentang arti pentingnya kasih, semangat kekeluargaan, makna persahabatan sejati, dan yang tak kalah penting, merasakan pengalaman penyertaan Tuhan yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Itulah yang dialami Ayub. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa segala yang ia miliki hilang lenyap. Namun, Allah menuntun Ayub melewati setiap lembah yang penuh duka dan kepedihan. Dan, ketika semuanya berlalu, Ayub mendapatkan pengalaman berharga. Ia mengalami sendiri penyertaan Allah. Katanya, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (ayat 5).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Mungkin Anda tengah dalam pergumulan berat. Jangan putus asa. Tuhan punya rencana yang besar dalam hidup Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="center"&gt;SIKAPI PENCOBAAN DENGAN IMAN MAKA ITU AKAN MEMBAWA KITA LEBIH DEKAT DENGAN TUHAN &lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8675601741924303699?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8675601741924303699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8675601741924303699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8675601741924303699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8675601741924303699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/jembatan-emily.html' title='Jembatan Emily'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5632482642319517293</id><published>2008-10-21T04:40:00.000+07:00</published><updated>2008-10-21T04:42:09.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Berdoa untuk Anak</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_3780530"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Markus 7:24-30&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Markus 7:26&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Matius 18-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sebagai orangtua kristiani, kita memiliki kewajiban yang tak boleh dilupakan. Apakah itu? Berdoa untuk anak-anak kita! Dalam buku How to be a Good Mom, dikupas tentang pentingnya orangtua berdoa untuk anak-anaknya. Doa untuk anak-anak sungguh merupakan sesuatu yang penting dan tak dapat diabaikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pokok doa pertama tentu kita berdoa untuk kehidupan rohani anak-anak. Berdoa agar mereka semakin mengenal Allah lebih dalam lagi. Dengan doa, anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Ketika itu terjadi, tanpa harus kita awasi dengan ketat pun mereka dapat menjadi anak yang bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri. Pokok doa selanjutnya, kita berdoa untuk perkembangan fisik dan mental mereka. Ada begitu banyak anak memiliki gambar diri yang rusak. Sulit menerima diri sendiri. Mereka mungkin minder, penuh sikap negatif, dan pesimis. Melalui doa, mintalah Allah membuat terobosan-terobosan baru dalam hidup mereka, sehingga hidup mereka diubahkan. Masih banyak yang perlu kita doakan. Berdoa untuk komunitas dan pergaulan anak-anak kita; untuk calon pasangan hidup mereka kelak; untuk kesehatan mereka; untuk studi atau aktivitas-aktivitas yang dijalani; untuk masa depan mereka; dan tentu masih ada banyak hal khusus yang bisa kita doakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita takkan pernah menjadi orangtua yang baik jika berhenti berdoa untuk anak-anak kita. Dengan berdoa untuk anak-anak, berarti kita mengakui keterbatasan kita sebagai orangtua dalam mendidik anak-anak. Dengan berdoa, kita mengizinkan Tuhan yang tak terbatas menyatakan kebaikan-Nya kepada anak-anak kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KITA TIDAK AKAN PERNAH MENJADI ORANGTUA YANG BAIK JIKA KITA BERHENTI BERDOA UNTUK ANAK-ANAK KITA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5632482642319517293?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5632482642319517293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5632482642319517293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5632482642319517293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5632482642319517293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/berdoa-untuk-anak.html' title='Berdoa untuk Anak'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1437578360109111849</id><published>2008-10-20T05:24:00.001+07:00</published><updated>2008-10-20T05:27:11.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Ketegangan Keluarga</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Efesus 6:1-4&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Efesus 4:29&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Matius 15-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Banyak konflik orangtua dan anak dibingkai oleh kata-kata: “Bapak Ibu itu kuno!” Atau, “Anak zaman sekarang tidak tahu menghormati orangtua, beda dengan zaman kami dahulu”. Begitulah yang kerap terjadi dalam banyak rumah tangga. Lalu bagaimana ketegangan seperti ini mesti dikelola?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus berpesan agar orangtua mendidik anak-anak dalam ajaran dan nasihat Tuhan serta bertindak sedemikian rupa agar anak paham yang mereka terima meru-pakan ekspresi kasih semata. Bisa jadi ajaran dan nasihat mengambil bentuk yang tegas, tetapi tak pernah ketegasan itu keluar dari hati yang membenci. Sebaliknya, anak diminta menghormati orangtuanya, bukan hanya agar si anak beruntung (“supaya lanjut umurmu”, ayat 3). Anak perlu taat kepada orangtua yang hidup dalam Tuhan karena ini merupakan sebuah perintah; suatu keharusan! Namun, ingat juga pesan Paulus, “taatilah orangtuamu di dalam Tuhan”. Artinya, perspektif ketaatan pada orangtua mesti berpusatkan kepada Tuhan. Nilai-nilai ketuhanan itulah yang menjadi dasar ketaatan anak terhadap ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja orangtua berbuat salah, bahkan jahat. Terhadap kasus seperti ini, anak tentu harus lebih memegang kebenaran sebagai ekspresi imannya kepada Tuhan sebagai sumber segala kebenaran. Sekalipun demikian, janganlah orangtua diabaikan. Mereka tetap layak menerima hormat. Semoga sebagai anak, kita selalu menghargai orangtua dengan hati yang hormat, bukan dengan hati yang merasa “lebih” lalu meremehkan bahkan menihilkan orangtua sendiri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; JIKA DAMAI YANG ANDA INGINKAN MULAILAH DARI KELUARGA ANDA—BUNDA TERESA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1437578360109111849?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1437578360109111849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1437578360109111849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1437578360109111849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1437578360109111849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/bacaan-hari-ini-efesus-61-4-ayat-mas.html' title='Ketegangan Keluarga'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1873651937631724150</id><published>2008-10-19T09:31:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T09:32:24.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Bukan Hak Kita</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_230885"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Yohanes 3:22-36&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Yohanes 3:30&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Matius 11-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Nama Tenzing Norgay tidaklah sepopuler Sir Edmund Hillary. Padahal, Norgay ada-lah orang yang mendampingi dan bersama Hillary menaklukkan Mount Everest. Ia adalah penduduk asli yang berprofesi sebagai pemandu jalan bagi Hillary. Setelah pendakian yang monumental itu, nama Hillary menjadi terkenal ke seluruh dunia. Ia pun diingat dan dikenang sebagai orang pertama yang menaklukkan Mount Everest. Kecewakah Norgay? Tidak. Dalam sebuah wawancara ia berkata, “Andai menjadi orang kedua yang menaklukkan Everest adalah hal yang memalukan, saya akan menanggungnya.” Norgay sadar betul ia hanyalah pemandu. Tugas utama seorang pemandu adalah mengantar orang tiba di tempat tujuan. Apa yang dicapai setelah itu bukanlah “bagiannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan sikap yang dihidupi oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes sadar betul bahwa dirinya hanyalah seorang utusan; pembawa berita. Bukan berita itu sendiri. Tugasnya adalah membuka jalan bagi Sang Mesias (ayat 28). Kepada murid-muridnya yang bertanya, ia menjawab, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (ayat 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah prinsip dasar pelayanan kristiani: menjadikan Tuhan, yang kita junjung dan layani, semakin dimuliakan dan diingat. Pelayanan bukan untuk “membesarkan” nama kita, sebab kita ini hanyalah alat; entah sebagai pendeta, guru Sekolah Minggu, aktivis gereja, atau apa pun. Justru kalau karena pelayanan kita, orang malah lebih mengingat dan mengagumi kita, pasti ada yang salah. Sebab itu berarti kita telah mengambil apa yang bukan hak kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;b&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN PELAYANAN ADALAH MENJADIKAN TUHAN NOMOR SATU BIARLAH KITA TETAP ”DI BELAKANG” &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1873651937631724150?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1873651937631724150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1873651937631724150' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1873651937631724150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1873651937631724150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/bukan-hak-kita.html' title='Bukan Hak Kita'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1046236266112511084</id><published>2008-10-18T06:47:00.000+07:00</published><updated>2008-10-18T07:03:27.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sediakan Waktu</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Efesus 5:14-21&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Efesus 5:15&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Matius 8-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya mendapat puisi ini dari sebuah e-mail yang dikirim seorang teman di Jakarta: Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kejernihan. Sediakan waktu untuk bermain dan bersantai, itulah rahasia awet muda. Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan. Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju hidup bermakna. Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa Anda ke bintang. Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa dari Tuhan. Sediakan waktu untuk melihat sekeliling, waktu Anda terlalu singkat untuk hidup dalam dunia Anda sendiri. Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik bagi jiwa. Sediakan waktu bersama keluarga, itulah mutiara paling indah. Sediakan waktu pribadi untuk di bersama Tuhan, itulah sumber kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya, bagaimana hidup kita; apakah akan bermakna dan berguna, ataukah akan berlalu dengan sia-sia tanpa arti, tergantung pada bagaimana kita mempergunakan waktu. Semua orang dikaruniai jumlah waktu yang sama; 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 52 minggu setahun. Tidak kurang, tidak lebih. Dengan waktu yang sama itu, ada orang yang bisa berkarya besar bagi Tuhan dan sesamanya, tetapi ada juga orang yang “nol besar” alias tidak berkarya apa-apa selama hidupnya. Pangkalnya terletak pada pengelolaan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasul Paulus membedakan orang arif dengan orang bebal dari cara hidupnya. Cara hidup seseorang selalu berkenaan dengan cara ia menggunakan waktunya. Tergolong yang manakah kita? Orang arif atau orang bebal?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; WAKTU TIDAK AKAN TERULANG, SEKALI BERLALU SELAMANYA BERLALU PERGUNAKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA DAN SEBENAR-BENARNYA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1046236266112511084?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1046236266112511084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1046236266112511084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1046236266112511084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1046236266112511084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/sediakan-waktu.html' title='Sediakan Waktu'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5615514215661987238</id><published>2008-10-17T05:28:00.000+07:00</published><updated>2008-10-17T05:29:48.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Satu Syarat Saja</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_230192"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Yohanes 14:1-11&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Yohanes 14:6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Matius 4-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seorang anak miskin dari desa sangat ingin pergi ke istana dan menjumpai raja ne-geri itu. Ibu dan tetangga-tetangga mengatakan bahwa niatnya itu tak masuk akal. Namun, si anak tetap nekat. Ia pun berangkat. Sayang, penjaga istana tak mengi-zinkannya masuk begitu saja. Berbagai pertanyaan dan syarat diajukan, sehingga si anak gelagapan. Akibatnya, ia tak boleh masuk. Sambil berjalan pulang, ia menangis tersedu-sedu. Di tengah jalan, ia bertemu seorang anak laki-laki yang bertanya mengapa ia menangis. Setelah mendengar ceritanya, anak laki-laki itu menggandeng tangannya dan berkata, “Ayo ikut aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka berjalanlah mereka beriringan. Ternyata mereka kembali ke istana. Sampai di gerbang, si anak desa sudah khawatir. Namun, ia mendapati situasi yang berbeda. Para pengawal menunduk. Tanpa berkata apa-apa mereka membukakan pintu, memberikan penyambutan, lalu mempersilakan keduanya masuk. Sampai akhirnya mereka bertemu sang raja. Di depan raja, si anak laki-laki berkata, “Ayah, perkenalkan, ini temanku. Ia sangat ingin bertemu Ayah. Ayah mau kan berbincang dengannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gerbang surgawi, barangkali juga serupa pintu berpalang yang dijaga banyak pengawal. Dan, di hadapan mereka, kita adalah warga biasa, yang tak bisa masuk begitu saja. Namun, kondisinya akan berbeda saat kita tak datang sendiri ke sana. Apabila Yesus yang menggandeng tangan kita, tak ada syarat diajukan (ayat 3). Sebaliknya, penyambutan diberikan. Dan kita boleh menikmati keberadaan kita di sana. Ya, tak ada syarat lain untuk masuk ke sana. Satu saja syaratnya: masuk bersama Yesus!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUNCI GERBANG SURGA ADA DI TANGAN SANG ANAK KITA TAK BISA KE SANA TANPA GANDENGAN TANGAN-NYA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5615514215661987238?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5615514215661987238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5615514215661987238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5615514215661987238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5615514215661987238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/satu-syarat-saja.html' title='Satu Syarat Saja'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1484147619408810682</id><published>2008-10-16T08:50:00.000+07:00</published><updated>2008-10-16T08:53:00.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Jepit Rambut</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt; Mazmur 25&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/strong&gt; Mazmur 25:10&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/strong&gt;Matius 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jepit rambut tipis—biasanya berwarna hitam dan berukuran kecil—kerap kali dianggap remeh oleh banyak orang. Namun, buat saya, jepit rambut itu sangat berguna. Selama beberapa waktu, ia akan menjepit dan menjaga rambut saya agar tetap di tempatnya, sehingga kelihatan rapi. Sementara beraktivitas, kadang saya meraba jepit rambut saya dan lega jika mendapati ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sekalipun mungkin—andai rambut saya bisa “merasa”—itu menyebabkan si jepit “dibenci” oleh rambut saya karena ia membuat rambut saya tidak bisa terurai dengan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup kita pun, ada banyak “jepit” yang Tuhan taruh, yakni “jepit-jepit” per-aturan yang menurut kita terkadang membosankan, mengekang, membatasi, kuno, dan membuat kita merasa tidak enak, tetapi sangat perlu. Perlu untuk mengarahkan kita tetap berada di jalan yang Tuhan kehendaki. Perlu untuk membentuk kita menjadi pribadi seperti yang Tuhan mau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sekali lagi kita belajar dari Daud. Salah satu kunci keberhasilan Daud adalah ia mencintai hukum-hukum Tuhan. Ia tidak bosan dengan hukum-Nya. Ia telah mengalami bagaimana hukum Tuhan itu telah membuatnya berbalik dari kejahatan (ayat 7,8); juga membangkitkannya dari kejatuhan; membuatnya kembali karib dengan Allah dan tidak kehilangan karunia-Nya (ayat 14). Tuhan telah menyediakan jalan hidup yang penuh ka-sih setia dan kebenaran. Kita tinggal diminta untuk berpegang pada janji-Nya, menuruti peringatan-Nya. Mungkin peringatan-Nya tak tampak menarik bagi kita, tetapi serupa dengan jepit rambut yang kecil, ia pasti sangat berguna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TAK SEMUA PERINGATAN TUHAN TAMPAK INDAH TETAPI SEMUANYA ADA UNTUK MENJAGAI HIDUP KITA BENAR &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1484147619408810682?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1484147619408810682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1484147619408810682' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1484147619408810682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1484147619408810682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/jepit-rambut.html' title='Jepit Rambut'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6715048401870098450</id><published>2008-10-15T08:32:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T08:42:35.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Singa yang terluka</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_327299"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt; Yohanes 3:14-20&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Yohanes 3:17&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/b&gt;: Maleakhi 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Saya mendapat kiriman sebuah klip video dari seorang teman di Jakarta. Kisahnya, ada seorang ibu yang menemukan seekor singa di sebuah hutan di Cali, Kolombia. Singa itu terluka parah dan hampir mati. Si ibu membawanya pulang dan merawatnya dengan penuh kasih hingga sembuh. Kemudian ia menyerahkan singa itu ke kebun binatang setempat supaya mendapat perawatan yang lebih baik. Klip video berdurasi sekitar 40 detik itu berisi tayangan ketika suatu hari si ibu meng-unjungi singa itu. Melihat ibu penyelamatnya datang, serta merta singa itu berdiri dan dari dalam kerangkeng, ia meraih dan memeluk erat si ibu dengan kedua kaki depannya. Si ibu pun mengusap-usap kepala singa itu. Mengharukan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor binatang buas pun tahu berterima kasih kepada penyelamatnya. Lalu, bagaimana dengan manusia? Mirip dengan si ibu yang menyelamatkan singa yang terluka itu, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang terluka—bahkan telah mati karena dosa-dosa yang mengerikan. Namun, apa yang kemudian Dia terima dari manusia? Justru penolakan dan penyaliban! Sungguh ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentunya tidak ingin mengulangi kesalahan manusia dua ribu tahun yang lalu. Bayangkanlah kondisi kita yang terluka dan tanpa harapan; kematian seolah-olah tinggal menunggu waktu. Lalu Tuhan Yesus datang; menolong, merawat, dan menyelamatkan kita, sehingga kita sembuh benar. Kita dipulihkan. Adakah hidup kita sudah menunjukkan rasa terima kasih yang menyukakan hati-Nya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KALAU HEWAN SAJA TAHU BERTERIMA KASIH KENAPA KITA TIDAK? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6715048401870098450?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6715048401870098450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6715048401870098450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6715048401870098450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6715048401870098450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/singa-yang-terluka.html' title='Singa yang terluka'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4283965750805696027</id><published>2008-10-14T10:22:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T10:23:38.308+07:00</updated><title type='text'>Pengorbanan Istri</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini: &lt;/strong&gt;Amsal 31:10-31&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini&lt;/strong&gt;: Amsal 31:29&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/strong&gt;: Zakharia 13-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Cindy dan Chip sudah 5 tahun pisah rumah. Rencananya, mereka akan bercerai pada akhir 2007. Lagipula, Chip sudah punya kekasih baru. Pada awal tahun, sesuatu terjadi. Chip menderita gagal ginjal parah. Cindy tidak tega melihatnya. “Bagaimanapun, ia masih suamiku,” ujarnya. Maka ia sumbangkan satu ginjal untuk Chip, tanpa ikatan apa pun. Rencana cerai tetap berjalan. Namun setelah keduanya pulih dari operasi, mereka jatuh cinta lagi! Sang suami berujar, “Buat apa aku mencari perempuan lain, jika di sini ada seseorang yang mau berkorban begitu besar untukku?” Akhirnya, Chip meninggalkan kekasih gelapnya dan kembali kepada Cindy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pengorbanan istri sanggup meluluhkan hati suami. Pengabdian istri adalah kecantikan batin yang tak ternilai. Ada banyak bentuk pengorbanan. Dalam kitab Amsal, pengorbanan istri ditunjukkan dengan perjuangannya setiap hari. Mulai dari memenuhi kebutuhan sandang pangan suami dan anak-anaknya (ayat 13-19, 21,22) sampai menjadi guru dalam keluarga (ayat 26,27). Dari pagi hingga malam ia berjerih lelah. Mengupayakan yang terbaik, demi masa depan keluarga. Ia lelah, tetapi bahagia. “Ia tertawa tentang hari depan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Dewasa ini, banyak suami atau anak memandang sepele pengorbanan istri atau ibu. Kesibukannya mengurus rumah ataupun bekerja dianggap sudah biasa. “Memang sudah kewajibannya.” Padahal di balik cerita sukses suami maupun keberhasilan anak, ada pengorbanan istri atau ibu. Istri atau ibu kita mungkin belum pernah mendonorkan ginjalnya. Namun, pengorbanannya dari hari ke hari tidak kurang. Kita patut menghargainya lebih!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span class="postbody"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;ISTRI KITA MUNGKIN BUKAN ORANG TERCANTIK TETAPI IA ADALAH ORANG YANG TERBAIK &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4283965750805696027?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4283965750805696027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4283965750805696027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4283965750805696027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4283965750805696027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/pengorbanan-istri.html' title='Pengorbanan Istri'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8076194543559610263</id><published>2008-10-12T20:22:00.000+07:00</published><updated>2008-10-13T05:44:41.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Aku akan Mengubahnya</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_228878"&gt;&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  1 Petrus 3:1-7&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; 1 Petrus 3:1&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Zakharia 10-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sejak berpacaran dengan Dedi, Santi menyadari kekasihnya itu sering bersikap cuek. Tidak peduli. “Tidak mengapa,” pikirnya, “aku akan mengubahnya setelah menikah!” Setelah berumah tangga barulah ia sadar betapa sulitnya mengubah suami. Berbagai cara telah dipakainya; mulai dari memohon, merajuk, menangis, menegur, sampai mengancam sang suami untuk lebih memedulikan dirinya. Hasilnya nihil. Bukannya tambah peduli, sikap cuek sang suami malah makin menjadi. Pasalnya, ia merasa jengkel “diteror” sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang sekali orang bisa berubah karena dipaksa. Kita tidak bisa mengubah orang lain karena perubahan hanya bisa terjadi dari kesadaran diri. Yang bisa kita lakukan hanyalah menciptakan suasana kondusif untuk mendorong orang lain berubah. Menyadari hal itu, Rasul Paulus meminta para istri untuk “memenangkan suami tanpa perkataan” jika ia berbuat salah. Dengan menunjukkan keteladanan yang simpatik, suami akan sadar diri dan terdorong untuk berubah. Cara ini jauh lebih efektif ketimbang mengkhotbahi. Nasihat Paulus tidak hanya berlaku bagi para istri, tetapi juga untuk setiap orang. Keteladanan hidup adalah perhiasan batin; punya daya pikat; menarik orang untuk berusaha memilikinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin orang yang Anda kasihi berubah? Jangan katakan, “Aku akan mengubah dia!” Mintalah Tuhan yang mengubah orang tersebut. Sementara itu, berusahalah untuk mengubah diri Anda sendiri. Tunjukkan keteladanan yang simpatik. Memang butuh waktu lama, tetapi perjuangan Anda tak akan sia-sia. Perlahan tapi pasti, perubahan akan terjadi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KETELADANAN ITU BAGAIKAN MAGNET IA MENARIK ORANG MENGIKUTI APA YANG KITA CONTOHKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8076194543559610263?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8076194543559610263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8076194543559610263' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8076194543559610263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8076194543559610263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/aku-akan-mengubahnya.html' title='Aku akan Mengubahnya'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-536732525140095713</id><published>2008-10-12T10:07:00.000+07:00</published><updated>2008-10-12T10:39:45.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Memberhalakan Tuhan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini: &lt;/strong&gt; Keluaran 20:1-6&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini&lt;/strong&gt;: Keluaran 20:4&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Zakharia 7-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita ditanya apakah kita menyembah berhala, pasti kita langsung menampik-nya. Kita tidak pernah merasa menyimpan patung apalagi sujud menyembahnya. Kita merasa aman dari dosa pelanggaran titah kedua ini. Padahal, dosa ini tidak selalu berkenaan dengan ada tidaknya benda-benda objek pemujaan di sekitar kita. Namun, juga menyangkut cara berpikir dan cara bersikap, yang bersumber jauh di ruang kendali pikiran manusia, yakni paradigma kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya yang lebih nyata dan lebih berbahaya kerap kali adalah kecenderungan kita untuk “memberhalakan Tuhan”, daripada “mempertuhankan berhala”. Berhala disembah, tetapi sebenarnya apakah itu diberikan untuk kehormatan si berhala sendiri? Tidak! Berhala disembah, agar ia bersedia melayani si “penyembahnya”. Demikian pula tanpa disadari kita acap “memanfaatkan” Tuhan agar tujuan kita tercapai. Tuhan disembah dan dipuja, bukan karena Dia Tuhan, melainkan agar kita dapat meminta ini dan itu kepada Tuhan. Dan pada saat itulah kita telah memberhalakan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Israel mengalami didikan Allah yang berdaulat penuh. Allah yang memimpin menjadi satu-satunya tempat menggantungkan hidup mereka. Mereka sadar Allah yang Mahabesar dapat melakukan apa pun jika Dia mau. Itu sebabnya Dia patut disembah dan diagungkan, tanpa manusia berhak mengharap sesuatu dari-Nya. Mari menyembah Tuhan semata-mata karena Dia Tuhan. Apa pun yang dilakukan-Nya. Terlepas dari apa pun yang diberikan-Nya. Tanpa syarat, tanpa pamrih. Dia Allah Mahakuasa yang memi-liki kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;PENYEMBAHAN KEPADA TUHAN ADALAH TUJUAN HIDUP BUKAN ALAT UNTUK HIDUP &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-536732525140095713?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/536732525140095713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=536732525140095713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/536732525140095713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/536732525140095713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/memberhalakan-tuhan.html' title='Memberhalakan Tuhan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7444467606070567002</id><published>2008-10-11T06:14:00.000+07:00</published><updated>2008-10-11T06:15:46.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Berubah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Kejadian 44:18-34&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/b&gt;Matius 3:8&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Zakharia 4-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Saya pernah bertemu seorang anak muda yang baru sembuh dari kecanduannya akan narkoba. Setelah dirawat di pusat rehabilitasi dan dinyatakan sembuh, ia pun diizinkan pulang. Lembaran baru dalam hidupnya dimulai. Ia pun kembali ke gereja. Namun, beberapa bulan kemudian saya mendengar berita mengejutkan bahwa anak muda itu meninggal dunia karena overdosis. Ya, mengagetkan karena seharusnya ia sudah sembuh. Pengalaman pahit dengan obat-obatan ternyata tidak membuat anak muda ini sungguh-sungguh berubah. Ia belum mengalami pertobatan yang membawa-nya sampai ke titik perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saudara-saudara Yusuf telah melakukan kesalahan besar dalam hidup mereka. Dengan hati penuh dengki dan iri hati, mereka menjual Yusuf ke tangan orang asing (37:28). Namun, akhirnya itu menjadi pengalaman menyakitkan, bukan hanya buat Yusuf tetapi buat mereka juga. Mengapa? Setelah melihat ayah mereka sangat berduka, mereka sadar telah berbuat salah (37:34,35). Sebab itu, ketika mereka kembali diper-hadapkan pada sebuah tantangan untuk “menjual” Benyamin atau membelanya, mereka memilih untuk membela Benyamin (44:16,18-34). Mengapa? Karena mereka tidak mau melakukan kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebuah pertobatan tidak cukup hanya sebuah kata yang keluar dari mulut kita. Apabila kita pernah melakukan sebuah dosa dan kemudian menyesalinya, kita perlu membuat perubahan yang nyata. Itu sebabnya pertobatan harus dialami tiap-tiap hari. Atas setiap perbuatan kita yang salah, mari bertobat dengan sungguh sampai kita be-nar-benar berubah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; SEBUAH PERTOBATAN YANG SUNGGUH PASTI MEMBAWA KITA PADA PERUBAHAN DIRI &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7444467606070567002?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7444467606070567002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7444467606070567002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7444467606070567002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7444467606070567002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/berubah.html' title='Berubah'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8623128964322279625</id><published>2008-10-10T00:57:00.000+07:00</published><updated>2008-10-10T00:58:09.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Hidup Efektif</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  2 Timotius 2:22-26&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; 2 Timotius 2:22,23&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Zakharia 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Filippo Inzaghi adalah seorang striker sepakbola asal Italia. Gaya permainan bolanya tidak secantik Ronaldinho—pemain nasional Brasil. Tubuhnya kecil, kecepatan larinya pun rata-rata. Namun, yang membuatnya istimewa adalah kemampuannya mencari ruang kosong, sehingga setiap serangan yang ia buat menjadi efektif. Tak banyak gaya, tetapi gol tercipta. Itulah yang membuatnya menjadi striker yang tetap diandalkan oleh AC Milan, timnya, meskipun usianya sudah tidak muda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ini senada dengan nasihat Paulus. Ayat-ayat yang kita baca adalah nasihat Paulus kepada Timotius yang hendak menjadi hamba Tuhan. Agar pelayanannya berhasil, Timotius diminta untuk tidak mengejar nafsu orang muda (ayat 22), tetapi menyalurkan energi dan waktunya untuk hal-hal yang lebih berguna. Tidak membuang waktu untuk sesuatu yang mengada-ada atau bodoh (ayat 23), tetapi mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan damai sejahtera. Melalui setiap nasihat ini, Paulus rindu agar Timotius hidup seefektif mungkin dalam melayani Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kita terapkan nasihat ini bagi kita secara pribadi. Adakah kita masih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang berguna; seperti bertengkar, menggosip, menjelekkan orang lain, dan sebagainya? Waktu yang ada begitu singkat dan tak akan terulang, jadi sudah seharusnya kita menggunakan waktu untuk melaku-kan hal-hal dan aktivitas yang menyenangkan hati Tuhan. Apalagi Tuhan memberi kita tugas untuk mengajar dan menuntun orang lain (ayat 24,25). Jangan buang waktu lagi, hiduplah efektif bagi Allah!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BEBERAPA MENIT YANG HABIS UNTUK MEMBICARAKAN ORANG LAIN SEBENARNYA CUKUP UNTUK MELAKUKAN SATU KEBAIKAN &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8623128964322279625?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8623128964322279625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8623128964322279625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8623128964322279625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8623128964322279625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/hidup-efektif.html' title='Hidup Efektif'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4038199990915415700</id><published>2008-10-09T05:28:00.000+07:00</published><updated>2008-10-09T05:29:25.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Menghargai Orang</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Bilangan 10:29-34&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini&lt;/strong&gt;: Bilangan 10:31&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/strong&gt;: Hagai 1-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Seberapa sering Anda menerima pujian yang tulus dari kekasih Anda?” Pertanyaan ini diajukan pada ratusan suami istri dalam sebuah penelitian. Hasilnya mengejutkan. Ternyata banyak yang berkata, “Saya tak pernah menerima pujian” atau “Hampir tak pernah”. Seorang istri menjawab: “Aku tidak ingat kapan terakhir kali suamiku me-mujiku”. Banyak orang pelit dalam memuji. Berat lidah untuk menyatakan betapa ia menyukai, mengagumi, atau menghargai orang lain. Alasannya macam-macam. “Ia sudah tahu!”, “Kalau dipuji nanti besar kepala”, atau “Saya malu mengatakannya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Sebuah penghargaan dapat memperkokoh hubungan. Musa menyadari hal ini. Ketika berada di Gunung Sinai, Musa diberi tahu bahwa Hobab tidak lagi mau melanjutkan perjalanan bersama rombongannya. Memang Hobab bukan orang Israel. Ia orang Midian. Bukannya ikut ke tanah perjanjian, ia justru ingin kembali ke kampungnya. Melihat hal ini, Musa memohon Hobab tetap bersamanya. Musa menyatakan betapa pentingnya Hobab. Dipujinya Hobab sebagai penunjuk jalan terbaik. Orang yang paling tahu seluk-beluk padang gurun. Walaupun Musa pemimpin tertinggi, ia tidak gengsi un-tuk mengakui kehebatan Hobab. Penghargaan ini akhirnya membuat Hobab tak jadi meninggalkan Musa, sebab ia merasa dirinya berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Coba pikirkan orang-orang yang sudah banyak menolong Anda. Mereka yang sudah membuat hidup Anda nyaman dan indah. Kapan terakhir kali Anda memuji dan menghargai mereka? Pernahkah Anda menyatakan betapa pentingnya mereka bagi Anda? Kalau belum, lakukanlah itu hari ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;PUJIAN MEMPERKAYA HIDUP ORANG YANG MENERIMANYA TANPA MEMPERMISKIN SANG PEMBERINYA &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4038199990915415700?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4038199990915415700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4038199990915415700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4038199990915415700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4038199990915415700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/menghargai-orang.html' title='Menghargai Orang'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2370402785235422541</id><published>2008-10-08T09:46:00.000+07:00</published><updated>2008-10-08T09:47:47.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Meniru Yesus</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bacaan hari ini:&lt;/strong&gt;  Yohanes 2:1-5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat mas hari ini: &lt;/strong&gt;Yohanes 2:4&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/strong&gt; Zefanya 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali kisah di Kana dikhotbahkan, iman kita diteguhkan dengan mukjizat yang Yesus lakukan. Kerinduan untuk mengundang Yesus ke dalam hidup kita semakin besar. Memang benar bahwa jika Yesus hadir, maka kekurangan dalam hidup kita pasti dapat Yesus atasi. Namun lebih dari sekadar mengharap mukjizat-Nya, kita patut mengamati dan meniru sikap hidup Yesus dalam peristiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Dia mau hadir dalam pesta pernikahan. Artinya, Yesus mau bergaul, tidak menyendiri atau di Bait Suci saja. Kita pun mesti hadir di masyarakat dan lingkungan, berada di tengah orang banyak, mungkin di sana kita dapat melakukan sesuatu yang berguna. Kedua, Ibu Maria meyakini-Nya (ayat 4,5) sebagai Pribadi yang bisa dimintai pertolongan. Ibu Maria tidak meminta tolong kepada orang lain. Ia langsung datang kepada Yesus karena yakin Yesus pasti dapat menolong. Semoga setiap kita sebagai anak-anak-Nya juga dipercaya sebagai tempat ke mana orang dapat datang meminta pertolongan. Orang boleh merasa yakin mereka tidak akan ditolak oleh orang kristiani. Ketiga, Yesus rela berkurban bagi orang lain. Memang belum saat-Nya Yesus “dikenali” orang banyak lewat mukjizat yang Dia buat. Bila publik mulai mengetahui hal itu, kemungkinan besar akan muncul berbagai reaksi yang dapat menyulitkan Yesus. Walaupun demikian, Dia tetap membuat mukjizat agar pesta pernikahan di Kana terselamatkan. Begitulah Yesus berkurban dan menolong, agar orang lain terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari sikap hidup Yesus, biarlah hari ini kita meniru Dia!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;SIKAP HIDUP ORANG BANYAK MUNGKIN MEMENGARUHI KITA NAMUN BIARLAH SIKAP HIDUP YESUS YANG MENJADI CETAK BIRU KITA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2370402785235422541?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2370402785235422541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2370402785235422541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2370402785235422541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2370402785235422541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/meniru-yesus.html' title='Meniru Yesus'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2913474448975735221</id><published>2008-10-07T04:43:00.000+07:00</published><updated>2008-10-07T04:44:32.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mencukupkan diri</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini: &lt;/b&gt; Ibrani 13:1-6&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Ibrani 13:5&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Habakuk 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pada awal masa krisis ekonomi, pernah terjadi orang sulit membeli minyak goreng. Harganya meroket. Banyak orang menjadi resah. Namun, seorang ibu malah mendapat ide kreatif. Ia mencoba menggoreng tanpa minyak goreng! Ketika memasak telur ceplok, ditaruhnya daun pisang di atas wajan, lalu telur diceplok di atasnya. Hasilnya cukup memuaskan. Segera ide ini disebarluaskan ke media massa. Idenya, ketimbang belanja melebihi kemampuan, lebih baik belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam Ibrani 13:5, penulis kitab Ibrani mengutip janji pemeliharaan Tuhan dari Ulangan 31:6, “Ia tidak akan membiarkan engkau.” Namun, didahului dengan sebuah syarat: “cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu”. Tuhan tidak akan memelihara orang yang boros dan serakah. Dia memelihara orang yang mau belajar bersyukur de-ngan apa yang ada. Yakni mereka yang berjuang untuk bisa hidup dengan yang sedikit, ketimbang terus berusaha meraup lebih banyak. Mereka yang memilih bergaya hidup memberi dan membagi (ayat 2,3) lebih dari mengumpulkan bagi diri sendiri. Mereka yang berusaha menikmati apa yang sudah tersedia, ketimbang menyesali apa yang telah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita hidup di zaman sulit. Di satu sisi, harga BBM dan kebutuhan pokok semakin mahal. Di sisi lain, semakin banyak tawaran untuk membeli aneka barang yang tak kita butuhkan. Tanpa belajar mencukupkan diri, kita bisa menjadi hamba uang yang serakah. Terjebak utang-piutang yang menyengsarakan. Atau menjadi pribadi yang ha-nya ingat diri sendiri, tak pernah memberi tumpangan. Ini saatnya kita belajar mencukupkan diri!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; ALLAH AKAN MENCUKUPKAN MEREKA YANG BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2913474448975735221?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2913474448975735221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2913474448975735221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2913474448975735221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2913474448975735221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/mencukupkan-diri.html' title='Mencukupkan diri'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6949042625449064898</id><published>2008-10-06T05:05:00.000+07:00</published><updated>2008-10-06T05:17:12.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kita Memang Beda</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Kejadian 2:18-25&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Kejadian 2:22&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun: &lt;/b&gt;Nahum 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pernahkah Anda kesepian? Bagaimana suasana hati Anda ketika itu? Kelabu dan dingin? Lalu bayangkan, dalam suasana begitu, tiba-tiba seseorang hadir dan membuat hati Anda hangat dan bahagia. Rasanya? Sungguh menyenangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Adam kesepian, Allah merasa kasihan kepadanya. Jadi, untuk memberinya penolong yang sepadan, Allah mengirim segala binatang hutan dan burung agar diberi nama oleh Adam. Tujuannya, supaya ia dapat memilih satu penolong baginya. Namun, tak ada yang sesuai. Karena semua calon gagal, Tuhan Allah membuat Adam tertidur. Lalu dari rusuk Adam dibangun-Nya (dari kata Ibrani banah, artinya “melakukan karya seni bak seniman patung”) seorang wanita (isyah). Berbeda dengan bagaimana Adam dibentuk (yatsar, artinya “melakukan karya seperti tukang”) dari debu tanah menjadi laki-laki (isy). Itulah pria dan wanita. Dibentuk dari bahan baku berbeda (debu tanah dan rusuk) serta cara kerja berbeda pula (cara tukang dan cara seniman). Walau demikian, pernikahan pertama itu mengandung semangat kesatuan dalam perbedaan. Sampai A-dam pun berkata: “Inilah dia tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku” (ayat 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula yang semestinya terjadi dalam semua pernikahan. Bagi calon pengantin yang merancang hidup baru dan pengantin baru, mungkin ini menggairahkan. Namun bagi suami istri yang sudah lama berumah tangga, perbedaan dalam kesatuan bisa jadi beban, bahkan beban berat! Namun, kemungkinan besar persoalannya ada pada pemikiran kita mengenai perbedaan. Jadi, mari mohon hikmat Tuhan; sebab siapa pintar mengelola perbedaan akan menemukan kesepadanan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; PERBEDAAN BUKAN BENCANA JUSTRU PERBEDAAN YANG MEMBUAT HIDUP INI BERWARNA &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6949042625449064898?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6949042625449064898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6949042625449064898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6949042625449064898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6949042625449064898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/kita-memang-beda.html' title='Kita Memang Beda'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2986499619132677319</id><published>2008-10-05T14:24:00.000+07:00</published><updated>2008-10-05T14:26:59.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Keseimbangan Hidup</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:  &lt;/b&gt;Imamat 25:1-22&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Keluaran 20:8&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun&lt;/b&gt;: Mikha 4-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kehidupan kerap kali menjebak manusia dengan ritme yang terlalu cepat dan tanpa jeda. Padahal Tuhan yang merancang manusia sejak semula, memberi kita perintah untuk beristirahat, dengan mengkhususkan sabat. Tuhan hendak menunjukkan cinta-Nya melalui sabat. Hidup seluruh ciptaan akan seimbang melalui penerapan sabat. Bahkan, bukan manusia saja yang diperintahkan untuk beristirahat, tetapi juga tanah. Dalam Imamat 25, Tuhan Allah menerapkan tahun sabat bagi tanah untuk berproduksi. Namun, Tuhan akan tetap mencukupkan makanan bagi umat selama tahun itu, karena sejak tahun keenam Tuhan sudah mengirim lebih banyak berkat (ayat 20, 21). Lebih jauh lagi, tahun kelima puluh (tahun Yobel) dikhususkan untuk mengadakan pembebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sabat diadakan agar kita bergantung pada pemeliharaan Tuhan dan menikmati kecukupan yang Tuhan sediakan. Ambil satu hari sabat setiap minggu sebagai momen untuk membuang segala kekhawatiran kita dalam mencari nafkah. Juga sebagai momen untuk belajar berserah total pada pemeliharaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tentu beristirahat pada hari sabat tidaklah identik dengan usaha mencari hiburan semata. Sabat perlu diisi dengan aktivitas-aktivitas yang semakin mendekatkan diri kita kepada sang Ilahi. Aktivitas yang memperkaya hidup batin seperti ibadah, bersekutu dengan saudara seiman, menikmati waktu bersama keluarga, dan sebagainya. Tanpa menjaga sabat, maka irama hidup kita tidak akan seimbang. Sabat akan mengajar kita betapa seharusnya kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan tidak khawatir secara berlebihan akan hidup ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;b&gt;KESEIMBANGAN HIDUP TERJADI KETIKA SABAT KITA JALANI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2986499619132677319?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2986499619132677319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2986499619132677319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2986499619132677319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2986499619132677319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/keseimbangan-hidup.html' title='Keseimbangan Hidup'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4394103831663845777</id><published>2008-10-03T09:38:00.000+07:00</published><updated>2008-10-03T09:40:50.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Keajaiban Kasih</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Kejadian 36:1-8&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Ayat mas hari ini&lt;/b&gt;: Yesaya 49:16&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Yunus 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Saya mengenal seorang ibu yang begitu mengasihi anaknya. Bahkan sekalipun si anak berlaku tidak baik, sang ibu tak kehilangan rasa sayangnya. Suatu kali, si anak marah, meninggalkan rumah, dan tak kembali. Beberapa orang meminta si ibu untuk membiarkannya saja karena si anak sangat kurang ajar. Orang-orang yang tak tahan melihat perilakunya mengatakan bahwa ia adalah “anak yang patut dibuang”. Akan tetapi, si ibu tidak menggubris. Ia terus berusaha mencari anaknya dan berharap anaknya kembali. Bagi saya, kasih ibu ini tampak ajaib, sebab saat orang lain “membuang” si anak, sang ibu mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gambaran tokoh Esau dalam Alkitab juga serupa dengan anak di atas. Esau, bisa dikatakan tidak menghargai kasih Allah. Ia memandang rendah hak kesulungan yang dimilikinya dan dengan mudah menjualnya dengan harga yang tak setimpal. Namun, Alkitab tak berhenti mencatat tentang kehidupannya, dan seluruh ayat dalam Kejadian 36 menceritakan bagaimana Allah terus memelihara Esau dan keturunannya. Walaupun Esau bisa dianggap sebagai “anak yang kurang ajar dan patut dibuang”, tetapi Allah tetap mengasihinya. Itulah kejaiban kasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam perjalanan hidup ini, kita juga bisa bersikap “kurang ajar”. Bahkan barangkali manusia bisa tidak tahan menghadapi sikap atau perilaku kita. Namun, ketika orang lain sulit menerima kita, Allah terus mencari kita. Kasih-Nya selalu sangat besar kepada kita. Dan setiap kita adalah objek kasih-Nya yang besar. Maukah kita menyambut kasih ajaib itu dan menghargainya dengan sungguh-sungguh?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; BAHKAN KETIKA SEMUA ORANG SEOLAH-OLAH ”MEMBUANG” KITA ALLAH TERUS MENCARI KITA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4394103831663845777?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4394103831663845777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4394103831663845777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4394103831663845777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4394103831663845777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/keajaiban-kasih.html' title='Keajaiban Kasih'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8091946438137472344</id><published>2008-10-02T09:37:00.000+07:00</published><updated>2008-10-02T09:39:09.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sapaan dari Allah</title><content type='html'>&lt;b&gt; Bacaan hari ini:&lt;/b&gt;  Mazmur 104&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat mas hari ini:&lt;/b&gt; Mazmur 8:4,5&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab Setahun:&lt;/b&gt; Amos 8-9; Obaja 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, saya asyik bercengkerama dengan anak saya yang baru berusia dua setengah tahun. Langit sore yang lembayung tampak begitu indah, sehingga sayang untuk kami lewatkan sambil bersantai di kursi panjang. Dengan asyik anak saya menelusuri langit dengan jari mungilnya yang tertuding ke atas, sembari menyanyi “Pelangi, pelangi, alangkah indahmu ….” Tiba-tiba senandungnya yang patah-patah itu terhenti dan ia bertanya, “Ma, Tuhan ada di mana?” Saya agak terkejut mendengarnya, tetapi dengan segera saya menja-wab, “Tuhan ada di hatimu, Nak. Di hati Mama juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang dewasa, benak kita cenderung penuh dengan berbagai urusan. Maka, tak heran bila sedang memandang ciptaan Tuhan dan keindahan alam, kita jarang mengingat Pribadi yang telah menciptakan semua itu (Mazmur 104:24). Padahal, sesungguhnya hal itu merupakan saat-saat indah di mana Tuhan menyapa kita dengan kesejukan kasih-Nya, khususnya di tengah-tengah berbagai urusan kita di dunia ini. Bahkan manakala kita berada di tengah gelapnya kehidupan, alam akan mengingatkan kita bahwa Allah yang menciptakan semesta yang agung, sesungguhnya juga memer-hatikan kita pribadi demi pribadi, termasuk segala keberatan di hidup kita (Mazmur 8:4,5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita menikmati karunia Allah yang dari waktu ke waktu mewakili senyum kasih-Nya. Langit yang biru, mentari senja yang memerah, pelangi yang membusur dengan cantiknya, pegunungan yang gagah, lautan yang menggelora, dan banyak lagi yang lain, akan selalu menunjuk kepada kebesaran penciptanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TANGAN ALLAH MENCIPTA ALAM YANG BEGITU LUAS TETAPI DIA JUGA BISA MENDEKAP SAYA YANG BEGITU KECIL &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8091946438137472344?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8091946438137472344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8091946438137472344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8091946438137472344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8091946438137472344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/sapaan-dari-allah.html' title='Sapaan dari Allah'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1288998538460449354</id><published>2008-10-01T07:14:00.000+07:00</published><updated>2008-10-01T07:15:42.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Seeing Jesus In The Underdog</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;You did it to Me.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matthew 25:40 NAS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Daily Bible Reading:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1 Samuel 11-13, Luke 24:45-53, Psalm 63, Proverbs 22:17-23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A minister on Chestnut Street in Philadelphia noticed a homeless man coming towards him. He was filthy and his beard was caked with rotten food. He was holding a cup of coffee and the lip of the cup was dirty. Staggering up to him the homeless man exclaimed, "Hey, mister. You want some of my coffee?" The pastor really didn't, but he thought it was the right thing to do, so he said, "Sure, I'll take a sip." When he handed the cup back he remarked, "You're generous giving away your coffee." Looking at him the derelict man replied, "Well, it was particularly delicious today, and I think if God gives you something that good you should share it!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The pastor continued: "I figured I was being set up and it would cost me five bucks. So I asked him, 'Is there something I can do for you in return?' The man answered, 'Yeah, you can give me a hug!' (To tell the truth, I was hoping for the five dollar option!) He put his arms around me, and I suddenly realised he wasn't going to let me go! People were passing by and staring at me. There I was, dressed in my establishment garb, hugging this filthy man! I was embarrassed. Then little by little my embarrassment changed to awe. I heard a voice echoing down the corridors of time saying, 'I was hungry; did you feed Me? I was naked; did you clothe Me? I was sick; did you care for Me? I was the homeless man you met on Chestnut Street… did you hug Me? For if you did… you did it to Me.'"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1288998538460449354?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1288998538460449354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1288998538460449354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1288998538460449354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1288998538460449354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/10/seeing-jesus-in-underdog.html' title='Seeing Jesus In The Underdog'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4553282764895644950</id><published>2008-09-30T00:54:00.000+07:00</published><updated>2008-09-30T00:55:31.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Bukan Aib</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 19:12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; 1 Korintus 7:25-40&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun: &lt;/b&gt;Amos 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita humor. Seorang gadis lajang berdoa begini: "Ya Tuhan, kalau memang ia jodohku, dekatkanlah. Kalau bukan jodohku, jodohkanlah. Kalau ia bukan jodohku, jangan sampai ia dapat jodoh yang lain, selain aku. Amin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status melajang kerap kali dianggap menyusahkan atau bahkan dirasa sebagai aib bagi yang menyandangnya. Perasaan itu muncul biasanya karena si lajang mendengarkan perkataan orang lain. Padahal sebetulnya yang penting bukan statusnya, tetapi sikap dalam menghadapinya. Jika disikapi secara positif, maka sisi-sisi positifnya akan tampak. Bukankah orang yang melajang punya waktu luang dan konsentrasi lebih besar untuk berkarya? Melajang juga bukan berarti hidup sendiri, karena orang yang melajang justru punya kesempatan lebih banyak untuk membangun relasi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai pasangan hidup atau menikah, tak serta merta membuat segalanya menjadi lebih baik. Paulus malah mengingatkan akan "harga" yang harus dibayar dalam hidup berpasangan (ayat 33-34). Intinya kalaupun berpasangan, janganlah sampai kita terbelenggu perkara duniawi. Jangan sampai riak-riak pernikahan malah menjadi batu sandungan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi baik sendiri ataupun berpasangan, tanggung jawab kita di hadapan Tuhan tetap sama; berkarya memuliakan nama-Nya. Bila menikah, bijaklah membina keluarga. Bila hidup lajang, bajiklah membawa diri. Bagi lajang yang sangat ingin menikah, ingatlah bahwa hidup kita ada di tangan-Nya. Jalani apa pun hidup Anda dengan rasa syukur. Percayakanlah hidup Anda pada rencana dan kebijaksanaan-Nya. Tuhan tahu yang terbaik —DYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;melajang maupun menikah&lt;br /&gt;kita sama-sama mesti memuliakan nama-nya!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1 Korintus 7:25-40&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;7:25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.&lt;br /&gt;7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.&lt;br /&gt;7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!&lt;br /&gt;7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.&lt;br /&gt;7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;&lt;br /&gt;7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;&lt;br /&gt;7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.&lt;br /&gt;7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.&lt;br /&gt;7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,&lt;br /&gt;7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.&lt;br /&gt;7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.&lt;br /&gt;7:36 Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.&lt;br /&gt;7:37 Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.&lt;br /&gt;7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.&lt;br /&gt;7:39 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.&lt;br /&gt;7:40 Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4553282764895644950?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4553282764895644950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4553282764895644950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4553282764895644950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4553282764895644950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/bukan-aib.html' title='Bukan Aib'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8869297553764676326</id><published>2008-09-29T09:31:00.000+07:00</published><updated>2008-09-29T09:33:56.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Coba Periksa</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah mengetahuinya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Markus 6:38&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; Markus 6:30-44&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun: &lt;/b&gt;Yoel 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat lima roti dan dua ikan diawali dengan belas kasihan Yesus (ayat 34). Namun rupanya Yesus tidak bermaksud bekerja sendirian. Ia meminta partisipasi dari pihak orang banyak. Sabda-Nya, "Berapa banyak roti yang ada padamu?" Bahkan tidak hanya bertanya, Dia juga menekankan perlunya partisipasi itu. Mari perhatikan sabda lanjutan-Nya, "Cobalah periksa!" Dan, akhirnya dari hasil pemeriksaan itu, mereka mendapatkan lima roti dan dua ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat Tuhan tidak dilakukan di dalam kehampaan. Yesus meminta kita untuk mengambil bagian. Apabila kita mengelak dengan mengatakan bahwa kita tidak memiliki apa pun, Yesus akan "masuk" lebih dalam dan Dia akan berkata, "Coba periksa dulu ... periksa ... periksa ... apa yang ada padamu!" Dan bila kita sudah menemukannya, bawalah itu kepada-Nya. Dia akan "mengambilnya ... menengadah ke langit, mengucapkan berkat atas apa yang kita bawa, dan memberkatinya", kemudian menggunakan hal itu demi menjadi berkat yang lebih berarti bagi hidup orang-orang lain di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belajar satu hal penting dari kisah lima roti dua ikan yang menjadi makanan untuk lima ribu orang dan bersisa dua belas bakul. Mukjizat Tuhan dimulai dengan belas kasihan Tuhan yang berpadu dengan keterlibatan dari umat yang bersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Anda bersedia dipakai menjadi saluran mukjizat Tuhan? Periksalah apa yang ada pada Anda dan bawalah itu kepada Yesus agar diberkati dan dipakai-Nya. Dia tidak pernah meminta apa yang Anda tidak punya. Dia meminta apa yang Anda punya. Anda mengatakan bahwa Anda tidak punya apa-apa? Cobalah periksa dulu! —DKL&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAWALAH talenta Anda KEPADA TUHAN&lt;br /&gt;dia akan melipatgandakannya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Markus 6:30-44&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.&lt;br /&gt;6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.&lt;br /&gt;6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.&lt;br /&gt;6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.&lt;br /&gt;6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.&lt;br /&gt;6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.&lt;br /&gt;6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."&lt;br /&gt;6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"&lt;br /&gt;6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."&lt;br /&gt;6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.&lt;br /&gt;6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.&lt;br /&gt;6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.&lt;br /&gt;6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.&lt;br /&gt;6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.&lt;br /&gt;6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8869297553764676326?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8869297553764676326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8869297553764676326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8869297553764676326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8869297553764676326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/coba-periksa.html' title='Coba Periksa'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8409082192833278010</id><published>2008-09-28T00:50:00.000+07:00</published><updated>2008-09-28T04:48:46.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Memberi Hingga Sakit</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lukas 21:4&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; Lukas 21:1-4&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Hosea 12-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Yanto adalah seorang penarik becak berusia separuh baya. Ia biasa mangkal di depan Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Penghasilannya tidak tetap. Kalau sedang sepi, ia hanya memperoleh sekitar Rp10.000,00 sehari. Kalau sedang ramai, biasanya sehari bisa sampai Rp25.000,00-Rp30.000,00. Dari penghasilannya itu, selain tentu untuk menghidupi istri dan tiga orang anaknya di kampung, Pak Yanto juga selalu menyisihkan untuk memberi persembahan bagi gerejanya yang tengah direnovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang membuat sebuah pemberian itu berharga. Pertama, ketulusan yang mendasari; memberi karena memang mau memberi. Titik. Bukan, misalnya, supaya mendapat pujian atau berharap ucapan terima kasih. Motivasi tidak tulus akan mengurangi nilai sebuah pemberian. Kedua, adanya pengorbanan di baliknya. Pemberian yang bertolak dari keterbatasan dan kekurangan si pemberi akan jauh lebih bernilai, terlepas besar kecilnya nilai nominal pemberian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dilakukan oleh janda miskin yang kita renungkan hari ini. Ia memberi banyak justru dalam kekurangannya. Dan dari pemberiannya itu tercermin pula ketulusan. Ia memberi tanpa berpikir apa yang akan diperolehnya sebagai balasan; betul-betul sebuah pemberian atas dasar kerelaan dan karena keinginan untuk memberi yang terbaik. Itulah sebabnya di mata Tuhan, pemberiannya itu jauh lebih bernilai dari semua pemberian yang lain (ayat 3). Ya, sebuah pemberian dapat menunjukkan besarnya kasih di baliknya ketika kita melakukannya tanpa pamrih, dan ketika kita harus berkorban untuk memberikannya —AYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;NILAI SEBUAH PEMBERIAN TERLETAK PADA&lt;br /&gt;KETULUSAN DAN PENGORBANAN YANG MELANDASINYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lukas 21:1-4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;21:1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.&lt;br /&gt;21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.&lt;br /&gt;21:3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.&lt;br /&gt;21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8409082192833278010?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8409082192833278010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8409082192833278010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8409082192833278010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8409082192833278010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/memberi-hingga-sakit.html' title='Memberi Hingga Sakit'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-4882715095050512092</id><published>2008-09-27T05:18:00.000+07:00</published><updated>2008-09-27T05:27:25.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Menjaga Rahasia</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amsal 11:13&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; Amsal 11:9-13&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun&lt;/b&gt;: Hosea 8-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Debi jengkel sekali. Dua hari lalu, ia baru saja menceritakan uneg-unegnya pada istri pendeta di gerejanya. Ia menceritakan perihal suaminya yang diduga menyeleweng. Suatu pagi, teman satu gereja menelepon dan bertanya: "Ada masalah apa dengan suamimu?" Ibu Debi kaget sekaligus kecewa. Kabar soal suaminya sudah sampai ke telinga para ibu di komisi wanita. Rupanya, dalam persekutuan doa ibu-ibu kemarin malam, sang istri pendeta memasukkan namanya ke dalam pokok doa. "Doakan Ibu Debi yang sedang punya masalah dengan suaminya," katanya. Walau berniat baik dan tak menyebut masalahnya secara rinci, si istri pendeta telah gagal menjaga rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di gereja, banyak orang kecewa karena berhadapan dengan orang yang tak bisa menjaga rahasia. Ini masalah serius. Membocorkan rahasia berarti mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan seseorang. Walaupun tanpa sengaja, dampaknya tetap merusak. Amsal mengingatkan, mulut yang mengucapkan apa yang tidak perlu bisa "membinasakan sesama" (ayat 9), bahkan "meruntuhkan kota" (ayat 10). Selanjutnya, ketidakmampuan menyimpan rahasia juga menandakan bahwa orang itu tidak setia dan tidak bisa mengendalikan diri (ayat 12). Seseorang yang bijak seharusnya tahu kapan saatnya berdiam diri dan kapan saatnya menutupi perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali gagal menjaga rahasia, orang lain akan kapok untuk berbagi rasa lagi dengan kita. Mereka akan menutup diri karena merasa tidak aman. Akibatnya, kita akan kehilangan persekutuan yang akrab dan mendalam. Oleh sebab itu, mulai sekarang kendalikanlah lidahmu! Stop membicarakan yang tidak perlu —JTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;LEBIH BAIK MEMILIH APA PUN YANG AKAN ANDA KATAKAN&lt;br /&gt;KETIMBANG MENGATAKAN APA PUN YANG ANDA PILIH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amsal 11:9-13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;11:9 Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.&lt;br /&gt;11:10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota, dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai.&lt;br /&gt;11:11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.&lt;br /&gt;11:12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.&lt;br /&gt;11:13 Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-4882715095050512092?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/4882715095050512092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=4882715095050512092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4882715095050512092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/4882715095050512092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/menjaga-rahasia.html' title='Menjaga Rahasia'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6558902893356835939</id><published>2008-09-26T04:08:00.000+07:00</published><updated>2008-09-26T04:10:42.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Bull Riding</title><content type='html'>&lt;div id="post_message_321057"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Galatia 5:13&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan Alkitab setahun&lt;/b&gt;: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bull riding atau mengendarai banteng merupakan salah satu dari tujuh pertandingan utama dalam acara rodeo profesional. Bull riding adalah cabang yang paling terkenal dan berbahaya dalam pertandingan rodeo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari pertandingan bull riding adalah bertahan menunggangi seekor banteng liar selama 8 detik dengan satu tangan untuk mencapai kemenangan. Para cowboy yang menunggang banteng hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk memegang tali yang melingkari banteng. Gagal bertahan selama 8 detik ataupun menggunakan tangan yang bebas untuk memegang banteng maupun anggota tubuh sendiri berakibat diskualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, usaha 8 detik menunggangi banteng seberat 2000 pon ini merupakan usaha yang sangat berbahaya. Tidak sedikit cowboy yang terjatuh dan terluka karena ditanduk banteng. Sebuah perkataan yang sering dikutip mengenai bull riding adalah, "It is not if you get hurt, it is when!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri manusia terdapat sifat dosa yang sulit dikendalikan bagaikan banteng liar. Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Bukan soal apakah kita akan terluka karena bermain-main "mengendarai" dosa, tapi soal kapan waktunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali hanya dibutuhkan waktu kurang dari 8 detik bagi iblis untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Mari berhenti bermain dengan dosa! Ijinkan tangan Yesus yang berlubang mengambil alih tali yang melingkari banteng itu. Hanya kasih karunia yang membuat kita bertahan hingga keluar sebagai pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;Berhentilah bermain-main dengan dosa.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6558902893356835939?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6558902893356835939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6558902893356835939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6558902893356835939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6558902893356835939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/bull-riding.html' title='Bull Riding'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8356702484793436802</id><published>2008-09-25T05:26:00.000+07:00</published><updated>2008-09-25T05:28:38.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Betapapun Hebatnya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan ... burung-burung ... ternak dan atas seluruh bumi ... segala binatang melata &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kejadian 1:26&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan: &lt;/b&gt;Kejadian 1:1-31&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun: &lt;/b&gt;Hosea 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioteknologi adalah sebuah bidang ilmu yang menerapkan kemajuan teknologi ke dalam bidang ilmu biologi. Prospek kemajuan yang ditawarkan oleh bidang ilmu yang satu ini sungguh luar biasa. Mulai dari yang sudah kita anggap normal, seperti semangka tanpa biji, sampai kepada yang masih terasa bagaikan mimpi seperti mengganti anggota tubuh kita yang rusak dengan teknologi sel punca (stem cell).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perkembangan ini juga menimbulkan banyak masalah etika. Kemajuan yang ditawarkan tersebut acap kali berbenturan dengan batas-batas etika yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Sebagai contoh, teknologi embryonic stem cell membutuhkan janin sebagai bahan percobaannya. Tak heran begitu banyak perdebatan yang terjadi di kalangan para ahli etika seputar isu-isu bioteknologi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, perkembangan bioteknologi memang membawa perubahan yang besar dalam pola pikir manusia mengenai seluruh alam dan ciptaan. Manusia, dengan perkembangan bioteknologi, seakan-akan merasa mampu mengubah alam dan kemudian menciptakan kehidupan baru. Dengan demikian, manusia merasa bahwa ia adalah allah. Dan karena itu, ia tidak lagi memerlukan Allah yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat percaya, kita harus berhati-hati terhadap isu ini. Sebab seperti yang kita baca dalam bacaan Alkitab hari ini, tampak jelas siapa Tuhan dan siapa kita. Dia adalah pencipta segala sesuatu, sedangkan kita, betapa pun hebat dan canggihnya, tetap hanyalah ciptaan yang penuh keterbatasan. Tanpa Dia kita tidak ada. Terlepas dari Dia kita binasa —ALS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;SEMAJU APA PUN TEKNOLOGI MANUSIA&lt;br /&gt;KITA TETAP CIPTAAN YANG BERGANTUNG KEPADA SANG PENCIPTA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kejadian 1:1-31&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.&lt;br /&gt;1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:3. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.&lt;br /&gt;1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.&lt;br /&gt;1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:6. Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."&lt;br /&gt;1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.&lt;br /&gt;1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:9. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.&lt;br /&gt;1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.&lt;br /&gt;1:11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.&lt;br /&gt;1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.&lt;br /&gt;1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:14. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,&lt;br /&gt;1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.&lt;br /&gt;1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.&lt;br /&gt;1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,&lt;br /&gt;1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.&lt;br /&gt;1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:20. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."&lt;br /&gt;1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.&lt;br /&gt;1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."&lt;br /&gt;1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:24. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.&lt;br /&gt;1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."&lt;br /&gt;1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.&lt;br /&gt;1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:29. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.&lt;br /&gt;1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1:31. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8356702484793436802?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8356702484793436802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8356702484793436802' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8356702484793436802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8356702484793436802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/betapapun-hebatnya.html' title='Betapapun Hebatnya'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1946747292594816851</id><published>2008-09-24T04:42:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T04:43:03.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mission Possible</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 28:19&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Bacaan: &lt;/b&gt;Matius 28:16-20&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun&lt;/b&gt;: Daniel 10-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Mission Impossible yang dibintangi Tom Cruise sempat menjadi boxoffice pada tahun 2006. Film yang diangkat dari serial televisi berjudul sama ini berkisah tentang agen Ethan Hunt yang mendapatkan misi yang teramat berat, bahkan nyaris mustahil. Dalam upaya mewujudkan misinya itu Hunt tidak sendiri. Ia dibantu teman-temannya yang tergabung dalam Impossible Mission Force (IMF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti film-film Hollywood yang lain, sesulit apa pun misi yang diemban oleh Hunt dan teman-temannya, pada akhirnya mereka berhasil menuntaskannya. Mereka sanggup mengubah apa yang tadinya dianggap "mustahil" menjadi "tidak mustahil". Kuncinya terletak pada penggunaan peralatan canggih dan kemampuan para tokohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengikut Kristus kita pun memiliki misi yang harus diemban di dunia ini, yaitu menjadikan semua bangsa murid Kristus. Dari sisi "target akhirnya", betul, ini sungguh tugas yang teramat berat. Bayangkan, menjadikan semua bangsa murid Kristus—walaupun pasti bukan sebuah mission impossible. Sebab kalau itu mustahil, Tuhan Yesus pun tentu tidak akan memerintahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dari sisi bagaimana misi tersebut dapat diwujudkan, sebetulnya tidaklah "seberat" itu. Maksudnya, kita semua bisa turut berperan serta. Caranya? Yaitu dengan menjadikan hidup kita sebagai kesaksian yang indah bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan begitu, mereka melihat dan merasakan sapaan kasih Kristus lewat tindakan dan ucapan kita, lalu tergerak untuk mengikut Kristus. Kuncinya terletak pada kasih kita kepada Tuhan dan kepedulian kita terhadap sesama —AYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;HIDUP MENCERMINKAN KRISTUS DALAM SIKAP DAN LANGKAH&lt;br /&gt;ADALAH KESAKSIAN HIDUP YANG PALING NYARING&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 28:16-20&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.&lt;br /&gt;28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.&lt;br /&gt;28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.&lt;br /&gt;28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,&lt;br /&gt;28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1946747292594816851?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1946747292594816851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1946747292594816851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1946747292594816851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1946747292594816851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/mission-possible.html' title='Mission Possible'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-2753643320180450590</id><published>2008-09-23T00:43:00.000+07:00</published><updated>2008-09-23T00:44:37.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Dekat di mata</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengkhotbah 3:13&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan: &lt;/b&gt;Lukas 16:19-31&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun: &lt;/b&gt;Daniel 7-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah karikatur bergambar dua batu nisan bersebelahan. Nisan yang satu bertuliskan, "Di sini terbaring jenazah Peter yang meninggal karena terlalu banyak makan gandum". Sedangkan nisan yang lain bertuliskan, "Di sini terbaring jenazah Akharia yang meninggal karena gandum Peter tidak pernah singgah di sini". Sebuah sindiran yang sangat mengena bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jauh di mata, dekat di hati" merupakan ungkapan yang indah tentang kedekatan batin—kedekatan batin yang terjalin meski tak berjumpa secara fisik. Namun, atas perumpamaan Tuhan yang satu ini berlaku prinsip yang sebaliknya, yakni "dekat di mata, jauh di hati". Betapa dekatnya Lazarus tinggal dengan si orang kaya. Hanya "... dekat pintu rumah orang kaya itu" (ayat 20). Begitu dekatnya ia untuk disapa, diperhatikan, dan ditolong. Namun, Lazarus malah mati mengenaskan dalam kemiskinan. Sangat kontras jika dibandingkan dengan kemakmuran "si tetangga". Mengapa? Semua tahu jawabnya. Persis seperti karikatur di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak penderitaan di dunia ini tak perlu terjadi, jika orang-orang terdekat dari orang yang menderita mau berbuat sesuatu. Tuhan mengizinkan kedekatan fisik terjadi agar kita tergerak berbagi kasih dengan mereka. Dengan anak yang perlu diperhatikan dan tetangga yang sakit; dengan nenek yang duduk sendirian di sebelah kita waktu di gereja dan Bi Inem yang ayahnya (di desa) sakit keras; dengan Pak Pos yang rutin mengantar surat ke rumah kita dan Pak Jo yang setia mengangkut sampah dari rumah kita. Dan banyak lagi. Ya, mereka ada "dekat di mata" justru agar tersedia tempat di hati kita bagi mereka —PAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SEGALA YANG KITA DAPAT DARI TUHAN&lt;br /&gt;LAYAK KITA BAGIKAN KEPADA SESAMA YANG MEMBUTUHKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lukas 16:19-31&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.&lt;br /&gt;16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,&lt;br /&gt;16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.&lt;br /&gt;16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.&lt;br /&gt;16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.&lt;br /&gt;16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.&lt;br /&gt;16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.&lt;br /&gt;16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.&lt;br /&gt;16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,&lt;br /&gt;16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.&lt;br /&gt;16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.&lt;br /&gt;16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.&lt;br /&gt;16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-2753643320180450590?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/2753643320180450590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=2753643320180450590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2753643320180450590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/2753643320180450590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/dekat-di-mata.html' title='Dekat di mata'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-3118801524067077932</id><published>2008-09-22T22:51:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T23:02:04.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Malaikat Menimba Air</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang&lt;br /&gt;dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 25:40&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; Matius 25:31-40&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun&lt;/b&gt;: Daniel 4-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah kapel terpasang lukisan seorang malaikat yang sedang menimba air. Wajahnya cerah pertanda sukacita saat ia melakukan tugas itu. Keringat yang masih membekas di wajah menjadi bukti bahwa ia serius menjalankan tugasnya. Dalam hati saya bertanya, "Apa tidak keliru? Itukah tugas malaikat? Bukankah malaikat bertugas melayani Allah, bukan mengerjakan hal-hal yang tampaknya duniawi seperti menimba air?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acap kali kita membedakan hal-hal yang rohani dan jasmani. Ketika melayani dan beribadah di gereja, kita seperti sedang mengerjakan hal yang rohani. Sementara saat menjalankan pekerjaan sehari-hari, kita menganggapnya kegiatan duniawi. Kitab Matius memberi cara pandang berbeda. Pada hari penghakiman terakhir, Tuhan datang dalam kemuliaan-Nya. Dia memisahkan seorang demi seorang (ayat 32). Lalu kepada mereka yang ada di sebelah kanan-Nya, Tuhan berkata, "Terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu." Apa dasarnya? "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan" (ayat 35). Apa yang dilakukan kepada sesama, berarti juga dilakukan untuk Tuhan. Itulah ibadah! Ibadah menyangkut dimensi vertikal—hubungan dengan Allah, dan dimensi horisontal—hubungan dengan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda melakukan aktivitas sehari-hari dengan tujuan memuliakan Tuhan, itu pun sudah bisa disebut ibadah. Maka, apa pun pekerjaan dan aktivitas yang Anda lakukan hari ini, jalanilah semuanya dengan hati gembira seperti malaikat yang menimba air dalam lukisan tadi —MZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;JADIKAN AKTIVITAS DALAM HIDUP KESEHARIAN KITA&lt;br /&gt;SEBAGAI IBADAH KEPADA ALLAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 25:31-40&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.&lt;br /&gt;25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,&lt;br /&gt;25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.&lt;br /&gt;25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.&lt;br /&gt;25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;&lt;br /&gt;25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.&lt;br /&gt;25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?&lt;br /&gt;25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?&lt;br /&gt;25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?&lt;br /&gt;25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-3118801524067077932?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/3118801524067077932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=3118801524067077932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3118801524067077932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3118801524067077932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/malaikat-menimba-air.html' title='Malaikat Menimba Air'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-6641240529749249072</id><published>2008-09-21T04:06:00.000+07:00</published><updated>2008-09-21T04:07:56.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Hanya Rp 172.800,-</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 27:9&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan&lt;/b&gt;: Matius 26:6-16; Yohanes 10:17,18&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun&lt;/b&gt;: Daniel 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya menduga Yudas menjual Gurunya seharga tiga puluh keping uang perak karena sifatnya yang tamak. Cerita yang tertulis di dalam Alkitab mengenai Yudas meyakinkan saya akan hal ini (Matius 26:8,9; Yohanes 12:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba menghitung nilai uang perak itu dalam rupiah. Menurut Dake’s Bible, tiga puluh keping uang perak sama nilainya dengan 19,20 dolar Amerika. Katakanlah satu dolar Amerika setara dengan Rp9.000,00. Berarti "harga" Yesus kurang lebih adalah Rp172.800,00. Murah sekali! Jadi, pasti uang bukan menjadi faktor utama Yudas menjual Yesus. Apalagi kemudian Yudas mengembalikan uang itu kepada para imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Yudas memiliki harapan seperti orang Yahudi pada umumnya, yaitu menjadikan Yesus sebagai pahlawan secara politik dengan cara melawan kekaisaran Romawi. Namun, ketika orang banyak berniat mengangkat-Nya menjadi raja, Yesus malah mengasingkan diri. Bukan hanya itu, Yesus juga malah mengajar mereka untuk memberikan kepada kaisar apa yang menjadi haknya. Jadi, cara yang paling pamungkas untuk memaksa Yesus melawan adalah dengan menyerahkan Dia kepada para imam. Namun, Yesus memilih jalan salib. Yudas pun frustrasi dan gantung diri (Matius 27:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila direnungkan, kerap kali kita juga "mengkhianati dan menjual" Yesus demi mencapai tujuan kita sendiri, yaitu ketika kita memaksakan cara dan kehendak kita sendiri. Namun, Yudas telah menjadi contoh agar kita tak mengulang kesalahannya. Tuhan tahu yang lebih baik. Biarlah dalam seluruh aspek kehidupan kita belajar tunduk dan mengikuti jalan-Nya —ACH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;KERAP KALI KITA MERASA TAHU MANA YANG BAIK&lt;br /&gt;TETAPI ALLAH SELALU MEMIMPIN KITA PADA YANG TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 26:6-16; Yohanes 10:17,18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;26:6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,&lt;br /&gt;26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.&lt;br /&gt;26:8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?&lt;br /&gt;26:9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."&lt;br /&gt;26:10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.&lt;br /&gt;26:11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.&lt;br /&gt;26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.&lt;br /&gt;26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."&lt;br /&gt;26:14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.&lt;br /&gt;26:15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.&lt;br /&gt;26:16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.&lt;br /&gt;10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-6641240529749249072?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/6641240529749249072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=6641240529749249072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6641240529749249072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/6641240529749249072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/hanya-rp-172800.html' title='Hanya Rp 172.800,-'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-339658877956289416</id><published>2008-09-20T05:38:00.000+07:00</published><updated>2008-09-20T05:52:31.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Ketenangan Sejati</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mazmur 62:2-3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan:&lt;/strong&gt; Mazmur 62:1-13&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setahun:&lt;/strong&gt; Yehezkiel 46-48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 80-an ada sebuah film berjudul Bodyguard yang dibintangi Kevin Costner dan Whitney Houston. Film ini bercerita tentang Houston sebagai artis yang hidupnya dikelilingi oleh para penggemar fanatik yang ingin mencelakai dirinya. Untuk melindungi diri, ia lalu menggunakan jasa pengawal pribadi, seorang veteran angkatan perang. Dalam film itu ditunjukkan bagaimana peralatan canggih digunakan di seluruh rumah Houston untuk membuatnya bisa tidur tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentunya ingin hidup tenang. Sebab apalah artinya kita memiliki segala sesuatu, tetapi hidup tidak tenang; selalu gelisah, galau, dan selalu dikejar ketakutan? Sayang orang kerap salah mencari sumber ketenangan. Misalnya, dengan menggantungkan hidup pada bodyguard, senjata, uang, atau jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan yang sejati tidak terletak pada semua itu, tetapi pada kedekatan dengan Tuhan. Sebab Tuhan adalah Pemilik sesungguhnya dari kehidupan ini. Tuhan adalah adalah sumber pengharapan dan perlindungan. Seperti yang disaksikan oleh Daud dalam Mazmur bacaan kita. Daud pernah hidup terlunta-lunta sebagai pelarian ketika dikejar-kejar oleh Saul yang ingin membunuhnya, dan ia merasakan betul bagaimana kasih dan kuasa Tuhan melindunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mendambakan ketenangan? Kuncinya: jangan jauh-jauh dari Tuhan. Tidak berarti hidup kita kemudian menjadi lurus dan mulus, juga tidak lantas kita bebas lepas dari segala masalah. Tidak. Masalah dan rintangan bisa tetap ada, tetapi seberapa pun besarnya masalah yang mendera dan rintangan yang menghadang, itu tidak akan merenggut ketenangan kita — AYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;DEKAT DENGAN TUHAN&lt;br /&gt;ITU KUNCI KETENANGAN HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mazmur 62:1-13&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;62:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud.&lt;br /&gt;62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.&lt;br /&gt;62:3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.&lt;br /&gt;62:4 Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?&lt;br /&gt;62:5 Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela&lt;br /&gt;62:6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.&lt;br /&gt;62:7 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.&lt;br /&gt;62:8 Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.&lt;br /&gt;62:9 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela&lt;br /&gt;62:10 Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin.&lt;br /&gt;62:11 Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.&lt;br /&gt;62:12 Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,&lt;br /&gt;62:13 dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-339658877956289416?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/339658877956289416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=339658877956289416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/339658877956289416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/339658877956289416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/ketenangan-sejati.html' title='Ketenangan Sejati'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8528789003662352649</id><published>2008-09-18T04:42:00.000+07:00</published><updated>2008-09-18T04:43:58.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Jangan Menghakimi</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Mengapakah engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu,&lt;br /&gt;sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matius 7:3&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan:&lt;/strong&gt; Matius 7:1-5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setahun:&lt;/strong&gt; Yehezkiel 40-42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya sudah tuli," keluh seorang suami kepada dokter pribadinya. "Saya harus bicara berkali-kali padanya, barulah ia mengerti." Sang dokter lantas memberi usul: "Bicaralah dengannya dari jarak sepuluh meter. Jika tak ada respons, coba dari jarak lima meter, lalu dari jarak satu meter. Dari situ kita akan tahu tingkat ketuliannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si suami mencobanya. Dari jarak sepuluh meter, ia bertanya pada istrinya, "Kamu masak apa malam ini?" Tak terdengar jawaban. Ia mencoba dari jarak lima meter, bahkan satu meter, tetap saja tak ada respons. Akhirnya ia bicara di dekat telinga istrinya, "Masak apa kamu malam ini?" Si istri menjawab: "Sudah empat kali aku bilang: sayur asam!" Rupanya, sang suamilah yang tuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengkritik orang lain, kita kerap kali tidak sadar bahwa kita pun memiliki kelemahan yang sama, bahkan mungkin lebih parah. Ada kalanya apa yang tidak kita sukai dari orang lain adalah sifat yang tidak kita sukai dari diri sendiri. Kita belum bisa mengatasi satu kebiasaan buruk, kemudian jengkel saat melihat sifat buruk itu muncul dalam diri orang lain, sehingga kita memintanya untuk berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus tidak melarang kita menilai orang lain secara kritis. Namun, janganlah membesar-besarkan kesalahan orang lain dengan mengabaikan kesalahan diri sendiri. Jika kita memakai standar atau ukuran tinggi dalam menilai orang lain, pastikan kita sendiri sudah memenuhi standar yang kita buat. Yang terbaik adalah introspeksi diri terlebih dulu sebelum memberi kritik kepada orang lain —JTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="center"&gt;MAKIN TINGGI STANDAR YANG KITA BUAT BAGI SESAMA&lt;br /&gt;MAKIN TINGGI STANDAR YANG HARUS KITA SENDIRI PENUHI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matius 7:1-5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.&lt;br /&gt;7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.&lt;br /&gt;7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?&lt;br /&gt;7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.&lt;br /&gt;7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8528789003662352649?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8528789003662352649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8528789003662352649' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8528789003662352649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8528789003662352649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/jangan-menghakimi.html' title='Jangan Menghakimi'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8356993650641294721</id><published>2008-09-17T05:08:00.000+07:00</published><updated>2008-09-17T05:09:43.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Bukan Halangan</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia,&lt;br /&gt;tetapi pada kekuatan Allah &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1 Korintus 2:5&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan&lt;/strong&gt;: 1 Korintus 2:1-5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setahun:&lt;/strong&gt; Yehezkiel 36-39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacky Chan, bintang film laga Hong Kong yang sudah mendunia, mengunjungi Indonesia pascabencana tsunami Aceh. Ia datang mewakili selebriti Hong Kong yang memberi sumbangan sebagai tanda empati atas penderitaan yang dialami rakyat Aceh. Dalam sebuah wawancara di salah satu televisi swasta, seorang wartawan bertanya, "Hampir di setiap film, Anda berperan sebagai seorang pahlawan. Menurut Anda, apa kriteria pahlawan itu?" Ia menjawab singkat, "Orang biasa yang melakukan sesuatu yang luar biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Hakim-hakim adalah kitab yang menceritakan perjuangan para pahlawan atau pemimpin militer sebelum Israel menjadi sebuah kerajaan. Jadi bukan hakim dalam pengertian sekarang. Banyak tokoh hebat dalam kitab Hakim-hakim dan kisahnya diceritakan secara panjang lebar. Namun Samgar hanya diceritakan secara singkat—dalam satu ayat (Hakim-hakim 3:31). Berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya. Samgar tipikal sosok yang sederhana. Dalam melawan orang Filistin pun, ia hanya memakai tongkat pengusir lembu sebagai senjata—bukan pedang atau tombak seperti lazimnya orang berperang. Samgar adalah orang sederhana dengan prestasi spektakuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan dapat memakai siapa saja secara luar biasa, pun bila kita hanyalah orang biasa. Kuncinya, kita mau berusaha yang terbaik, sambil tetap mengandalkan diri pada hikmat Allah, bukan pada kekuatan sendiri (ayat 5). Bagaimana dengan kita? Boleh jadi kita bukan orang hebat seperti Otniel, Ehud, atau Simson—tokoh-tokoh dalam kitab Hakim-hakim, tetapi orang sederhana seperti Samgar. Jangan berkecil hati. Sebab itu bukan halangan untuk melakukan sesuatu yang luar biasa —NDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;JANGAN KECIL HATI KARENA KITA ORANG BIASA&lt;br /&gt;SEBAB ALLAH YANG MEMILIKI KITA LUAR BIASA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;1 Korintus 2:1-5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;2:1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.&lt;br /&gt;2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.&lt;br /&gt;2:3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.&lt;br /&gt;2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,&lt;br /&gt;2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8356993650641294721?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8356993650641294721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8356993650641294721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8356993650641294721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8356993650641294721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/bukan-halangan.html' title='Bukan Halangan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-951833972628457649</id><published>2008-09-16T21:59:00.000+07:00</published><updated>2008-09-16T22:01:14.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kristen Bola</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2 Korintus 4:8,9&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan&lt;/b&gt;: 2 Korintus 4:1-15&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Yehezkiel 33-35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang sekolah, Kathleen, putri saya, suka bermain bola di rumah. Anak usia empat tahun itu sangat suka memantul-mantulkan bola kesayangannya ke lantai. Suatu saat ia berkata, "Pa, Kathleen suka dengan bola ini. Tiap kali Kathleen membanting bola ini, ia malah melambung tinggi. Lucunya, semakin keras dibanting, ia malah melambung makin tinggi ya, Pa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus adalah seorang rasul yang berterus terang tentang realitas kehidupan dan pelayanan yang tengah dilakukannya. Sejak menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, masalah justru seakan-akan enggan meninggalkannya. Ketika melayani jemaat di Korintus, ia pun tidak bebas dari masalah. Jemaat Korintus terkenal dengan reputasinya yang buruk. Banyak hal yang terjadi dalam jemaat ini, telah menyakitkan hati Allah dan Paulus. Misalnya perpecahan, juga tindakan tidak bermoral. Secara logika, sangat masuk akal bila Paulus mempertanyakan penyertaan Tuhan atas hidupnya, memprotes, atau bahkan mengambek. Namun, Paulus tidak melakukannya. Ia tetap setia memegang komitmen pelayanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah inti "karakter pelayanan kristiani" sejati yang harus dimiliki oleh setiap pelayan Tuhan; di mana pun dan dalam peran apa pun. "Ditindas namun tidak terjepit ... habis akal namun tidak putus asa ... dianiaya namun tidak ditinggalkan sendiri ... dihempaskan namun tidak binasa" (ayat 8,9). Saya menyebutnya "Kristen bola", yang tak menjadi "kempes" walaupun "dibanting" dengan berbagai tantangan dan kesulitan. Apa rahasianya? "Kami senantiasa membawa kematian Yesus dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus nyata dalam tubuh kami" (ayat 10) —MZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MASALAH SEBESAR APA PUN&lt;br /&gt;DAPAT DILEWATI BERSAMA TUHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2 Korintus 4:1-15&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.&lt;br /&gt;4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.&lt;br /&gt;4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,&lt;br /&gt;4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.&lt;br /&gt;4:5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.&lt;br /&gt;4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.&lt;br /&gt;4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.&lt;br /&gt;4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;&lt;br /&gt;4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.&lt;br /&gt;4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.&lt;br /&gt;4:11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.&lt;br /&gt;4:12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.&lt;br /&gt;4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.&lt;br /&gt;4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.&lt;br /&gt;4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-951833972628457649?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/951833972628457649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=951833972628457649' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/951833972628457649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/951833972628457649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/kristen-bola.html' title='Kristen Bola'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5733083713086056517</id><published>2008-09-15T00:36:00.000+07:00</published><updated>2008-09-15T00:37:45.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>kucing dan anjing</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya,&lt;br /&gt;lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kejadian 32:7&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan: &lt;/b&gt;Kejadian 32:1-12&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun: &lt;/b&gt;Yehezkiel 29-32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah dongeng yang menceritakan mengapa kucing bermusuhan dengan anjing. Dikisahkan bahwa kucing dan anjing dulu berteman akrab. Namun suatu hari kucing menipu anjing dan membuat anjing marah. Sejak itu, anjing membenci kucing. Kucing pun menjadi takut kepada anjing. Selanjutnya, untuk mencegah agar anjing tidak dapat mengendus jejak kucing dengan penciumannya yang tajam, sejak itu kucing selalu mengubur kotorannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Esau dan Yakub mirip dengan anjing dan kucing di atas. Yakub pernah melakukan sesuatu yang membuat Esau marah besar (Kejadian 27). Itu sebabnya Yakub melarikan diri. Namun dalam perjalanannya kembali ke Kanaan, Yakub akhirnya terpaksa harus bertemu lagi dengan Esau. Hal ini membuatnya takut karena ia ingat apa yang telah diperbuatnya dahulu dan juga kemarahan kakaknya. Sebab itu ia ketakutan kalau-kalau kakaknya akan membalas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, ada dua cara yang dipilih orang untuk menyikapi suatu masalah. Pertama, seperti yang dilakukan oleh Yakub dan oleh kucing dalam dongeng di atas, yaitu melarikan diri. Cara ini memang lebih mudah, tetapi dampak ke depannya masih bisa panjang. Kita bisa terus digelayuti oleh perasaan tidak tenang, dan suatu hari masalah tersebut dapat muncul kembali dengan dampak yang lebih parah. Kedua adalah dengan menghadapi masalah tersebut dan berusaha menyelesaikannya. Cara ini pada awalnya mungkin akan tampak lebih repot dan menakutkan. Namun setidaknya masalah itu tidak akan menjadi berkepanjangan. Cara mana yang Anda pilih? —ALS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;JANGAN LARI DARI MASALAH&lt;br /&gt;HADAPI DAN SELESAIKANLAH SAMPAI TUNTAS!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kejadian 32:1-12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;32:1 Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.&lt;br /&gt;32:2 Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: "Ini bala tentara Allah." Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim.&lt;br /&gt;32:3 Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah Seir, daerah Edom.&lt;br /&gt;32:4 Ia memerintahkan kepada mereka: "Beginilah kamu katakan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata hambamu Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai orang asing dan diam di situ selama ini.&lt;br /&gt;32:5 Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya aku mendapat kasihmu."&lt;br /&gt;32:6 Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: "Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan iapun sedang di jalan menemui engkau, diiringi oleh empat ratus orang."&lt;br /&gt;32:7 Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan.&lt;br /&gt;32:8 Sebab pikirnya: "Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput."&lt;br /&gt;32:9 Kemudian berkatalah Yakub: "Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu--&lt;br /&gt;32:10 sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan.&lt;br /&gt;32:11 Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.&lt;br /&gt;32:12 Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5733083713086056517?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5733083713086056517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5733083713086056517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5733083713086056517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5733083713086056517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/kucing-dan-anjing.html' title='kucing dan anjing'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1607230697753011274</id><published>2008-09-13T14:45:00.000+07:00</published><updated>2008-09-14T09:29:45.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Membagi Berkat</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,&lt;br /&gt;siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amsal 11:25&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; Amsal 11:24-31&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Yehezkiel 26-28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Galilea dan Laut Mati di Palestina memiliki karakteristik yang berbeda. Di Danau Galilea hidup banyak ikan. Para nelayan biasa menangkap ikan di sana. Di sekitarnya hidup bermacam tumbuhan hijau dan subur. Kontras dengan Laut Mati. Air Laut Mati banyak mengandung garam, sehingga tak ada makhluk hidup yang mampu bertahan di sana. Daerah di sekelilingnya pun kering dan gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisa demikian? Rupanya begini, Danau Galilea memperoleh air dari sungai-sungai kecil yang ada di sekitarnya, lalu mengalirkannya ke Sungai Yordan. Membuat tanah di sepanjang aliran antara danau itu dengan Sungai Yordan menjadi subur. Sebaliknya, Laut Mati memperoleh air dari Sungai Yordan, tetapi ia tidak mengalirkannya ke mana pun. Laut itu sama sekali tidak punya saluran keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmahnya adalah, bahwa membagi berkat itu menyehatkan. Bukan saja bagi orang yang menerima, melainkan juga bagi yang memberi. Maka, jangan menganggap bahwa dengan membagi berkat kepada yang lain, seolah-olah kita melulu yang berkorban. Tidak. Sebab pada saat kita memberi, saat itu juga sebetulnya kita menerima, walaupun mungkin dalam bentuk yang berbeda. Berkat yang kita tebar akan selalu "berbunga" dan "berbuah". Sebaliknya, berkat yang kita simpan hanya untuk diri sendiri malah bisa membusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang kristiani, kita dipanggil untuk menjadi penyalur berkat, seperti Danau Galilea; bukan menjadi penimbun berkat seperti Laut Mati. Dengan memberi kita mendapat, dengan menahan berkat kita justru akan kehilangan (ayat 24) —AYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;DI BALIK BERKAT YANG KITA TERIMA&lt;br /&gt;TERSIMPAN TANGGUNG JAWAB untuk BERBAGI DENGAN SESAMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amsal 11:24-31&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;11:24. Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.&lt;br /&gt;11:25. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.&lt;br /&gt;11:26. Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.&lt;br /&gt;11:27. Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.&lt;br /&gt;11:28. Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.&lt;br /&gt;11:29. Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.&lt;br /&gt;11:30. Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.&lt;br /&gt;11:31. Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1607230697753011274?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1607230697753011274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1607230697753011274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1607230697753011274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1607230697753011274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/membagi-berkat.html' title='Membagi Berkat'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1793653227302719545</id><published>2008-09-13T07:33:00.000+07:00</published><updated>2008-09-13T07:35:06.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Dibongkar</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Hati yang patah dan remuk, tak akan Kaupandang hina, ya Allah &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mazmur 51:19&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; 2 Samuel 12:1-14&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Yehezkiel 22-25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daud adalah seorang yang berkenan di hati Tuhan, tetapi sekalipun demikian Daud tetap manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan. Salah satu kesalahan Daud yang paling fatal adalah pada saat ia merebut Batsyeba yang notabene istri dari Uria, salah seorang prajuritnya. Untuk mewujudkan keinginannya, Daud menggunakan cara yang jahat, yaitu dengan sengaja menempatkan Uria di garis depan medan pertempuran sehingga ia mati terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skandal yang sangat memalukan ini kemudian dibongkar oleh Nabi Natan. Pada saat dosanya dibongkar, sebetulnya Daud bisa saja menjadi tersinggung dan marah atas kelancangan Nabi Natan. Bahkan dengan mudah ia juga bisa memerintah prajuritnya untuk menghabisi Nabi Natan, sehingga ia tidak akan kehilangan muka. Tetapi Daud tidak melakukannya. Ia juga tidak mencoba berdalih dan mencari kambing hitam atas hal yang telah diperbuatnya. Sebaliknya, dengan hati hancur Daud mengakui dosa besar yang telah diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Tuhan memakai orang lain untuk menegur dan membongkar dosa yang telah kita buat. Yang penting, bagaimana kita meresponi teguran yang demikian. Biarlah kita mau belajar rendah hati dan dengan hati hancur bersedia mengakui kesalahan-kesalahan kita. Sebab hanya dengan begitu kita akan mendapat pemulihan dan pengampunan Allah. Ingatlah bahwa sebuah kedewasaan rohani bukan berarti sempurna tanpa cacat. Kedewasaan rohani adalah sikap seseorang yang dengan hati besar berani jujur dan terbuka untuk mengakui setiap kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat —PK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;KEDEWASAAN ROHANI SESEORANG TERLIHAT&lt;br /&gt;PADA WAKTU DOSANYA DIBONGKAR DAN DITEGUR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;2 Samuel 12:1-14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;12:1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.&lt;br /&gt;12:2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;&lt;br /&gt;12:3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.&lt;br /&gt;12:4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."&lt;br /&gt;12:5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.&lt;br /&gt;12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan."&lt;br /&gt;12:7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.&lt;br /&gt;12:8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.&lt;br /&gt;12:9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.&lt;br /&gt;12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.&lt;br /&gt;12:11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.&lt;br /&gt;12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."&lt;br /&gt;12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.&lt;br /&gt;12:14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1793653227302719545?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1793653227302719545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1793653227302719545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1793653227302719545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1793653227302719545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/dibongkar.html' title='Dibongkar'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5271308397837742025</id><published>2008-09-12T04:39:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T04:41:29.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Menarik Balik Persembahan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisah Para Rasul 5:3&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; Kisah Para Rasul 4:34-5:5&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Yehezkiel 19-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gereja memerlukan dana untuk membeli sepuluh unit pendingin udara (AC). Seorang yang kaya tergerak mempersembahkan dua unit. Tiga tahun kemudian, muncul ketegangan antara si orang kaya dengan pendeta. Ia tersinggung karena usulnya untuk mengubah gaya ibadah tidak diterima. Akhirnya, ia memutuskan angkat kaki dari gereja itu. Namun sebelumnya ia meminta agar dua unit pendingin udara yang pernah ia berikan, dicopot! Begitulah jika memberi tidak dengan tulus, hanya untuk mencari "nama". Padahal, memberi persembahan bagi Tuhan berbeda dengan menyumbang ke yayasan sosial. Ini menyangkut komitmen dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananias dan Safira juga tidak dipaksa mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanahnya untuk gereja. Mereka berhak memberi berapa pun. Tergantung kerelaan hati. Masalahnya, mereka berdusta. Sesudah berkomitmen mempersembahkan seluruh hasil penjualan tanah, mereka menahannya sebagian. Masalah lain, mereka tidak tulus memberi persembahan. Mencoba menampilkan kesan bahwa mereka lebih murah hati dari yang sebenarnya. Karena hal inilah mereka berdosa, selain mendustai Allah sekaligus jemaat-Nya, mereka juga telah bengkok hati dalam memberi persembahan. Tindakan mereka mencemari kesaksian gereja sehingga mendapat hukuman berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda memberi persembahan, berilah dengan hati tulus. Jangan mengharapkan imbalan apa pun. Kalaupun Anda memberi banyak, jangan merasa menjadi "donatur besar gereja" yang harus diperlakukan khusus. Persembahan bisa menjadi berkat bila muncul dari hati yang tulus. Sebaliknya, bisa menjadi kutuk bila bertolak dari hati yang bengkok —JTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN TAK HANYA MELIHAT PERSEMBAHAN Anda&lt;br /&gt;DIA MELIHAT KEMURNIAN HATI Anda&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul 4:34-5:5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;4:34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa&lt;br /&gt;4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.&lt;br /&gt;4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.&lt;br /&gt;4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.&lt;br /&gt;5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.&lt;br /&gt;5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?&lt;br /&gt;5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."&lt;br /&gt;5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5271308397837742025?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5271308397837742025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5271308397837742025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5271308397837742025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5271308397837742025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/menarik-balik-persembahan.html' title='Menarik Balik Persembahan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5827439788107372608</id><published>2008-09-11T00:33:00.000+07:00</published><updated>2008-09-11T00:34:45.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Inner Beauty</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Beauty, the… kind… God delights in.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1 Peter 3:4 TM&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Daily Bible Reading:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Ezekiel 27:25-30:26, Luke 21:25-38, Psalm 78:40-55, Proverbs 20:22-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; A lady was applying face cream when her little girl asked, "What's that you're putting on, Mum?" "Moisturiser," she replied. "The sales lady said it would make me beautiful." With an honesty only children have, she replied, "Mum, I don't think it's working." There's nothing wrong with looking good, but there's much more to you than your clothes and your hairstyle. Plus, you can go broke fixing up the outside, because "what Mother Nature giveth, Father Time taketh away!" Ralph Waldo Emerson said, "To find beauty we must carry it with us."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; It's a big mistake to focus on the outside and fail to appreciate the inner qualities God's given you. Solomon said, "Beauty is… [not lasting]" (Proverbs 31:30 AMP). When God made you He didn't just decorate the outside, He gave you "inner beauty, the gentle, gracious kind… God delights in." However, because Peter also talked about "fancy hair, gold jewelry… fine clothes" (1 Peter 3:3 NCV), a few well-intentioned people have used that to create a legalistic standard by which to measure and judge others. Does the Bible teach us to dress appropriately? Absolutely. Paul writes: "I… want women to dress modestly, with decency and propriety… appropriate for women who profess to worship God" (1 Timothy 2:9-10 NIV). But when you focus on the wrong area you get the wrong results. "Man looks at the outward appearance, but the Lord looks at the heart" (1 Samuel 16:7 NIV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Don't allow what you see on TV or in the mirror to define your worth. Work instead to develop the kind of inner beauty God commends.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5827439788107372608?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5827439788107372608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5827439788107372608' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5827439788107372608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5827439788107372608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/inner-beauty.html' title='Inner Beauty'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-8228217248949577426</id><published>2008-09-10T06:00:00.000+07:00</published><updated>2008-09-10T06:02:17.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sindrom Mesias</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Sedangkan siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 18:4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan:&lt;/b&gt; Matius 18:1-5&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Yehezkiel 12-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milton Rokeach, seorang psikolog, merasa kewalahan menyembuhkan tiga pasiennya yang menderita “sindrom Mesias”. Mereka menganggap dirinya sebagai penyelamat dunia. Sulit sekali menyadarkan ketiganya tentang siapa mereka sebenarnya. Suatu kali, mereka bertiga diajak berdiskusi dalam suatu terapi kelompok. Orang pertama berkata, “Akulah Mesias, anak Allah yang diutus menyelamatkan dunia.” “Bohong! Dari mana kamu tahu?” bantah orang kedua. “Tuhan berbicara kepadaku,” jawab orang pertama. Tiba-tiba orang ketiga berseru: “Siapa bilang? Aku tak pernah berkata begitu kepadamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para murid Yesus pun pernah mengalami sindrom Mesias saat mereka mempersoalkan siapa di antara mereka yang terbesar. Tiap-tiap orang merasa paling unggul, paling layak, paling berjasa, atau paling rohani. Yang diincar bukan lagi pelayanan, tetapi keuntungan. Itu sebabnya Yesus meminta mereka agar bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Seorang anak tidak memedulikan status atau gengsi. Ia mengakui dirinya tak berdaya dan bergantung sepenuhnya pada orang lain. Inilah kerendahan hati sejati. Jika ingin masuk ke dalam kerajaan surga, seseorang tak boleh merasa dirinya berjasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindrom Mesias bisa juga terjadi di gereja. Banyak konflik terjadi karena orang saling bersaing, berebut kuasa, atau merasa dirinya hadir sebagai “penyelamat”. Yang senior berkata, “Karena sayalah, gereja ini berdiri!” Yang yunior berkata, “Kamilah pembaru gereja. Tanpa kami, gereja ini sudah mati ditelan tradisi!” Berhati-hatilah! Ketika kita membangun kerajaan kita sendiri, bisa-bisa kita semakin jauh dari kerajaan-Nya —JTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;TIADA TEMPAT DI KERAJAAN SURGA&lt;br /&gt;BAGI MEREKA YANG MERASA DIRI SEGALA-GALANYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 18:1-5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"&lt;br /&gt;18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka&lt;br /&gt;18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.&lt;br /&gt;18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.&lt;br /&gt;18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-8228217248949577426?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/8228217248949577426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=8228217248949577426' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8228217248949577426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/8228217248949577426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/sindrom-mesias.html' title='Sindrom Mesias'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-1065583674826536747</id><published>2008-09-09T05:26:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T05:27:06.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tuli Rohani</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt; Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba Tuhan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yesaya 42:19&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan&lt;/b&gt;: Yesaya 42:18-25&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Yehezkiel 8-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doof indie atau tuli gaya Hindia merupakan sikap kaum pribumi yang banyak dikritik oleh para menir Belanda pada zaman penjajahan dulu. Kaum pribumi yang bekerja sebagai pembantu para menir itu sering berpura-pura tidak mendengar perintah tuannya. Kalau dimarahi, mereka berkilah, "Maaf saya tidak dengar, Tuan." Namun, apabila tuannya adalah Tuhan semesta alam, ceritanya bisa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesaya 42 berisi teguran Tuhan kepada umat-Nya. Awalnya, Israel punya julukan hebat: hamba Tuhan. Namun, sang nabi menyindirnya sebagai hamba Tuhan yang buta dan tuli. Bahkan satu-satunya bangsa yang buta dan tuli: "Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh?" (ayat 19). Bermata, tetapi tidak melihat. Bertelinga, tetapi tidak mendengar. Intinya, nabi menohok dengan mengatakan si hamba Tuhan ini berindra, namun indranya tak berfungsi. Mendengar itu bukan sekadar untuk menangkap bunyi yang datang, melainkan juga untuk menyimak dan memahami. Begitu juga terhadap perintah Tuhan (ayat 23). Bila sungguh-sungguh mendengarkan, kita akan tahu maksud Tuhan; baik dalam peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu, maupun peristiwa yang sekarang. Dan menjadikan itu sebagai modal untuk mengantisipasi apa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini begitu bising dengan suara, teori, pendapat, serta gagasan kita sendiri tentang banyak hal. Mungkin itu sebabnya kita sedikit mendengarkan suara Tuhan. Kini, sediakan diri untuk berdiam, mendengarkan, dan melihat realitas hidup. Lalu bersiaplah untuk mendengarkan dengan telinga yang peka menangkap suara dan kehendak-Nya —DKL&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TELINGA yang mendengar&lt;br /&gt;memimpin langkah ke arah yang benar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yesaya 42:18-25&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!&lt;br /&gt;42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?&lt;br /&gt;42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.&lt;br /&gt;42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;&lt;br /&gt;42:22 namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: "Kembalikanlah!"&lt;br /&gt;42:23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?&lt;br /&gt;42:24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN? Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya, dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar.&lt;br /&gt;42:25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-1065583674826536747?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/1065583674826536747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=1065583674826536747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1065583674826536747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/1065583674826536747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/tuli-rohani.html' title='Tuli Rohani'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-3006038457434819798</id><published>2008-09-08T06:11:00.001+07:00</published><updated>2008-09-08T06:11:55.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Akibat kurang tidur</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditelan gelombang, tetapi Yesus tidur &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 8:24&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan: &lt;/b&gt;Matius 8:23-27&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun: &lt;/b&gt;Yehezkiel 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kasus terbanyak penyebab kecelakaan di jalan tol adalah pengemudi yang mengantuk. Tidak heran di setiap jalan tol biasanya tersedia rest area atau tempat beristirahat. Pengemudi yang mengantuk diimbau untuk menepi dan beristirahat sejenak. Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) pernah melakukan penelitian tentang pengaruh tidur sesaat kepada para pilot militer dan astronot. Hasilnya, dengan tidur empat puluh menit, kinerja mereka meningkat 34%. Kesiagaan dan konsentrasi mereka pun meningkat hingga 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu beristirahat untuk melepas kepenatan, kesumpekan, dan kelelahan demi mengembalikan tenaga. Tidur membuat metabolisme dalam tubuh kita melambat. Seluruh organ tubuh beristirahat. Tubuh kita melakukan perbaikan jaringan yang rusak. Itulah sebabnya, tidur yang cukup akan memberi kesegaran, tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Namun, kita kerap kali mengorbankan waktu tidur hanya demi mengejar target pekerjaan atau belajar. Hal ini tentu saja keliru, karena secara alamiah tubuh kita justru akan lebih produktif apabila cukup tidur. Apalagi, kurang tidur juga bisa menyebabkan emosi kita menjadi tidak stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita menyimak kisah tentang Tuhan Yesus yang tengah tidur di dalam perahu saat berlayar bersama para murid. Kesibukan mengajar dan melayani orang banyak tentu membuat-Nya lelah dan penat. Dalam kemanusiaan-Nya, seperti juga kita, Tuhan Yesus pun memerlukan tidur. Secara alamiah, tidur membuat-Nya tidak kehilangan kendali diri, bahkan ketika krisis terjadi (ayat 26). Sudahkah kita cukup tidur hari ini? —AYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;TIDUR CUKUP MENJAGA PRODUKTIVITAS&lt;br /&gt;BAIK JASMANI MAUPUN ROHANI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Matius 8:23-27&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;8:23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.&lt;br /&gt;8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.&lt;br /&gt;8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."&lt;br /&gt;8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.&lt;br /&gt;8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-3006038457434819798?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/3006038457434819798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=3006038457434819798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3006038457434819798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/3006038457434819798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/akibat-kurang-tidur.html' title='Akibat kurang tidur'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-7086488512724473298</id><published>2008-09-07T06:05:00.000+07:00</published><updated>2008-09-07T06:06:46.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Persepuluhan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Yang satu (persepuluhan) harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 23:23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan&lt;/b&gt;: Maleakhi 3:1-10&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun: &lt;/b&gt;Yehezkiel 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang persepuluhan, ada yang berkata, "Persepuluhan harus dikembalikan ke gereja lokal, kalau tidak, berarti kita merampok milik Tuhan". Sebaliknya, ada pula yang berkata, "Itu sistem di Perjanjian Lama. Bukankah kita hidup di zaman Perjanjian Baru, zaman anugerah, jadi yang penting kita memberi dengan rela dan sukacita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kita bisa terjebak dalam kebingungan bila mengubah, menambah, atau mengurangi ayat Alkitab semau kita menjadi "lebih indah dari warna aslinya". Padahal, Maleakhi 3:10 dan Imamat 27:30 telah menuliskan persepuluhan ini dengan jelas. Tak ada kata tuduhan "merampok" atau "merampas". Kita hanya menerima nasihat, "bawalah milik Tuhan". Selanjutnya, persepuluhan tidak hanya disebut dalam Perjanjian Lama, tetapi juga dalam Perjanjian Baru. Yesus mengatakan, "Yang satu (persepuluhan) harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan" (Matius 23:23). Bahkan lebih jauh Perjanjian Baru juga menegaskan, bahwa tak hanya sepersepuluh, tetapi juga seluruh hidup kita adalah milik Tuhan, karena kita sudah ditebus dengan darah Yesus yang mahal (1 Petrus 1:18,19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru berbicara sangat jelas mengenai persembahan. Yang penting; baik persepuluhan, persembahan iman dan syukur, atau apa pun namanya, harus diberikan bukan dengan duka atau terpaksa. Namun, dengan motivasi yang benar, bukan untuk pamer (Matius 6:3) dan dengan rela dan sukacita (2 Korintus 9:7). Dengan demikian, Allah pun berkenan atas setiap persembahan kita. Inilah prinsip yang utuh di dalam seluruh Alkitab —ACH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIARLAH ALLAH DIMULIAKAN&lt;br /&gt;MELALUI SETIAP PERSEMBAHAN YANG KITA BAWA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maleakhi 3:1-10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.&lt;br /&gt;3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.&lt;br /&gt;3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.&lt;br /&gt;3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.&lt;br /&gt;3:5 Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam.&lt;br /&gt;3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.&lt;br /&gt;3:7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"&lt;br /&gt;3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!&lt;br /&gt;3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!&lt;br /&gt;3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-7086488512724473298?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/7086488512724473298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=7086488512724473298' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7086488512724473298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/7086488512724473298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/persepuluhan.html' title='Persepuluhan'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-441345504813867757</id><published>2008-09-06T05:30:00.000+07:00</published><updated>2008-09-06T05:31:29.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>MelihatNya dalam Gelap</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Roma 5:3&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan&lt;/b&gt;: Roma 5:1-6&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun&lt;/b&gt;: Yehezkiel 1-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, sebuah gereja yang ada di desa mengadakan kebaktian penyegaran iman dan mereka mengundang seorang pendeta untuk berkhotbah. Desa tersebut baru saja mendapat sambungan aliran listrik sehingga ruang kebaktian gereja mendapat penerangan dari lampu pijar. Ketika sang pendeta tengah berkhotbah, tiba-tiba listrik mati. Ruangan ibadah pun menjadi gelap gulita. Sang pendeta bingung; harus terus berkhotbah atau menunggu listrik menyala. Tiba-tiba seorang anggota majelis berbisik, "Teruslah berkhotbah, Pak Pendeta. Kami masih bisa melihat Yesus di dalam gelap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bisa tiba-tiba menjadi gelap saat kita menghadapi kesengsaraan; kehilangan orang terkasih, sakit-penyakit, kegagalan bisnis. Semua itu membuat hari-hari tampak suram. Ibarat mati lampu, keadaan di sekeliling menjadi tampak gelap. Namun, orang yang beriman pada Kristus dapat tetap berdiri, bahkan bermegah. Mengapa? Sebab ada pengharapan. Kita yakin, di tengah gelapnya hidup, Yesus beserta. Kita bisa melihat Dia dalam gelap. Oleh sebab itu, kesengsaraan tidak perlu menjatuhkan iman, tetapi menguji iman kita untuk naik setingkat lebih tinggi. Pengalaman membuktikan, hari-hari gelap justru merupakan saat di mana Tuhan mendekat; saat di mana kita merasakan pertolongan dan kuasa-Nya secara istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jalan di depan Anda tampak gelap? Jangan takut, apalagi sampai kehilangan kegembiraan hidup. Percayalah, semakin sulit jalan hidup Anda, semakin nyata Tuhan menyertai Anda. Seperti orangtua yang memberi perhatian khusus saat anaknya sakit, Tuhan pun begitu. Di topan gelap, Anda didekap —JTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GELAPNYA JALAN TAK PERLU MENGHENTIKAN LANGKAH&lt;br /&gt;SELAMA PELITA Anda TETAP MENYALA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Roma 5:1-6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.&lt;br /&gt;5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,&lt;br /&gt;5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.&lt;br /&gt;5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.&lt;br /&gt;5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-441345504813867757?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/441345504813867757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=441345504813867757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/441345504813867757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/441345504813867757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/melihatnya-dalam-gelap.html' title='MelihatNya dalam Gelap'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17082507.post-5008928621757533409</id><published>2008-09-05T00:35:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T00:39:06.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mengasihi Musuh</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amsal 24:17&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bacaan: &lt;/b&gt;Matius 5:43-48&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setahun:&lt;/b&gt; Ratapan 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam "hukum" dunia, kata "mengasihi" dan "musuh" adalah dua kata yang bertolak belakang, karenanya tidak dapat dipersatukan. Dalam bahasa Inggris, musuh adalah enemy, berasal dari bahasa Latin inimicus, artinya "bukan sahabat". Definisinya jelas: orang yang membenci, menginginkan hal yang tidak baik, menyebabkan jatuh, kecewa, sakit, dan sebagainya. Maka, nasihat untuk mengasihi musuh bisa dibilang aneh. Sebab, normalnya musuh itu mesti dilawan, dibenci, disingkirkan, kalau perlu dibasmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, itulah yang dengan tegas dan jelas diajarkan Tuhan Yesus: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Matius 5:44). Ajaran mengasihi musuh tidak saja berdimensi teologis—berkenaan dengan aspek imani—tetapi juga berdimensi praktis dan logis. Pertama, membenci musuh akan merugikan diri sendiri; tidak ada orang yang hidupnya bahagia kalau terus dikuasai kebencian terhadap orang lain. Kedua, melawan kebencian dengan kebencian sama dengan melipatgandakan kebencian. Seperti gelap yang tidak bisa dilawan dengan gelap, tetapi harus dengan terang. Terang, walau hanya secercah, akan sanggup menembus kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami makna ajaran "mengasihi musuh", kita bisa melihat luka tanpa dendam; kepahitan tanpa amarah; kekecewaan tanpa geram. Kita memandangnya sebagai kesempatan untuk mengasihi orang lain; untuk berbuat kebaikan. Seperti kata Alfred Plummer, "Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah tabiat Iblis; membalas kebaikan dengan kebaikan adalah tabiat manusiawi; membalas kejahatan dengan kebaikan adalah tabiat ilahi" —AYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;KEMENANGAN TERBESAR ADALAH&lt;br /&gt;KETIKA KITA BERHASIL MENGASIHI LAWAN&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Matius 5:43-48&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.&lt;br /&gt;5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.&lt;br /&gt;5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.&lt;br /&gt;5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?&lt;br /&gt;5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?&lt;br /&gt;5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17082507-5008928621757533409?l=domeoftiberias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/feeds/5008928621757533409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17082507&amp;postID=5008928621757533409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5008928621757533409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17082507/posts/default/5008928621757533409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://domeoftiberias.blogspot.com/2008/09/mengasihi-musuh.html' title='Mengasihi Musuh'/><author><name>MainMata</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
